Jadi Petani

 TandurPernah menyadari gak susahnya jadi petani? Sering nasi yang kita makan sehari-hari jadi hal remeh buat kita. Padahal, coba sehari aja ga makan nasi, banyak diantara kita yang merasa kurang. Katanya sih, mau makan banyak kaya apa juga, belum makan namanya kalo belum makan nasi. Trus, gimana rasanya kalo petani-petani udah gak mau lagi nanam padi. Gimana kalo petani-petani udah berubah jadi dokter atau artis sinetron semua. Sulit memang untuk turut berempati terhadap nasib petani. Aku aja yang udah belajar pertanian selama kurang lebih empat tahun, kadang masih suka autis dengan kehidupan para petani.

Nah, di Bumi Mandiri Center, Sukabumi, ada suatu lokasi dimana kita bisa ngerasain jadi petani. Belajar banyak hal tentang pertanian dari proses awal ngebajak sawahnya sampai panennya. Bahkan di sini kita bisa menikmati hasil panen nya juga🙂 Hmmuuppph, itu yang paling aku suka😀

Sampai di sana kita akan merasakan suasana alam yang sejuk karena lokasinya yang terletak di kaki Gunung Gede – Pangrango. Gak perlu kawatir akan menginap di mana, kalo kemalaman sampai di sana karena tersedia penginapan yang sangat nyaman untuk beristirahat. Penginapannya berupa cottages yang di beri nama-nama gunung untuk setiap cottage nya. Yang paling penting, tersedia air panas biar gak kedinginan  kalo mau mandi mengingat suhu udara  di sana bisa mencapai di bawah 15′ celcius di malam hari.

Sebelum memulai aktifitas di sawah, kita mau nyobain dulu gimana cara memerah susu sapi. Yang paling penting dalam memerah susu sapi, sapi yang diperah haruslah sapi betina.😀 ya, iyalah. Ada cara khusus untuk memerah nya, jangan asal perah, kalo gak, sapi nya bisa-bisa ngamuk. Sebelumnya tangan kita diolesin mentega dulu biar licin dan mempermudah pemerahan. Satu ekor sapi bisa menghasilkan rata-rata 10-15 liter susu sapi per hari nya. Susu sapi yang dihasilkan masih belum mengalami proses sterilisasi sehingga bagi yang belum biasa sebaiknya tidak langsung meminumnya karena bisa-bisa sakit perut. Lagipula kayanya si rasanya juga gak selezat susu sapi yang diolah apalagi yang udah di kasi rasa strawberry atau coklat😉Bersiap memerah sapi

Nah, setelah mengerti memerah susu sapi, kemudian saatnya untuk melakukan berbagai rangkaian kegiatan yang biasa dilakukan oleh petani setiap hari dalam mengolah sawah.

Membajak sawah dengan kerbau, kemudian setelah di irigasi sawah siap di tanam. Kebayang kita harus nyebur ke  sawah berlumpur itu dimana sedang berlalu lalang kerbau dan aku menyaksikan sendiri bagaimana kerbau itu dengan santainya mengeluarkan kotoran yang berwarna item keabuan lembek-lembek dalam jumlah banyak yang warnanya tak ada beda dengan warna lahan yang kuselami (selami? jelajahi?) saat itu.

Setelah itu, kita menanam padinya. Aku, dila, dan Silvi, menanamnya dengan cara tandur alias tanam mundur. hehe.. Wah, ternyata cape juga ya, harus nanam satu satu gitu, aku aja yang baru ngerjain sebentar udah bosen, sampai-sampai sawahnya jadi berantakan.

Di episode kali ini, kita benar-benar ngerasain susahnya jadi petani. Semua proses dari mulai ngebajak sawah, nanam padi, pemupukan, semprot pestisida, dan terakhir proses panennya yang gak gampang. Padi harus di kepyak-kepyak dulu untuk memisahkan bulir padi dengan gabahnya..

Wadooouuuh, berat sekali perjuangan petani untuk menghasilkan beras ya, padahal rupiah yang dihasilkan gak seberapa (tetep ujung-ujungnya duit). Jarang banget ketemu buruh tani dengan kehidupan ekonomi yang diatas rata-rata. Tentunya sulit bagi petani untuk memiliki posisi tawar yang aman mengingat ciri-ciri komoditas pertanian yang bulky dan perishable itu.

Kotorannya udah. Kemudian, untuk pertama kali nya, aku ngerasain mandi bareng kerbau di kali. Hahahh,, Ternyata kerbau perlu mandi juga biar gak sakit. Saat itu hujan gerimis, dan kebayang gimana dinginnya air kali di sana. Dan aku, agak heran juga ngeliat dila dan silvie tampak sangat menikmati mandi di pancuran air (apa karena kebutuhan syuting?). Kalo aku, jujur aja, udah kedinginan banget, udah menggigil kedinginan. Mending mandi di kamar, ada air panas nya lagi..😉

Bagian yang sangat ditunggu-tunggu, adalah menikmati hasil panen. Beras yang di panen dibikin nasi liwet, trus bakar-bakar ikan juga. Mmmhhh, bener2 mantep banget, berteduh di pendopo yang dikelilingi sawah dan diiringi gemericik aliran sungai. Walaupun dingin yang menusuk kulit, ikan bakar pun tentu terasa lebih nikmat,,🙂

3 thoughts on “Jadi Petani

  1. banyak makan maka banyak beras yang laku dijual bpk ibu petani,,jadi sering2 makan yah nyong,,tentunya produk pertanian lokal,,hidup ipb (lho),,

    Tapi, banyak makan nasi, semakin banyak lemak yang tertimbun dalam tubuh. haiyaaahh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s