Selalu Ada yang Pertama

Saat pertama syuting Perjalanan 3 WanitaYa, memang akan selalu ada saat yang pertama. Kalimat yang tiba-tiba muncul di benakku itu, terus menerus kuteriakkan dalam hati. Untuk mengurangi kekhawatiran dan apalah itu. Debar jantung yang ga jelas. Memang saat yang pertama akan mempunyai sensasi yang berbeda setiap yang pertama itu tiba.

Saat pertama kali masuk sekolah, aku merasa asing dengan lingkungan sekolah ku. Memakai pakaian seragam khas taman kanak-kanak.

Begitu juga ketika aku harus menjadi murid baru karena pindah sekolah. Ah, saat itu aku gak terbiasa dengan ruang kelasnya. Dengan sistem guru tunggu. Di sana, murid yang harus pindah kelas saat pergantian pelajaran. Jadilah kelas-kelas di sana disebut dengan kelas Bahasa, kelas Matematik, kelas Biologi, dan sebagainya. Juga teman-teman dan guru-guru, perkenalan pertama ku dengan mereka.

Aku punya saat pertama ketika aku pindah ke Jakarta. Oh, memang akan ada saat yang pertama seperti itu. Waktu itu aku benar2 merasa asing dengan lingkungan sekolahnya, dengan gedung sekolah yang berlantai 4 (maklum sekolah ku dulu hanya satu lantai saja). Aku juga tak terbiasa punya teman sebangku karena dulu, ruang kelas sekolah ku satu meja satu siswa. Aku juga tak terbiasa dengan bahasa nya, logat Riau ku tentu masih amat kental ketika pertama kali pindah ke Jakarta. Rasanya aku tak ingin berbicara karena pasti akan ketauan kalo aku berasal dari luar Jakarta. Minder kah? Mmm, mungkin lebih tepat kalo aku canggung dengan lingkungan ku yang baru. Saat pertama aku harus berbicara dengan menghilangkan logat Riau ku. Mengganti aku-kau dengan lo-gw. hehe. Tapi itu hanyalah saat pertama. Saat kedua, ketiga dan seterusnya, itu sudah menjadi keseharian ku sampai saat ini. Kalau diingat2 jadi lucu karena ngerasa kekhawatiran di saat pertama itu berlebihan.

Tetapi, namanya juga yang pertama. Pasti rasanya ga biasa. Ketika pertama kali punya pacar, pasti rasanya, huaa, aku punya pacar sekarang! Akan ada yang SMS  tiap pagi. Gak ada lagi SMS kecentilan buat gebetan atau selamat tinggal malam minggu yang hampa. Lalu ketika ganti pacar, rasanya, mmhh, pacarku baru. Bukan dia lagi. Yang sekarang lebih perhatian, tiap pulang kuliah selalu ngajak pulang bareng. Yah, saat pertama memang gak pernah biasa.

Saat yang pertama memang gak akan menjadi hal biasa, tapi bisa jadi saat yang kedua, ketiga dan seterusnya akan menjadi kebiasaan Jadi, ini akan menjadi lebih baik jika kita selalu memulai saat pertama dengan hal baik. Karena yang pertama adalah langkah awal untuk masa depan kita. Bayangkan saja kalau saat pertama itu adalah memberanikan diri untuk mengambil milik orang lain (maling, maksudnya). Saat pertama itu tentu gak karuan rasanya. Tapi, saat yang kedua, ketiga dan seterusnya akan menjadi kebiasaan yang amat hina, bukan. Begitu juga saat pertama kita berani berbohong. Mungkin pertama, kita akan merasa bersalah dan kepikiran semalaman karena udah berbohong. Tapi untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya, bisa jadi perasaan bersalah itu gak ada lagi (mati rasa) dan menjadi kebiasaaan.

Lalu sebaiknya, seberapa pun gak karuannya saat pertama itu, yang terpenting adalah saat pertama yang kita hadapi adalah hal baik. Itu sudah modal yang cukup. Karena saat pertama akan selalu begitu. Jantung bedegup kencang, keringat mengucur, bahkan kaki gemetaran.

*penulis sedang menghadapi banyak sekali hal pertama😉

Posted in Oh

2 thoughts on “Selalu Ada yang Pertama

  1. Lah … potonya ko ga dibahas di artikelnya yagh ? itu takke pertama juga ga sih ?

    hihi, ga nyambung ya. cerita sama gambarnya. Iya, itu syuting pertama wan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s