Melaksanakan Sholat Dzuhur di Masjid Kuno Rambitan, Suku Sasak

Namanya Masjid Kuno Rambitan. Kuno. Benar-benar Kuno. Aku menaiki beberapa anak tangga menuju Masjid Kuno yang terletak di Desa Rambitan, Suku Sasak. Melihat kondisi Desa nya pun, terasa sekali terik matahari yang menyengat. Terasa kering dan gersang sekali. Ternyata benar, hujan sudah lama tidak membasahi desa itu.

Hal pertama yang aku lihat adalah sebuah lobang besar yang mirip sumur, dan terdapat 5 anak tangga untuk turun ke dalamnya. Ternyata benar, lobang tersebut dulunya merupakan tempat wudhu para jamaah yang ingin sholat di Masjid tersebut. 5 anak tangga itu maknanya seperti rukun islam, begitu kata seorang pemuda setempat yang menemani kunjungan ku kala itu.
Melihat bangunan mesjidnya yang tidak terlalu besar itu, mataku langsung tertuju pada pintu masuknya yang dibuat rendah, sama hal nya seperti gerbang pagar yang membuat ku harus merunduk untuk masuk ke dalam nya. Artinya, agar para jamaah yang akan sholat saling menghargai jamaah lain yang telah sampai terlebih dahulu di dalam Masjid dan telah duduk di dalam masjid. Selain itu, maknanya adalah mengingatkan manusia akan kematian. Manusia akan masuk ke liang lahat. Selain itu, aku mendapat informasi bahwa pintu masuk itu berada di sebelah Selatan. Karena ketika kita nanti di kuburkan, kita akan dimasukkan dari arah selatan. Aku agak merinding mendapatkan informasi itu, dan membuatku teringat bahwa aku belum juga melakukan ibadah sholat zuhur, padahal saat itu sudah hampir jam tiga waktu indonesia tengah.

Sebelum masuk ke Masjid, aku minta izin untuk mengambil air wudhu terlebih dahulu. Aku harus ke rumah salah satu warga untuk mengambil air karena ternyata di Masjid itu tidak lagi tersedia air untuk berwudhu. Sejenak aku merasa tak tega untuk membasuh muka ku karena ternyata, fasilitas air belum masuk. Atau mungkin mereka memang sengaja tidak menerima teknologi saluran air dari pemerintah.

Allahuakbar, aku menggemakan takbir dalam hatiku. Melaksanakan Sholat Zuhur di Sebuah Masjid Kuno, Desa Rambitan.

Di dalam masjid ini, semua strukturnya masi asli. Lantainya masi terbuat dari tanah keras. Tidak ada penerangan berupa listrik. Terdapat pula sebuah mihrab dan bedug yang sangat tua. Terdapat empat Soko Guru yang terbuat dari hati kulit pisang. Masjid tersebut tidak mengumandangkan adzan setiap waktu sholat tiba. Hanya sekali seminggu, hari Kamis sore, untuk mengingatkan warga bahwa keesokan harinya adalah hari jumat, waktunya untuk melaksanakan ibadah jumat.

Selesai mendapatkan sejumlah informasi tentang Masjid Kuno ini, aku diajak ke sebuah rumah Warga. Di sana terdapat sebuah Al-quran tua yang merupakan hasil tulisan tangan. Subhanallah, betapa para leluhur kita begitu gigih memuliakan Al-quran.

3 thoughts on “Melaksanakan Sholat Dzuhur di Masjid Kuno Rambitan, Suku Sasak

  1. Pagi Mei 2013 saya ke Rembitan, musim hujan masih berlangsung, udara bukit masjid kuno itu terasa dingin. Dari beberapa masjid kuno yg pernah saya kunjungi di Lombok (masjid kuno Bayan, masjid kuno Sesait, masjid kuno Gunung Pujut, dan masjid kuno Rembitan), hanya masjid kuno Rembitan lah yg masih digunakan untuk sholat masjidnya, setelah 400 tahun yg silam masih digunakan…AllahuAkbar. Dan saia sempat sholat sunnah Dhuha di situ…Alhamdulillah.

  2. Masjid Kuno Rambitan, Masjid Kuno Sesait, Masjid Kuno Bayan sama bentuknya dengan Mesjid yang ada di Demak Pulau Jawa, karena yang membangun adalah para wali Songo dan didirikan pada tahun Saka 1399 (1477), namun tentu sekali Masjid Kuno yang ada di tanah Lombok pasti dibangun oleh para wali-wali yang datang dari tanah Jawa krn satu bentuk bangunan, akan tetapi sayang sekali Masih belum bayak orang tau bahwa Mesjid Kuno Bayan, Mesjid Kuno Rembitan, Mesjid Kuno Sesait dibangun pada tahun Berapa dan wali siapa namanya … ???,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s