Kerajinan Gerabah, Lombok

Bikin Gerabah

Bikin Gerabah

Sekitar setengah jam dari Kota Lombok, aku menuju ke Kecamatan Banyumulek, Lombok Barat. Di sana lah banyak terdapat para pengrajin gerabah khas Lombok. Aku berjalan kaki melewati tumpukan jerami, menuju langsung ke rumah salah satu penduduk yang sedang membuat gerabah. Di sana, aku mengetahui proses pembuatannya dari mulai pencampuran tanah liat dengan pasir dan air, kemudian membentuknya, mengeringkan, membakarnya, dan terakhir menghiasnya. Untuk mempercantiknya, gerabah tersebut dapat dicat warna-warni, dianyam, dilukis, atau ditempel dengan kulit telur. Ternyata, bukan cuma aku yang tertarik dengan kerajinan gerabah ini. Banyak turis-turis mancanegara yang mengunjungi desa ini untuk melihat proses pembuatan gerabah.

Setelah mengamati proses pembuatannya, aku menghampiri salah satu pengrajin yang sedang melakukan finishing touch pada gerabah itu. Mereka sedang menghias gerabah-gerabah sesuai pesanan. 

Pengrajin yang sedang menghias gerabah, dengan baik hati mengajariku. Walaupun jadinya hancur, tapi aku senang karena aku bisa melukis nama ku di gerabah yang berbentuk piringan itu. Hasilnya, boleh aku bawa pulang. Beruntungnya, aku dan yang lain dibungkusin oleh2 gerabah🙂

 

Ini dia gerabah yang ku hias. Bagus kan *narsis*

 

Aku sempatkan untuk mampir ke sebuah Artshop. Tempat gerabah-gerabah itu dijual. Hasil nya bermacam2. Gerabah2 itu ada yang berupa guci (tempat menyimpan air), lampu hias, peralatan makam, hiasan dinding, tempat lilin, dan lain-lain. Harga nya pun cukup terjangkau. Paling murah ada yang Rp 5000an (tatakan gelas) sampai 80ribu an (lampu hias). Murah yah, bahkan harga nya bisa lebih murah lagi kalau ditawar. Selain di jual di artshop, gerabah-gerabah ini juga bisa dipesan sesuai dengan yang diinginkan. Sebagian ada pula yang di kirim ke Bali atau pulau Jawa. Tapi, sayang, sekarang ini, permintaannya sudah semakin menurun. Maka tak jarang, para penjual, menjual murah gerabah-gerabah cantik itu.

14 thoughts on “Kerajinan Gerabah, Lombok

  1. Weee… Di lombok sana ternyata ada juga pengrajin gerabah…:mrgreen:

    Klo di kampung saya di bantul, Yogya, juga banyak pengrajin itu…

    Huhu… Salam kenal ya mbak…

    Salam kenal juga🙂 wew, di Bantul juga ada? Pasti gak kalah keren sama yang di Lombok ya?

  2. kayanya bagus ya…. jauh gak mbak tempatnya?? yang motret juga ok tu… bagus banget gambarnya ….😀 hehehe (mode narsis : on)

    Huaaaa, kaya yang gak ikut ke sana aja mas. Kebagian gerabah gratis juga kan? hehe. Yang motret cameraman handal seantero dunia. Makanya hasilnya spektakuler!😛 Apa objek foto nya ya, yang keren?

  3. huweeee, dah pinter bikin gerabah neh…. pesen mug satu donk, ga pake ancur yaa : D
    *salam kenal yaa*

    Wah, ini komentator favoritnya nilla juminten ya?? hehhe. Salam kenal juga. Mau pesen? Boleh,, BAYARRRR!😀

  4. Mbak Dina, kebetulan beberapa tahun lalu saya pernah ke Lombok dan sempat mampir ke salah satu pengrajin gerabah di sana. Menurut saya, kerajinan gerabah di Lombok blm mendapat promosi yang cukup sehingga relatif kurang dikenal. Padahal, hasil kerajinan gerabah di sana ga kalah bagusnya dgn daerah2 lain. Tulisan mbak Dina yg satu sepertinya bisa jadi salah satu bentuk promosi agar lebih banyak lagi publik yang ngeh sama salah satu hasil kerajinan masyarkat Lombok.

    Btw, saya salah satu penggemar (acara) mbak Dina di TransTV loh🙂

    Salam hangat.

    Yup, mudah2an dari tulisan ini, bisa muncul promosi2 lain buat hasil kerajinan gerabah di Lombok. Sayang, kalo kerajinan tangan se bagus itu, gak banyak yang ‘ngeh’. Kalau udah pada tau, saya yakin kerajinan gerabah di Lombok ini bisa jadi salah satu kerajinan tangan yang dapat dibanggakan Indonesia🙂, terutama di mancanegara.
    Wah, makasih yah, suka nonton acara Perjalanan 3 Wanita di Trans TV. Nonton terus yah, Perjalanan 3 Wanita setiap Selasa Rabu jam 6.30 wib di Trans TV. Loh kok jadi promosi😉

  5. huhuhu… aku belum pernah ke Lombok, din.
    denger2 seru yah di sana?
    wah, sayang jg barang cantik2 gitu akhirnya diual murah.

    Iya nil, sayang banget ya. Seru banget di Lombok, sayang, aku cuma betar di sana. hehe,, hayyyoo nila, visit Lombok!🙂

  6. Jadi inget saya sempat bawa pulang kendi maling, yang lobangnya di bawah, bukan di atas🙂

    Konon gerabah di banyumulek ini lebih kokoh dibanding yang di Bantul. (mungkin karena beda bahan dan proses pengolahannya)

    kendi maling buat apa ya? buat kompor bukan? wah hebat kalo lebih kokoh. Mesti dikembangkan.. jangan dibiarkan tenggelam,,😦

  7. d rumah Q juga ada gerabah tuch, klo mau ambil ajah.. pe rumahnya cari sendiri yaa…

    salam kenal mb’
    aq anak lombok, kapan2 klo ke lombok lge, maen2 ke rumah aq aja, pe ttep, di cari sndiri rumahku..
    hoho,

    salam kenal juga🙂 gimana kalo mau ke sana, tunggu di pinggir jalan de, biar ga nyasar hehe😉

  8. Salam kena mbakl….
    Aq tertarik bngt sama kerajinan gerabah+kulit telur, cuantix bgt gitu loh….
    Jadi skrg ini aq lagi blajar gmn cara pembuatannya. Doain aq ya mbak biar bs sukses amiin…!!!!!

  9. sapa blang krajinan grabah di bantul lebih keren,, ak dh buka websitenya ko’… monoton, ga ngimprove ma prkmbangn zaman…. pokoknya klo bhs sasaknya “kataq abizzz”…
    Lombok is the best,,, more than anywhere dah pkoknya….
    lombok yang terdepan, yang laen ngikut…

  10. Pingback: Gerabah Lombok « Beauty Lombok

  11. HHello mbaK DiNA aYOO ROAD SHOOWW ke bayat jga,,,, pasti jga g kalah keren jga decchh,,, sekarang bayat ada berbagai Pariwisata jga hlloo….ayooo KEMMOOONN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s