Posted by: dinnasabriani | July 25, 2009

Berenang Bareng Hiu – Karimun Jawa

Berenang, memang olahraga yang menyenangkan. Bagi kita yang suka mengeluhkan treadmill yang bikin napas ngos-ngosan, berenang bisa jadi pilihan yang tepat untuk sekedar meregangkan otot yang letih bekerja atau bahkan membakar kalori. Dan lebih seru lagi, kalau sambil seru-seruan bareng sahabat. Tapi, gimana kalau berenang sama hiu?

Perjalanan ku kali ini menuju Pulau Karimun Jawa. Kami sampai sekitar pukul 1 dini hari di Jepara dan harus berangkat pagi-pagi menuju pelabuhan Kartini. Kantuk yang tersisa di pagi harinya, membuat ku harus bergegas dan ga sempat mandi. Tapi percaya de, aku udah sikat gigi kok. Mudah-mudahan bau nya ga sampai ke layar kaca pemirsa, ya :p

Kami menaiki kapal nelayan, karena pada hari itu ga ada satu pun kapal motor yang beroperasi. KMC Kartini I hanya beroperasi pada hari Senin, pukul 10.00. Kapal yang lain , yaitu Kapal Motor Muria berangkat setiap Sabtu dan Rabu, pukul 9.00. Hari itu, hari Jumat, entah jam berapa, yang pasti matahari sudah cukup terik.

avoid 'mabok laut'Aku langsung memilih blokingan paling aman di kapal nelayan itu. Tapi ternyata ga ada posisi duduk yang benar-benar aman.  Di satu sisi panas, di sisi lain kebasahan, di dalam deck agak pengap. Perjalanan ini awalnya menyenangkan. Masih excited dengan pemandangan laut yang memukau. Mengarungi laut semakin jauh, gelombang nya pun mulai tidak bersahabat. Kapal bergoncang hebat. Membuat perut bergejolak. Beruntung aku adalah ‘si mata busuk’, mengambil istilah teman-teman Perjalanan 3 Wanita. Aku tipikal traveller yang mudah terlelap walau pun beberapa kali sempat terbangun dikagetkan oleh ombak yang menampar kapal.

Rasanya ga percaya bahwa kita akan menempuh guncangan ini selama 7 jam. Belum lagi suara mesin kapal yang memekakkan telinga. Sumpelan earphone pun ga mampu mengalahkan suaranya. Andai ada mesin waktu yang bisa nge-skip waktu sampe 7 jam ke depan.

Sampai lah kami di pelabuhan Karimun Jawa. Salah satu teman perjalanan ku bahkan ada yang sujud syukur saking haru dan lega nya. Banjir peluh, muka kusut, dan kulit berminyak.

Kami menginap di sebuah penginapan khas pinggir laut. Pagi ini, aku kebagian berenang sama hiu. Dila diving dan Silvi melepas tukik (anak penyu). Sempatada rasa takut, apakah hiu itu akan menggigit ku. Ah deg-deg an rasanya.lihat bagaimana hiu mencintaiku ;)

Sebelum masuk kolam hiu yang terletak di pinggir laut itu, aku mendengarkan berbagai tips ini itu agar selamat dari serangan hiu-hiu tersebut. Jangan mengayun-ayunkan kaki di dalam kolam seolah memancing untuk digigit. Dan betapa kagetnya aku ketika memasukkan kaki ku, hiu-hiu itu seolah ingin menyerangku. Syukurlah, hiu-hiu itu hanya menggertak saja. Bermain-main bersama hiu seru juga.Walau pun giginya yang tajam membuat ku tak berani bercengkerama dengan mereka.

Ternyata diantara puluhan hiu-hiu itu, ada penyu tua yang panjangnya mencapai 1 meter. Beratnya mencapai 1 kwintal. Ah Pantas saja aku gak sanggup mengangkatnya.

Aku unggah foto-fotonya ya.


Responses

  1. Uwaaaaaa….

    Hiu..hiu nya MBakk………

    Seruuuuuuuuuuu!!!!! :)

  2. wah kayaknya seru ni din..hihihihi. jadi pengen.

  3. Asik juga tu….
    ada ga alamat FB nya??? yar qt jadi temen…

  4. waktu ke karimun jawa bawa duit berapa mbak ? mahal gak ? pengen bgt kesana deh :)
    aku add fb nya yah

    aku lucky aja
    c u :)

  5. auw aku mauuu ikutan berenang sm hiu2 ;)


Leave a response

Your response:

Categories