Kritik

Saya tersentak seketika ketika sedang ngobrol dengan seorang teman dan dia bilang “Dikritik aja, kok, nangis.” Apakah itu karena mental saya yang mental kerupuk? Bahkan dalam keseharian saya, saya beberapa kali lebih memilih sengaja tidak mengangkat telp dari seorang sahabat, karena setiap ngobrol dengannya akan penuh kritikan atau lebih tepatnya celaan. Saya memilih untuk menghindar daripada mental saya menjadi tambah down.

Saya sering merasa tidak dewasa dalam menghadapi kritikan. Tapi, seringkali pula saya merasa bersyukur dengan sikap saya itu. Saya pernah ngobrol dengan seorang manajer perusahaan minyak terkenal. Caranya bicara dan tutur katanya, saya bisa tahu kalo dia seorang yang pintar. Dan bermartabat. Tanpa saya sadari, dia telah memotivasi saya dalam banyak hal. Saya suka dengan caranya memberi kritik.

Saya jujur pada sahabat saya dan mengirim sms kalau saya sedang cape untuk dicela makanya saya memilih untuk tidak mengangkat telp darinya. Saya bilang, dalam waktu dekat saya banyak menerima kritik yang membuat saya merasa cukup. Lalu dia membalas dan mengatakan bahwa mereka gitu karena mereka pengen seperti saya. Sebuah kalimat positif yang berbeda. Walaupun sebenarnya saya meragukan ke sahih an kalimat itu, karena orang-orang yang mengkritik saya adalah mereka yang lebih hebat dari saya, lalu kenapa ingin seperti saya. Meragukan tapi saya menganggap itu sebuah kalimat yang positif. Kalimat positif lain yang saya dengar adalah bahwa kritik yang diberikan seseorang itu karena dia ingin Anda jadi lebih baik dan tau kalau Anda mampu.

Lika-liku sebuah kritikan. Saya menyadari kritikan itu penting untuk kemajuan diri. Tapi, cara untuk menyampaikan kritik saya rasa juga penting karena kalau salah, bisa-bisa kritik yang dimaksud tidak menjadi sebuah kritik tapi lebih seperti celaan. Kritik juga bisa membuat seseorang menjadi kuat. Jadi, tidak perlu lagi menangis untuk menghadapi kritik. Kritik merupakan hal yang positif kalau kita dapat menyikapinya dengan pikiran yang positif.

Ini hanya sebuah pesan untuk diri sendiri.🙂

2 thoughts on “Kritik

  1. Mba, salam kenal juga. Keren, keren. Saya salut banget, mba keliatan kuat banget menghadapi kritik, bahkan celaan. Mudah-mudahan saya juga bisa kuat, dan terus memotivasi diri.
    Makasi yah. Ur response motivated alot.

    wah, mbak dina. salam kenal..😀

    saya nih ya sudah pernah habis-habisan di kritik. sampe diancam segala. dari yang katanya tuk kebaikan, sampai yang memang terasa mencela beneran. terlebih menyangkut ekspresi berislam saya terkait saya pernah jadi mualaf. bahkan pernah disuruh keluar aja deh dari islam. hehehe.

    maka semua kritik itu meski sakit, malah mendorong saya lebih berani dan lebih kuat lagi tuk menjadi diri saya sendiri.

    sebagai manusia biasa, tentu saya memiliki kelebihan dan kekurangan. dan itu lebih saya kenali dari siapapun. maka saya hanya berusaha, agar bisa meminimalis kerugian akibat kekurangan saya, sebaliknya ya alhamdulillah kalau kelebihan saya bisa bermanfaat banyak bagi sekitar saya. sederhananya saya tahu diri deh mbak..🙂

    be yourself!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s