3 Air terjun – Bali

Sudah puas bermain di pantai-pantai yang ada di Bali, kali ini aku penasaran dengan air terjun nya.
 
Katanya, air terjun di Bali gak kalah indah dengan yang ada di pulau Jawa. Ngobrol-ngobrol dengan penduduk setempat, lokasi air terjun ini cukup jauh. Seberapa jauh? Aku belum menemukan jawabannya sampai aku benar-benar sampai di lokasi air terjun tersebut.

Ternyata, air terjun yang terletak di Kabupaten Gitgit ini hanya sekitar 45 menit dari kawasan wisata Danau Bedugul. Untuk warga Jakarta tentu waktu 45 menit bukanlah waktu yang lama. Di Jakarta, dalam peak time nya, 45 menit adalah waktu tempuh dari rumahku ke Jalan Panjang, padahal itu kurang dari 10 km.

Aku bisa menikmati keindahan 3 air terjun sekaligus dalam satu hari. Terang saja, lokasinya berdekatan. Tidak sampai sepuluh menit dari air terjun yang satu ke air terjun yang lainnya.

Aku sampai di air terjun yang pertama. Namanya air terjun campuhan. Namun, untuk sampai ke air terjun ini, aku harus berjalan kaki sekitar 1 km. Bukan jarak yang jauh buatku, karena ini untuk membayar rasa penasaran ku.

Suara gemericik air sudah mulai terdengar. Aku mempercepat langkahku. Dan sampailah aku di air terjun Campuhan. Dalam bahasa Bali Campuhan artinya ‘campur’. Seperti namanya, air terjun ini memang merupakan percampuran 2 anak sungai. Kalau sedang musim hujan, air yang mengalir bisa menjadi sangat deras.

Subhanallah, penat dan tetes peluhku seketika terganti dengan suasana indah anugrah illahi. Udara nya sejuk. Percikan air nya pun benar-benar segar. Kusempatkan untuk main-main air sebentar. Membasuh mukaku, baru kemudian melanjutkan perjalanan menuju air terjun yang kedua.

Namanya air terjun bertingkat. Lokasi sangat dekat dari air terjun Campuhan. Namanya saja bertingkat ternyata memang air terjun nya terdiri dari dua tingkat. Unik, yah.

Dan yang paling terkenal adalah air terjun Gitgit. Air terjun ini memang paling besar di antara ketiganya. Tingginya mencapai 40 meter. Kalau ku lihat, air terjun sudah dikelola dengan baik. Sudah tersedia tangga-tangga yang dibangun untuk memudahkan perjalanan menuju air terjun Gitgit ini. Dari ketiganya, aku melihat air terjun ini paling ramai dikunjungi, terutama oleh wisatawan asing. Aku bertemu dengan wisatawan dari Spanyol, Ukraina, dan I

Aku sujud di bawah air terjun Gigit-Bali

Aku sujud di bawah air terjun Gitgit-Bali

nggris di sana. Mereka terlihat sangat excited dengan air terjun Gitgit ini.

Sayang, saat itu aku tidak bawa persiapan. Kalau bawa, pasti aku sudah nyebur ke sana. Tiupan anginnya benar-benar menggoda. Airnya bening. Ning. Ning. Ning. Di pulau Jawa, belum aku temukan air terjun seperti ini. Mandi di bawah derasnya air terjun kelihatannya seru banget.

I’m very touched, enjoy the atmosphere there. Rasanya gak pengen cepat-cepat pualng. Suatu saat aku ingin ke sana lagi. Bersama orang-orang yang kusayangi. Pastinya dengan membawa perlengkapan untuk bermain-main air di sana.

Mudah-mudahan air terjun ini akan tetap alami sampai kapan pun. Udara nya akan tetap segar seperti saat ini. Sungguh Allah swt adalah sumber segala keindahan.

8 thoughts on “3 Air terjun – Bali

  1. episode ini bener2 merinding,,liat kamu sujud jadi terharu,,terasa menikmati ada disana juga,,tetep bikin sceen yang bisa bikin momentnya jadi kerasa ya ibu presenter,,

  2. saya tertarik melihat poto mbak yg tengah bersujud di depan air terjun diatas, kalo boleh saya minta ijin, boleh gak ya saya pinjem gambarnya buat cover sebuah buku yg hendak diterbitkan oleh yayasan tempat saya bekerja? boleh dan tidaknya harap di PM via email ke hamasah.2801@gmail.com ya mbak. mksh bnyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s