Wedding Planner

Pernah gak berpikir untuk segera menikah? Bener ga si kalo menikah itu mudah. Sederhana aja. Gak usah ambil pusing. Atau justru sebaliknya. Sulit and totally complicated. Melihat rona muka para pengantin yang berseri-seri karena bahagia sekaligus lega, siapa yang gak pengen menikah. Apalagi mereka yang sudah dianugrahi buah hati titipan Allah, what a perfect life! Tapi pernah gak berpikir dari apa yang terjadi setelah itu? Tanggung jawab. Ya, beban tanggung jawab tentu nya gak sesederhana itu. Gak sesederhana menggenggam tangan pasangan kita dan hal-hal lain yang halal kita lakukan bersama suami atau istri tercinta. Semua butuh tanggung jawab.

 

Pernah lihat suami istri yang begitu mudah nya kawin cerai? Pernah berpikir bagaimana perasaan putra-putri mereka. Memang jodoh itu Allah yang menentukan. Tapi adakah mereka yang kawin cerai itu sudah bersikap bijak, dan cerai kah jalan satu-satunya. Pernah dengar “Perceraian memang halal, tapi perbuatan yang paling dibenci Allah”? Sudah kah mereka pikir matang-matang bahwa yang dikorbankan bukan cuma dua pihak yang bercerai, tapi pihak yang hadir karena buah perilaku mereka. Putra-putri mereka.

 

Sebelumnya, maaf saya memang belum pernah menikah apalagi bercerai. Tapi saya sering menemui permasalahan-permasalahan dalam lingkungan saya. That’s why kayanya menarik juga untuk blogging tentang perceraian. Mudah-mudahan bisa jadi pembelajaran bagi saya sendiri, atau siapa saja. Siapa yang pernah mengimpikan untuk bercerai? Saya rasa tidak satu pun. There’s wedding plan but i think there’s no divorce plan. Tapi lagi-lagi, tidak semua yang kita harapkan bisa jadi kenyataan. Sering kali impian, harapan, rencana, malah jadi sebaliknya di dunia nyata.

 

Bagaimana dengan putra-putri bagi pasangan yang bercerai? Mereka bingung harus membela siapa. Harus memilih siapa. Mama, papa, mestinya satu paket. Kenapa harus pisah? Tentu itu yang tidak ada habisnya dalam pikiran mereka. Perasaan malu, kecewa, hancur, sedih, jadi satu dalam diri mereka. Bagaimana pun mereka tentu tidak ingin perpisahan itu terjadi. Mereka sayang orangtuanya tapi tak bisa menyangkal mereka pasti benci keputusan yang diambil orangtuanya. Malu rasanya, untuk mengakui kalau mereka berasal dari broken home family (sebutan untuk keluarga yang orangtuanya bercerai). Kecewa, karena orangtua yang seharusnya jadi panutan, malah mementingkan keegoisan masing-masing untuk berpisah. Hancur, siapa yang tidak hancur? It’s very nightmare but real. Damn real!  Sedih, dan kesedihan itu tak akan ada ujungnya. Bagaimana melihat orangtua temannya yang bisa tetap harmonis mesti pernikahan mereka udah hampir separuh abad. Melihat mereka spend weekend bareng, nonton DVD bareng, sharing pengalaman, semuanya dilakukan bareng keluarga. Melihat mereka yang really loves and proud with their family, while, mereka yang broken home tentunya gak ngerasain itu semua. Simple saja, dalam kehidupan sehari-hari misalnya. Berkenalan dengan orang baru, kadang orangtua bisa jadi topik untuk berkenalan. Misal, saat temen main ke rumah “hei papa mama kamu mana? kok ga keliatan?” ow no, its really hard to tell that “ya, papa mama ku tinggal terpisah. Dan pertanyaan-pertanyaan lain sejenis.

 

Apa orangtua pernah berpikir tentang itu? Simple but hard.

So, wedding plan it’s not only about arrange The wedding but also what’s next after The wedding.

To be continue..

One thought on “Wedding Planner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s