Harus kah kemudian saya marah?
Saya gerah.
Adakah ternyata selama ini saya salah.
Jiwa ruang sombong, biasa menjadi jadi, namun, Kini saya menyerah.
Pasrah.
Saya bukan lagi sapi perah. Atau keledai dengan air mata berdarah.
Anda mau apa, terserah!
Bermain-bermain, bersenang-senang lah dengan segala asumsi, Oh itu parah.
Sayang, saya lelah.
Jika Anda lihat muka ini merah. Bukan karena terbakar marah segala arah.
Tapi mencoba segala telaah. Agar tak perlu pikiran ini lemah.
Apakah! Terserah lah. Bah!
Advertisement
Testimonial