Kain sarung, Suku Sasak

Aku tau, yang aku berikan mungkin tak seberapa. Harganya juga tidak mahal. Hanya sehelai kain sarung untuk sholat yang aku beli ketika aku berkunjung pemukiman suku Sasak, Desa Sade, Lombok. Mungkin itu barang yang pertama kali aku berikan untuknya.
Memang aku sebagai anak belum bisa memberikan apa-apa. Aku tau beliau juga tidak mengharapkannya.
Tapi, aku senang bisa memberikannya untuk beliau. Syukur, kalau bisa dimanfaatkan untuknya. Mungkin untuk sholat. Ketika aku memberikan kain itu, beliau langsung terharu dan menitikkan air mata. Ia langsung menciumku, dan mengucapkan terima kasih. Aku merasakan lagi kasih sayang bapak untuk anaknya. Yang dulu sempat hilang.

Mungkin benar, orang-orang bilang. Kasih sayang orang tua kepada anaknya gak akan pernah hilang. Se ‘parah’ apa pun keadaannya.

Posted in Oh

One thought on “Kain sarung, Suku Sasak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s