di Goa Buniayu

Brrrr,,, udara di sini cukup dingin. Tak heran karena letaknya sekitar 700 m di atas permukaan laut dan berada  dalam kawasan wana wisata Perhutani unit III Jawa Barat dan Banten. Kanan kiri jalan, pinus-pinus tua berbaris rapi mengiringi perjalananku, menambah rindang suasana.

Di sini terdapat 3 pintu masuk goa. Jalur umum, semi profesional, dan profesional.

Jalur umum (horizontal) itu jalur yang jalannya udah bagus, udah disediakan tangga-tangga untuk menuju goa tersebut.

Semi profesional (horizontal-vertikal) itu gak ada tangga-tangganya, jadi harus menyusuri batu-batu.

Profesional (vertikal), untuk menuju goa kita melalui jalur yang tegak lurus, kalo berani silakan terjun dari lobang  vertikal yang ada. Tapi itu tidak saya sarankan, karena tersedia perlengkapan raftling yang cukup aman untuk turun🙂Persiapan Menelusuri Goa Vertikal

Di sini, aku kebagian menyusuri goa vertikal. Itu berarti aku harus turun dengan alat pengaman yang udah disediakan. Kita juga dilengkapi pakaian pelindung, helm, juga boot. Ketika aku sudah bergantung memasuki lobang goa, hawa dingin semakin menyengat menusuk tubuh. Sebelum masuk goa aku juga mengucapkan salam seperti yang selalu diingatkan oleh mas Tegil (produser) pada kita semua. Then, bismillahirrohmannirohiim,,

Aku meluncur menuruni goa. Gelap. Dan luas. Seperti botol, detik-detik pertama aku menuruni goa lobangnya kecil tapi kemudian meluas. Perlahan aku menuruni goa sambil melihat dengan seksama detil-detil goa yang ada. Alhamdulillah, akhirnya aku menginjakkan kaki di dasar goa. Namun, dasar yang kupijak dilapisi lumpur tebal. Aku pun harus berjalan berhati-hati karena langkahku menjadi semakin berat. Goa Buniayu terlihat sangat mempesona walaupun dengan penerangan seadanya. Stalaktit dan butir-butir kristal membuatku semakin terpukau dengan kemegahan yang disediakan Illahi untuk kita. Kita juga harus menyusuri aliran sungai untuk sampai ke ujung Goa.

Di dalam goa juga terdapat hewan-hewan yang hanya bisa hidup di dalam goa. Ketika di bawa keluar hewan tersebut akan langsung mati. Kaya kita kali ya, mungkin kita juga gak bakal sanggup kalo harus tinggal di dalam goa gelap apalagi ga ada makanan.

Ujung dari goa jalur vertikal ini akan membawa kita ke air terjun yang indah. Jadi, penelusuran yang akan dilakukan gak sia-sia. Letih dan penat tentu akan terbayar dengan main siram-siraman air dan menikmati keindahan air terjun di Buniayu ini.

Tapi, untuk keperluan syuting aku harus keluar melalui jalur yang sama ketika aku masuk ke mulut goa. Itu berarti aku harus menaiki tali kembali. Dengan tertatih aku berusaha menaiki tali untuk mencapai mulut goa. Maklum saja, tenaga ku tersisa amat dikit setelah menyusuri goa semakin dalam. Nafasku satu satu ketika berusaha mendorong tubuhku naik ke atas. Wah, alhamdulillah, aku tak percaya karena akhirnya berhasil naik ke luar dari Goa. Tak bisa aku bayang kan, Mas Jagat (salah satu rekan penelusuran goa Vertikal) juga harus menaiki  tali tersebut dengan membawa beban akilait sebesar 14kg. Oh, padahal saat aku memanjat tali aku merasa tubuhku sangat berat dan berharap ada keajaiban yang membuat tubuhku menjadi seringan kapas. Apakah Mas Jagat juga merasakan hal yang sama, pengen nangis, saat menaiki tali itu. Bagaimana dengan 14kg yang ia bawa. Aku tidak sanggup berkata apa-apa saat melihat ia berhasil keluar dari goa tersebut. Hanya berdecak kagum (dalam hati), kalo ngomong langsung bisa-bisa peres lagi. Hehe.

Alhamdulillah, penelusuran goa ini sudah terselesaikan, mudah-mudahan rating (tetep loh rating) episode ini sesuai dengan jerih payah yang dilakukan. Teman-teman, luangkan waktu yah  untuk nonton episode Perjalanan 3 Wanita setiap Selasa dan Rabu jam 6.00 (bisa nonton sambil sarapan, atau sambil pake sepatu) di Trans TV.

6 thoughts on “di Goa Buniayu

  1. saya iri sama anda,bisa traveling kemana mana……. Indonesia banyak menyimpan anugrah Allah SWT… sungguh beruntung mereka yg bisa mensyukuri dan memanfaatkannya………
    Asssalamualaikum Wr.Wb dari saya di Langkat Sum ut.

    Waalaikumsalamwr wb. Siapa pun tentu punya kesempatan untuk mensyukuri anugerah Allah swt, termasuk Anda, juga saya. Mmm, kenapa juga iri, bagaimana kalo kita travelling rame2 bareng teman2 yang lain,,, jadi kita semua bisa syukuri nikmat Allah swt bersama2.

  2. Owh jadi Mbak diana ini salah satu pembawa acara perjalanan 3 wanita yaw..

    Senang sekali bisa bertemu Anda di sini Mbak..

    Salam hangat dari Bocahbancar..

    Salam…

    Aku dinna loh, bukan Diana. hehe. Nice to meet you here, too

  3. seru juga nih ya avonturir begini sekali-kali. lepas dari rutinitas dan kondisi kota yang serba cepet. jadi refreshing buat pikiran dan jiwa…

    bener banget, jalan2 perlu lah sekali2 biar gak ruwet sama kondisi ibukota🙂

  4. Lam knal ya mbak,… buni ayu itu indah buanget soal’y saya kmaren ksana.
    busyett rute’y menegangkan tp ngasyikin sieh…
    mang kekuasaan allah itu maha besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s