
Obrolan ku dimulai ketika aku terjebak di rumah seorang tentara. Wuih, kesannya kaya lagi di medan perang aja ya? hehe. Saat itu aku sedang berkunjung sebuah asrama markas tempur angkatan darat. Misi ku kali itu, berkunjung. Ya, berkunjung saja! Pengen tau gimana suasana tempat para militarian itu berkumpul.
Namun, ketika berkunjung, seorang yang seharusnya menemani ku, tiba-tiba dipanggil. Judulnya, kumpul data katanya. Entah apa yang diobrolkan dalam perkumpulan itu, tetapi, inilah hal pertama yang aku simpulkan. Kegiatan militer itu ternyata tidak selalu dengan schedule yang rapih. Bahkan cenderung dadakan semuanya. Jadi harus monitor dan siaga terus kemana-mana. Mungkin itu terkait juga dengan senior atau junior nya tentara tersebut dalam sebuah satuan. Kalau masih junior, yah pasti selalu jadi sasaran tugas-tugas dan perintah ini itu. Tapi, katanya si ini gak berlangsung lama (stahun gak lama, kan?) Setelah memiliki junior lagi, tugas-tugas akan menjadi lebih ringan. *nasib jadi junior*
Well, kurang lebih 4 jam aku menghabiskan waktu ngobrol dengan ibu itu. Lebih tepatnya mendengarkan banyak cerita tentang pengalamannya menjadi istri tentara, layaknya memberikan tips pada calon pengantin yang akan menikah dengan seorang tentara (padahal, berulang kali aku menekankan bahwa rencana itu tidak dalam waktu dekat ini).
Buat para wanita, jangan mengharapkan materi dari tentara. Mereka gak punya itu. Harus terima apa adanya, gaji tentara yang ‘katanya’ pas-pas an itu. Tinggal di rumah sederhana juga. Kalo mau istri yang berfoya-foya sebaiknya jangan jadi istri tentara, mending jadi istri pengusaha sukses aja. Kata ibu itu, pinter-pinterlah mengatur uang belanja, karena yang ada, ya, cuma segitu. Seberapa dikitnya, aku sendiri juga kurang tau, selain itu juga ga enak ngomongin gaji pacar sendiri
(anyhow itu tergantung dari cara kita mensyukurinya, sedikit, tapi bersyukur, mungkin gak akan jadi masalah). Selain itu, adalah wajib hukumnya, untuk turut peduli dengan kesejahteraan anggota. Maka, tak jarang, kocek pribadi pun turut ambil andil.
Sedikit ngomongin tentang enak nya, katanya jarang tentara yang kawin lagi (kawin lagi jarang, tapi selingkuh? Mmmhh meragukan
), kecuali masalah nya udah parah banget. Jadi, sedikit tenang kalo jadi istri tentara, sedikit sekali yang kawin cerai walaupun ada. Untuk kasus-kasus asusila yang dilakukan tentara, akan sangat mempengaruhi karir si tentara tersebut. So, biasanya tentara (yang waras) lebih memilih untuk tidak bermain api daripada karir militer nya hancur. Tentunya siapa yang mau menghancur kan karir dengan segala perjuangan yang udah susah payah di dapat (untuk menjadi tentara, banyak banget seleksi nya, hanya yang pantas, yang menang).
Menjadi istri tentara, jangan berharap terlalu banyak untuk dipuji, atau digombal2in (walaupun udah jadi naluri setiap lelaki, untuk jadi penggombal). Karena seringkali mereka buruk untuk itu, sekalinya ngegombal, rasanya kok garing dan ketauan ‘basi’ nya. Hehe, lingkungan pergaulan membuat mereka terlalu asik dengan dunia mereka sendiri *autis*, jadi kadang gak ngerti how to treat his princess well.
Si ibu menekankan bahwa yang penting bisa volley, tennis, dan nyanyi! Aku mengkerutkan dahiku. Ya, ternyata di sebuah batalyon (semacam markas TNI) ada tips khusus agar selamat menjadi istri tentara. Bisa melakukan ketiga aktivitas itu. Hualah, aku sendiri agak bingung apa hubungannya menjadi istri tentara dengan volley, tennis, dan nyanyi. Ternyata bukan straight to the activity, tapi lebih kepada relationship nya. Sangat penting, bisa membawa diri dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama istri-istri tentara (Ibu-ibu PERSIT) baik atasan maupun bawahan. Mungkin saat itu, ibu komandan suka dengan 3 aktivitas itu. Anyway, kalau suatu saat aku jadi ibu komandan (aminnn) anggotanya harus bisa berenang dan berkuda. Walahhhh, heboh benerr!
Dan ternyata, bukan hanya para suami (tentara) yang banyak kegiatannya. Ibu-ibu nya pun gak kalah banyak. Kalo suami-suami bisa rapat atau latian sampai tengah malam, ibu-ibu nya gak mau kalah, bisa arisan (ngobrol2, sorry to say ’gossip’!) sampe tengah malam juga. Itu semua tergantung dari istri komandan nya. Jadi, nasibbb, kalo dapet komandan (dan ibu komandan) yang insomnia (penyakit susah tidur), bisa-bisa kebagian gak boleh tidur juga. Bah!
Hati-hati bercanda dengan ibu komandan, jangan pernah merasa sok akrab. Salah-salah bisa kena tegoran. Wah, serem juga yah, seperti ada barrier dalam bergaul. Padahal sering kali bercanda itu sangat ampuh untuk mencairkan suasana dan menciptakan kehangatan. Dari obrolanku, menjadi istri tentara memang banyak sekali aturannya. Kadang kita harus melakukan yang gak kita suka. Tapi, mungkin, ada baiknya jangan terlalu parno duluan menjadi istri tentara. Sebenarnya menjadi istri siapa pun, atau peran apa pun yang kita miliki di dunia ini, terdapat keadaan memaksa yang sebenarnya gak kita inginkan, tapi harus. Mungkin lebih baik, kita gak boleh berhenti belajar untuk ikhlas.
Yang harus menjadi perhatian juga, karena biasanya keluarga tentara tinggal di asrama militer, jadi, hubungan dengan tetangga akan sangat dekat. Mungkin agak berbeda dengan sebagian lingkungan tempat tinggal di Jakarta atau kota besar lainnya yang tidak memiliki kehidupan bertetangga (sebagian pasti mengalami hal itu, kan?). Karena hubungan ketetanggaan yang cukup erat, maka berhati-hatilah dengan bisik-bisik tetangga (lah kaya lagu dangdut ya
)
Untuk melengkapi, menjadi istri tentara kita harus siap untuk berbagai risiko menyangkut profesi suami. Termasuk menjadi yang kesekian karena harus berbagi cinta dengan negara. Oh, tidakkkkk!!
salam kenal,, iya2 kedengarannya ribet,,
By: Putri on December 3, 2008
at 10:10 am
hihi,, semangat!! *pasang muka lemesss
By: Masoro on December 3, 2008
at 3:53 pm
kapan ya…. jalan-jalan…..
eh aku mo ke korea… nitip apa?/?
(kaya bisa aja hehehe)
By: Masoro on December 3, 2008
at 3:58 pm
so complicated kah jadi istri tentara???
menjadi pendamping seorang prajuruit TNI memang tidak mudah.
Bisa dibilang ini adalah suatu pilihan atau mungkin ini adalah jalan hidup dan garis tangan.
Suatu pilihan yang tepat bisa menjadi istri tentara jika melihatnya dari kacamata yang positif… artinya memang dengan iktikad baek bersedia mendampingi tentara tersebut dalam suka dan duka. Butuh perjuangan memang!!
Sebagai jalan hidup atau mungkin sudah nasib menjadi istri tentara lebih cenderung melihatnya secara negatif… sebagai suatu pilihan yang kurang tepat karena masuk ke dalam kehidupan ketentaraan yg ribett!! “ahh, tau gini aku ga mau nikah ama tentara!!” seperti itu gambarannya…
Tenang aja mbak!! jodoh sudah digariskan.. jadi,bagaimanapun yang terjadi nanti, mau atau gak mau, disadari ato gak, mbak akan tau sediri jawabnya.. Tp,apapun yg mbak dinna dapat, itu yg terbaek dr ALLAH SWT.. jangan pernah menyesalinya!! keep fighting… Love you…
By: cecepe on December 8, 2008
at 5:15 pm
Salam kenal dina…..
kebetulan nih aku istri prajurit, dibilang jadi istri prajurit ribet? Bisa ya bisa tidak tinggal bagaimana kita menjalaninya kok…… Coba deh kalo ada waktu kunjungi blogku di http://www.persitkusayang.blogspot.com
By: novita on December 22, 2008
at 9:43 pm
aku juga sempet serem dengar gambaran ceritanya, tapi ya sekarang jalanin dulu aja,,
abis itu cerita2 ya,, bagi2 pengalaman juga,, biar semakin banyak tau
wah, mba, nanti kalo menikah, undang2 ya
By: risa on January 14, 2009
at 4:48 pm
aku baru 3 bulan jadi istri tentara. dulu keluarga menentang untuk menikah dgn tentara, karena akan selalu berpindah tugas dan jauh dari keluarga. ternyata benar baru 3 bulan kami menikah dia sudah pindah tugas. saat ini kami tinggal berlainan pulau, karena dia tugas di jawa dan aku masih bekerja di Kalimantan.
bener kata Mba Dina jadi istri Tentara gak boleh foya2 dan harus menjaga sikap karena akan berpengaruh ke karier suami.
aku belum berani mengikuti suami karena aku masih takut dgn keterbatasan itu. harus tinggal di asrma, harus hormat dgn ibu komandan, harus selalu ramah dgn tetangga 1 komplek, hal2 yg tidak penah aku lakukan sebelumnya ketika aku tinggal bersama ortu.
doakan aku semakin siap mengikuti suami karena dia adalah pilihanku sendiri
By: sari on February 18, 2009
at 2:27 pm
gag usa jd istri tentara yu mba,hahaha *ketawa meringis* ..
gag papa mba..klo memang jodoh psti ada jalan *halah*
..
SEMANGAT mba demi si abang *sumingat utk dri sndiri juga* ;p
By: Seraficha on February 25, 2009
at 10:07 am
Emang susak ya jadi istri tentara,,,
Tapi,,aquw koq pengen yah,,,
Kayaknya asik ajah,,,
Hehehe,,,
Buat mbak Dinna,,,salam kenal yah,,,=)
By: aquw on March 13, 2009
at 6:13 pm
jadi atut nich,,he..he coz q ankny suka kebebasan sedangkan cow q yg bener2 serius ma q adlh seorang AL ,tp q sngt cinta dy,dan bangga akan profesi dy, gmn mbak solusinya biar q tdk terlalu merasa terpenjara nantinya klo q menikah m dy he,,he,, jd curhat
LAM KENAL YACWH..(^ _ ^)
By: AlOnE,, on March 30, 2009
at 4:01 pm
Bener bgt..menjadi istri tentara hrs siap dgn semua kondisi itu, gak bs lg semau kita sendiri….karena ada nama baik suami yg benar2 hrs dijaga..
buatku yang msh jd kendala adl
istri tentara hrs mandiri dlm segala hal, termasuk keuangan u/ menambah penghasilan (bi. hidup yg semakin tinggi) dan mengingat pekerjaan suami yg sgt beresiko (Istri hrs siap dlm keadaan terburuk)….tetapi kl istri tentara bekerja sedangkan kegiatan ibu2 tentara yang lumayan banyak dan agak mengikat, dampaknya bkl sering ijin gak masuk…menimbulkan situasi yg sulit (dilema) antara kewajiban sebagai pegawai yg sdh digaji dgn konsekuensi sbg istri tentara……itu yg menjadi kendala saya…
By: Miska on April 13, 2009
at 10:35 am
Rasanya emang berat ya ^^
Tp tetap semangat!!!
Itu udah jadi konsekuensi dan harusnya segala resiko yg bakal terjadi (seblm bahkan setelah nikah) sudah harus dipikirkan.
Yakinkan diri sendiri sebelum menjawab “Ya” ketika menerima dia sebagai someone special in your heart!!
Awalnya aku jg nggak kepikiran waktu nrimo dia karena dipikiranku just for have n fun ^^ tp sekarang nggak gitulah. So aku banyak belajar dari profesinya, yg paling penting mengasah kesabaran dan kesetiaan (sekarang dia lg ditugaskan ditempat yg nggak tersentuh olh signal jd kangennya ditahan2 aja, duuh menderitanya ^^ he he)
Semua berbalik ke diri sendiri, kalo emang udah siap dengan segala resiko, konsekuensi dan tanggungjawab yg mesti ditanggung bersama mas’nya masing2.. mengapa harus ragu (klo ragu, berarti hatinya blm sepenuhnya disitu artinya km hrus lihat diri sendiri, jgn sampe ada penyesalan setelah itu).. so, jalani aja!!
By: Sya on April 21, 2009
at 4:04 pm
sedihhhhh buangeeeetttttttt dueh cinta harusssss dibagi, tapi ya gak papalah kan demi negaraaaa……mbak ku juga pacaran ma anggota paspampres angkatan 2008 dapat ijin nikah berapa tahun lagi yah……
By: erna on April 24, 2009
at 3:28 pm
Aku suah dua tahun menjadi istri tentara dan kami masih hidup terpisah sejak awal pernikahan.Suami dinas di daerah terpencil dan aku bekerja di sebuah BUMN dan terikat ikatan dinas. Ada rasa penyesalan ketika suami sakit atau lagi kangen berat tapi gimana lagi ???Sabar dan sabar.Dia selalu nguatin aku bahwa tidak dalam waktu yang lama kita pasti akan bisa berkumpul seperti keluarga yang lain.
By: Elia Susanti on May 20, 2009
at 2:49 pm
Mbaaa…
Sabar yaaa….
Aq jg sma ky mba,,awalnya kagok en kaget bGt…
Aplg aq ini trbiasa dgn hdup yg bebas g ada iktn junior senior alias smua sama..
Tp akhrnya dhrskn utk menomersatukan senior..
Fiuh…
Skr msh dLm penjajakan ni mbaa..
Doakan lancar yaa…
Lam kenal y mbaa…
By: rena on June 7, 2009
at 5:44 pm
KereN…
I LovE aRMy…
Lam knAL unTK ibU2 skLian…
VivA PERSIT
By: LuPZ on June 23, 2009
at 6:07 pm
salam kenal mbak….
wah kayaknya susaaah….. bgt gitu yah….
he..he…. but asyik jg yach jd istri nya tentara jd penaglaman gitu….
mbak ajari yach… biar nggak kaget kalo suamiq lg tugas gitu….
yach itung2 nambah pengalaman ma yang senior gitu….ok thx before ya…. ^_^
By: risa on July 11, 2009
at 12:34 pm
em.. emang gitu yah untuk menjadi istri tentara. aku bingung juga neh.. ada yang mengajak untuk menikah secepatnya dan ia tentara. Padahal lulus S1 aja belum
. Apakah ada aturanya?
By: nisa on September 3, 2009
at 1:38 pm
kebetulan calon suamiku juga dari TNI AL
dan sampai saat ini kita menjalin hub long distance
mungkin juga setelah nikah pun kita masih long distance cz kebetulan saya bekerja di mojokerto sementara calon saya dinas di jakarta
Mungkin dari sini saya bisa lebih belajar untuk tabah dan sabar menjadi istri tentara
memang saat ini kita gak bisa bersatu tapi saya yakin suatu saat nanti pasti kita dapat bersatu selamanya.AMIN
By: febri_husen on October 23, 2009
at 6:37 pm
hay mbk mbk smua , , ,
aq juga pacran ma tentara , , ,emng klu mau nikah tu ribet bgtz gtu ya mzk,,,,denger2 da nikah dkntor,KUA,truz pa lg gtu,,,,mna da sumpah2 gtu jg ya mbk,,,aq denger2 dari tu temn2 klu pd crta,,,emng klu mau jd istri tentara haruz bz mandri ya mbk , , , ,
he he he
ya moga ja bsok istriku tentara , , ,
amien,,,,
By: wheny on October 24, 2009
at 12:12 pm
emg ribet bgt mbk when….
aq uda d crtain ma calonku
wadaw…ampe mlmnya gak bisa tdr 2 mkrin itu…
heheheheh
ya tetep semangat az buat para calon istri tentara
By: febri on November 12, 2009
at 7:49 pm
hiii…mbk wheny
emg mbak nikah ma tentara 2 ribet bgt
mesti nikah kantor juga,,,
pakai syarat ini itu lah…
tapi walaupun gitu gak mengurungkan niat saya buat nikah ma calon saya,,,,namanya uda cinta mbak…jd g peduli mau ini itu…
ya gk….
By: febri on November 13, 2009
at 10:53 am
Slm kenal jg ya..Aq udah 3th lbh jd istri tentara,yg otomatis ya jd anggota persit sejak 3th yg lalu?Aq jg kerja,tp enjoy aja kok..Pinter2nya kt aja membawa diri,sm yg lbh senior ya kt hormat sm yg junior kt jg menghargai..Bukannya sok pengalaman,tp hierarki dlm pergaulan istri tentara it ttp ada?Tp asyik bgt kok,kt jd bs brorganisasi..Kenal bnyak temen,jadi anggota persit it bnyak positivnya..pkok’e yakin aja apa yg ada dihatimu..Bahwa it yg jd pilihanmu..Sukses ya?
By: Läräs on November 27, 2009
at 6:56 pm
Q juga udah banyak belajar mengenai istri tentara mbak karna kebetulan keluargaq banyak yamg tentara jadi banyak dapt ilmu dari tante2 q n pacar q jg banyak ngajarin n ngasih gambaran….
Dan InsyaALLAH q udah siap untuk menjadi ibu PERSIT… Amin…
maga Allah merestui…
tetep semangat yach…..
By: Feny on November 30, 2009
at 5:03 pm
ikutan sharing donk,aku istri TNI AL.dari pacaran hingga menikah kami selalu berjauhan karna saya bekerja di jogja dan suami di jakarta.dulu waktu msh pacaran,dia pulang ke jogja sebulan sekali,tp sekarang setelah menikah,suami pulang tiap minggu.misalkan tdk bisa pulang,saya yg ke jakarta.tapi untuk bergaul dgn warga se asrama alhamdulillah tdk canggung karna udah biasa tinggal di asrama POLRI wkt msh sm ortu,jd udh tau gmn2 hdp di asrama.buat para calon istri tentara,jgn takut.asalkan sama2 setia dan percaya,tetap jaga keimanan,long distance pun ga masalah.Istri tentara adalah wanita yang hebat,,,,,,
By: INTAN on December 10, 2009
at 1:41 pm
hidup emang pilihan… seperti sekarang.. aku di hadapkan untukmemilih punya suami dokter apa tentara…
=(
ada saran?
By: winda valina on December 12, 2009
at 8:19 am