Posted by: dinnasabriani | August 19, 2009

Pilihan

labirin2Sering denger orang-orang bilang hidup adalah pilihan. Ada yang bilang pula lebih baik diantara pilihan-pilihan itu daripada gak ada pilihan sama sekali. Ada yang mengeluhkan pusing dengan pilihan-pilihan yang ada. Intinya, ada pilihan pusing, ga ada pilihan juga pusing.  Jadilah kita yang bikin ribet pilihan-pilihan yang ada maupun tiada itu.

Lalu kita dihadapkan dengan prioritas. Saat kita harus memilih, kita merenung tentang prioritas. Akan ada yang lebih penting. Kalau boleh, kalau mungkin, dan kalau bisa untuk tidak memilih, tentu kita tidak perlu memilih.

Itu lah yang kadang kita angan kan. Andai aku tak perlu memilih. Andai mereka tak perlu memilih. Tapi, kursi di DPR memang sudah ada jatahnya. Presiden terpilih cuma satu. Lowongan kerja impian amat terbatas. Yang bersanding dengan kamu, dia, dan aku, di pelaminan seharusnya memang cuma satu. Badan ini toh Cuma satu. Ga bisa dibagi-bagi.

Dan kita tetap harus memilih. Seberapa ga penting nya kita, dan seberapa ga jelas nya kita. Walau kita bukan selebritis, walau kita bukan pejabat, selalu akan ada yang terpilih.


Leave a response

Your response:

Categories