Kalau memang aku ga pantas untuk diperjuangkan, memang lebih baik pergi saja. Toh, aku ga akan memaksa. Ini lebih baik daripada terlambat. Aku berjanji pada diri ku ga akan mengulangi kesalahan yang sama itu sampai beribu-ribu kali.
Aku gak mau jadi yang ngerepotin. Gak bisakah keberadaan ku justru menjadi hal yang menyenangkan bagi nya. Sama seperti apa yang aku rasakan, senang dan bahagia saat bersama nya. Peduli dan menyayanginya.
Tapi mungkin dia ga punya perasaan yang sama dengan ku. Dan ada baiknya aku ga memaksa. Aku berjanji pada diriku ga akan jadi orang yang egois (lagi). Toh, ketika dia tau aku tak sehebat itu, cepat atau lambat dia akan meninggalkanku. Bukankah semuanya sama? Habis manis sepah dibuang. Lalu, salah kah aku kalau masih mengharapkan cinta itu? Cinta yang tulus itu.
Lalu apa yang dia maksud selama ini? Buat apa bersikap seperti itu selama ini, kalau hanya untuk meninggalkan ku? Aku ga mau dikasihani, disayangi, itu lebih dari cukup..
Mestinya aku bersiap dari awal, karena dia pasti akan meninggalkan ku. Saat kesendirian itu memenuhi hari-hari ku, kesedihan pun tak mau menjauh. Percayalah, hidupku ga sesempurna yang kamu tau. Setiap langkah ku, aku merasa sendiri.
Makasi, yah. Aku gak marah pada siapa pun, hanya kembali murung dan bersedih. Dan memang akan selalu begitu. Makasi karena memang udah saat nya berhenti mengasihaniku. Sampai saat nya aku akan terbiasa dengan keadaan ini.
The end.
*penulis sebenarnya merindukan paket selamat malam itu
hauuuuu
By: kaka itoy on May 7, 2009
at 4:14 pm
Ak sadar skrg… Smuanya… Tp mgknkah ada ksmpatan??
By: cecepe on May 10, 2009
at 4:25 pm
Satu nomor yang menurut gw cukup ampuh…(terbukti ampuh buat si Patra pas patah hati)
Goo goo Dolls…Here is Gone
Dengerin deh
By: Koboy Soleh on May 25, 2009
at 4:21 pm