Saling Menghargai

Serambi Masjid Baiturrahman, NAD

Serambi Masjid Baiturrahman, NAD

Menghargai yang berasal dari kata harga dan dalam bahasa Inggris kita menyebutnya appreciate adalah hal penting dalam keseharian kita. Kadang kita menganggap ini sepele, tapi sebenarnya amat penting. Kita sering tidak menyadari seberapa penting menghargai sampai suatu saat kita mengalami, merasakan atau tau rasa, gak enaknya tidak dihargai.

Sebagai manusia, seringkali kita merasa cukup hebat dibanding yang lain. Dan ini terjadi pada banyak orang mau mengakui atau tidak, walaupun gak sedikit orang yang justru sering kali merasa kecil dibanding orang lain sebut lah dengan minder. Merasa berhasil dalam suatu hal, tentu kita gak bisa membendung rasa bangga yang membahana dalam diri kita. Bangga boleh, nyombong dikit udah manusiawi lah. Tapi kalo sampai sikap kita lantas tidak menghargai orang lain yang kemudian akan menyakiti nya, rasanya kok udah gak enak.

Kalau pernah menangis karena merasa gak dihargai, lalu pernah kah kita menyadari kita mungkin juga pernah membuat orang lain menangis karena tidak menghargainya. Begitu lah keseharian. Kadang kita berkoar-koar minta dihargai, padahal sebaliknya kita sering bersikap tidak menghargai orang lain.

Sering kita memandang sebelah mata terhadap hal yang kita anggap remeh. Misalnya terhadap pembantu rumah tangga, ah, dia hanya orang kecil apalagi secara materi dan pendidikan. Rendahnya materi dan pendidikan membuat kita lalu sombong, kemudian tanpa sadar menyakiti hatinya. Ketika dia sudah tidak tahan dengan perilaku kejamnya majikan (kaya sinetron-sinetron gitu) lalu dia ngabur. Dan kemudian, kalang kabut, ribet ngurus rumah karena gak ada pembantu. Ini banyak terjadi. Kejadian tidak menghargai seperti ini, bukan hanya terjadi antara pembantu dan majikan tentunya. Banyak sekali kejadian terutama saat seseorang merasa dirinya lebih baik, lebih hebat, lebih kaya, lebih sukses, lebih keren, lebih pinter, dan lebih-lebih lainnya dibandingkan orang lain. Seperti kerja jantung dalam tubuh kita. Jantung memang bagian kecil dalam tubuh, tapi bisakah manusia hidup, beraktivitas seperti biasa tanpa jantung.

Beberapa waktu lalu aku belanja eh liat-liat di salah satu butik di ITC Mangga Dua. Aku agak kasian ngeliat pegawainya lagi dimarahin sama nci yang punya butik cuma karena pegawainya kelebihan kasih kembalian ke salah satu pembeli. Ok, ok. Duit emang hal yang sensitif apalagi dalam dagang kaya gini. Tapi, harus ya, pegawai nya dimaki-maki di depan orang banyak malah sampe ditoyor-toyor. Aku sendiri sampai gak tega dan pengen cepet-cepet ngabur rasanya dari sana. Ah, bisakah si nci menghargai kekhilafan yang dilakukan pegawainya. Bagaimana nanti kalau akhirnya dia ngerasa kelabakan sendiri kalau gak ada yang mau kerja sama dia lagi. Bos nya kaya monster gitu, siapa yang betahh.

Meninggalkan 2008 ini, aku merenung banyak hal. Menghargai merupakan point penting dalam renunganku saat itu. Kita semua diciptakan sama di muka bumi ini. Sama-sama kecil, sangat kecil dibandingkan Sang Pencipta. Sama-sama lemah tak berdaya. Membuka lembaran tahun 2009, tentu kita semua ingin memulai dengan niat yang baik. Aku juga akan memulainya dengan lebih menghargai sesama. Bukan bermaksud pamrih, tapi aku membayangkan betapa indah jika kita bisa hidup saling menghargai. Sudahlah, hidup ini cuma sebentar, lalu kenapa kita masih disibukkan dengan kesombongan.

This is my hugs for everyone in this entire world. Also thanks for you, for always appreciate me. I will always love you🙂

Posted in Oh

One thought on “Saling Menghargai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s