We meet again!

(left)Ori.Mya.Zia.Dilla.Yaya.Dinna.Prisil.Aldo(right)

(left)Ori.Mya.Zia.Dilla.Yaya.Dinna.Prisil.Aldo(right)

Setelah sekian lama, lama banget malah, akhirnya ketemu lagi dengan teman-teman SMP (SMP Cendana Rumbai) ku. Ngumpul lagi. Banyak cerita baru, sayang, kurang puas, karena itu lagi di wedding kakakku. Aku juga harus ikutan ribet ngurusin ini itu, jadi kangen-kangenannya terbatas, deh. Tapi seneng mereka nyempetin dateng, mudah2an gak lupa doa nya.. then, who’s next?? :mrgreen:

Advertisements

Rafting, Telaga Waja-Bali

Great Rapids!!

Great Rapids!!

Waaaawh, adrenalin ku langsung terpacu waktu mendengar bahwa jadwal hari ini adalah rafting. Apalagi pas sampai di lokasi, gemericik aliran arus sungai Telaga Waja semakin jelas terdengar. Aku semakin tertantang untuk menaklukkan arus sungai yang mengalir dari Gunung Agung ke arah selatan Bali sepanjang 16 km itu.

Masing-masing kita dilengkapi baju pelampung, helm, dan dayung. Sebelumnya, kita di briefing dulu supaya perjalanan berjalan lancar. Dari mulai cara memegang dayung, sampai teknik untuk menghadapi rintangan. Sebaiknya kita tidak membawa barang-barang yang tidak tahan air, seperti HP, dompet, atau camera. Wah, sayang, camera ku gak tahan air, jadi gak banyak foto-foto yang bisa diabadikan. Tapi, kalau penasaran gimana petualangan, saksikan aja “Perjalanan 3 Wanita” di Trans TV setiap Selasa, Rabu, jam 6.30 wib. Loh, kok jadi promosi ūüėÄ

Bali International Rafting memiliki rute dan rintangan yang sangat menantang. 16 km normalnya akan ditempuh dalam waktu 3 jam. Tapi, ketika itu, petualangan kami lebih dari 3 jam karena untuk kepentingan pengambilan gambar.

Kami menghadapi arus yang begitu menantang, untuk itu, satu tim dalam satu perahu harus menjadi tim yang kompak. Kami ditemani rafter yang sudah sangat berpengalaman yang ramah dan kocak sehingga menambah semarak petualangan kami. Tak jarang kami bernyanyi bersama untuk menambah semangat petualangan ini.

Ini benar-benar petualangan yang amazing dan gak bakal terlupakan!!

Kami menghadapi berbagai rintangan yang menarik. Percikan air seolah-seolah melewati hujan, it’s damn astonish! Bahkan kami lewat di bawah terpaan air terjun. Ada jembatan-jembatan yang dibuat oleh penduduk setempat, sehingga ketika melewatinya kami harus merunduk. Menengadah menghadap ke atas. Jangan membungkuk untuk menghindari tabrakan dengan jembatan. Dan hati-hati terhadap benturan, kami harus berpegangan agar perahu tidak terbalik. Beberapa kali, tanpa sengaja perahu terbalik dan kami sempat terseret arus. Bukannya panik, kami malah kegirangan karena ada sensasi yang berbeda ketika terseret arus sungai. Perjalanan terasa aman karena ditemani rafter handal apalagi masing-masing peserta dilengkapi dengan jaminan asuransi.

Perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan yang benar-benar indah. Kami seolah-olah tersihir dengan keindahan alam bali. Hutan tropis yang masih asli, sawah-sawah yang menguning subur, dan bukit-bukit yang kokoh, hamparan langit luas menemani penelusuran kami. Suasana desa tradisional pun sangat kental terasa di sini. Sesekali terlihat ibu-ibu dan anak-anak mandi di tepian sungai. Dan gak perlu kaget kalau mereka tidak memakai sehelai kain pun. Bahkan mereka bisa dengan ramah menyapa para rafter yang liwat, tanpa perlu merasa malu.

Di satu titik, kami harus bersiap-siap mengambil posisi aman karena akan melewati jeram yang cukup tinggi. Untuk itu, kami tidak bisa lagi duduk di pinggiran perahu melainkan harus masuk ke dalam perahu dan mengambil posisi terlentang. Dan, wuauuuu, kami meluncur dengan hebatnya. Untung saja perahu tidak terbalik. Melihat jeramnya yang begitu tinggi dan deras, aku seolah tak percaya karena baru saja melewati ini.

Stelah hampir 4 jam perjalanan, kami sampai di titik finish petualangan ini. Bali International Rafting, menyediakan fasilitas handuk dan shower untuk mandi. Selesai bersih-bersih, perut semakin tak bisa diajak kompromi, kelaparan! Dan syukurlah, tersedia buffet dengan panganan yang menggugah selera.

It’s challenging, memorable experience, and fantastic¬†adventure ever!! Must try!

To bring,

  • T-shirt, short, or swimsuit
  • Changed clothes
  • Sunscreen
  • Money

Teknologi Internet

Hehe. Akhirnya ketemu juga internet, setelah hampir genap 8 hari menelusuri pelosok daerah Aceh dan Sumatra Utara. Maklum, sampai saat ini aku belum menggunakan apa itu yang mereka sebut dengan GPRS, 3G, atau apalah buat browsing or blogging dari hape. Ntah karena hape ku tidak memadai untuk itu, entah karena aku merasa ngenet via hape kok rasanya gak puas. Tampilannya pasti tidak sebagus layar PC atau laptop.

Teknologi internet sekarang udah jadi kebutuhan wajib hampir semua kalangan masyarakat. Mungkin beberapa era ke depan tukang sayur depan rumah juga bakal butuh teknologi tersebut. Internet emang udah jadi menu wajib,  walaupun buat beberapa orang hanya sekedar buat friendster atau facebook. Seperti saat ini, aku lagi blogging di free-internet Garuda Plaza Hotel РMedan, tepat di sebelah ku seorang anak perempuan, mungkin usianya belum lagi 7 tahun sedang asik chatting. Dulu, waktu aku umur segitu, aku hanya menggunakan komputer untuk main kartu atau belajar berhitung yang diajarkan ayahku. Aku gak ngerti apa-apa selain itu. Apalagi sekarang jam tanganku sudah menunjukkan pukul 11:04 pm. Pada usia seperti anak itu, aku tentu sudah tidur 3 jam yang lalu. Memang teknologi sudah berkembang pesat. Begitu pun dunia. Berubah. Terus.

Sekarang, menggunakan internet udah jadi addict bagi sebagian besar orang. Gak memandang usia, jenis kelamin, kayamiskin. Seperti saat ini, aku baru menyadari kalau aku pun adalah bagian dari orang-orang itu. Orang-orang yang ketagihan internet. Memang, kebutuhan akan internet sangat tinggi saat ini. Karena internet memberikan banyak kemudahan bagi banyak pihak. Mulai dari sekedar googling, sampai jualan pun bisa dilakukan dengan teknologi internet.

Aku mulai merasa kangen dengan laptop kesayangan ku itu (walaupun kesayangan, aku tetap berharap suatu saat bisa menggantinya dengan yang baru, dengan yang lebih canggih, yang lebih keren, lebih ringan, dan lebih yang lainnya ūüôā ) dengan segala kegiatan yang aku lakukan terhadap nya. Menikmati lagu-lagu di playlist nya, nonton film, nulis2, liat-liat foto, atau sekedar main bounce out (gamehouse yang udah tua banget, tapi lumayan banget kalo lagi bosen) dan apalagi dipake on line.

Laptop ku

¬†Well, postingan ini sebenarnya hanya ingin menyampaikan kalau aku kangen dengan semuanya. Ya, semuanya. Kangen Septian, kangen Chika, kangen Imim, Nun, Denya, dan Belel, kangen masa-masa kuliah, masa-masa nge kos. dan kangen dengan blog ini. Hehe. Udah mulai ngawur nih. Maaf yah ūüôā

Posted in Uncategorized