Qurban – Kurban – Korban

Selamat Hari Raya Idul Adha 1429 h ! Semoga kegigihan Nabi Ibrahim AS, ketabahan Siti Hajar, ketawakalan Nabi Ismail AS, menginspirasi kita dalam mendahsyatkan jalan hidup kita! *Mengutip SMS seorang teman a.k.a Aliy

Ngomong-ngomong soal Idul Adha, erat kaitannya di mana umat muslim melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan ibadah haji di tanah suci mekkah. Seiring itu pula umat muslim di seluruh dunia melaksanakan qurban, yaitu mengurbankan satu atau beberapa ekor sapi atau kambing tentunya bagi yang mampu untuk kemudian dibagikan kepada yang berhak mendapatkannya.

Baiklah, di sini saya sebenarnya bukan sedang ingin berceramah tentang qurban. Karena rasanya kok ada yang lebih berhak untuk ceramah tentang itu mengingat ilmu saya masih amat sangat sedikit tentang qurban🙂

Tapi, ngomong-ngomong soal qurban pasti erat kaitannya dengan pengorbanan. Kalau di hari raya ini, hewan ternak seperti sapi, kambing dan lembu menjadi korbannya, dalam kehidupan sehari-hari pun sebenarnya kita sangat dekat dengan pengorbanan. Tak jarang, kita harus menerima dengan ikhlas kalau kita harus berkorban bahkan sebagai korbannya.

Sejak SD kita sudah diajarkan dengan sikap rela berkorban. Hal itu mungkin belum benar-benar kita sadari, sampai kita benar-benar terjun ke dunia nyata. Saat kita sudah terbangun dari mimpi indah🙂 Saat rela berkorban itu menjadi tidak mudah, tapi harus. Dunia nyata memang memberikan kita warna-warni hidup, yang membuat kita mau tidak mau, suka tidak suka, harus mengorbankan banyak hal. Untuk hal yang prinsip sekali pun.

Saya melihat seorang istri, sedang berada di puncak karir menjadi photofunia_8de622pimpinan di sebuah Bank swasta besar di Indonesia, kemudian mengundurkan diri, karena suami nya harus pindah kerja keluar negri untuk jangka waktu yang lama. Sedikit salut dengan niat baik yang dilakukan sang istri, untuk terus mendampingi suaminya. Dia melakukan itu demi keutuhan rumah tangga nya (suami meminta nya untuk mengundurkan diri). Mengorbankan karir yang gemilang bukan hal gampang tentunya. Termasuk rupiah yang biasa diterima setiap bulannya. Tapi, berjiwa besar untuk menerima kodrat nya sebagai istri, tentu itu merupakan hal yang luar biasa yang gak banyak istri yang mampu melakukannya. Saya menganggap itu sebagai kenyataan yang hebat.

Seorang suami mengundurkan diri untuk suatu pekerjaan yang susah payah ia dapatkan. Apalagi, mencari kerjaan jaman sekarang tidak gampang. Tetapi, suami memilih mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai seorang cameraman, karena membuat istri dan anak-anak nya merasa kawatir, apalagi lingkungan kerja si cameraman yang terlibat dengan banyak wanita cantik. Singkat kata, si istri cemburu. Entah cemburu buta atau tidak, yang jelas, suami memilih mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang lebih baik, untuk menjaga perasaan si istri. Ini kenyataan yang luar biasa juga menurut saya. Saya banyak melihat pasangan suami istri yang tetap dengan ego masing-masing mempertahankan karir yang mereka miliki.

Ada lagi berkorban perasaan (semacam lagu dangdut ditengah gerimis sore hari🙂 ) Ini agak curhat colongan kayanya. Jadi, gak jadi ah. Mungkin di lain postingan ajah. Hehe. Atau via SMS atau Telp. Lah?!

Then, lingkup pengorbanan memang sangat luas sekali. Gak ada habisnya jika menggolongkan pengorbanan ke dalam beberapa golongan (lagian kurang kerjaan amat menggolongkan pengorbanan, ya, hehe). Kita, saya rasa gak cuma saya, pasti sering merasa harus berkorban ini, itu demi kepentingan itu. Sering pula kita merasa terpaksa untuk menjadi korban, sebut saja dengan mengalah. Mengalah termasuk sebuah pengorbanan yang kebanyakan orang sulit untuk melakukannya. Tapi, mengalah kadang perlu, dalam kondisi darurat. Mengalah toh bukan berarti kalah.

Jadi, ada baiknya kita dinginkan kepala dan hati, untuk mengalah pada kerasnya kehidupan. Apa pun yang ingin kita capai, semuanya butuh pengorbanan..🙂

Happy Qurban! Happy Idul Adha!

Posted in Oh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s