Tentang Dinna dan Valentino Rossi

Ketika membaca judul postingan ini, mungkin sebagian mengira aku adalah seorang penggemar berat Valentino Rossi. Tapi tunggu dulu, kesimpulan Anda sebaiknya tidak berhenti sampai disitu.

Ini bermula dari ajakan sahabatku untuk menemaninya melihat Valentino Rossi yang sedang datang ke Jakarta. Ketika mendengar namanya aku mencoba mengingat, siapa Valentino Rossi yang tadinya aku pikir ia seorang penyanyi atau bintang film (ketauan begonya). Dengan bantuan seorang teman yang lain, ternyata aku baru ingat kalau dia adalah Pembalap. Entah pembalap jenis apa, tapi ya, sahabatku memang penggemar Valentino Rossi sejak ia masih di bangku SMP.Valentino Rossi, The Doctor

Pertemuan atau jumpa fans dengan pembalap yang belakangan baru aku ketahui telah meraih  juara Moto GP 8X berturut-turut ini, akan berlangsung di Istora Senayan. Jadilah pagi ini, aku dan temanku melaju ke Istora Senayan, dengan mengumpulkan mood baik sebaik-baiknya. Suasana mendung dan becek-becek mulai merusak mood baikku yang mungkin belum kupersiapkan dengan matang. Ramai terlihat orang-orang dengan kaos we love Rossi. Dengan semangat 45 mereka rela ujan-ujanan demi pujaan hati Valentino Rossi. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tau jelas muka Rossi dalam iklan sepeda motor yang merupakan sponsor utama nya.

Di sana, aku bertemu dengan seorang penggemar Valentino Rossi yang lain. Dia menawarkan diri untuk bergabung denganku dan sahabatku karena dia datang sendiri. Walaupun baru kenal, dia ngomong panjang lebar tentang Valentino Rossi, yang jujur saja membuatku mual. Semakin terlihat jelas bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang Rossi, dan memang sebenarnya aku tidak ingin tau. Cukup tau kalo dia seorang pembalap Moto GP rasanya tidak terlau buruk. Aku berusaha mengatasi jenuhnya obrolanku dengan sms an . Biarlah sahabatku yang ngobrol sebagai sesama pecinta Valentino Rossi. Obrol punya obrol, sekilas aku dengar kalo Rossi baru dateng jam 2. Itu pun hanya 15 menit an. Tak ada yang namanya foto bareng. Padahal tadinya aku berharap bisa memberikan frame sahabatku dan Rossi yang paling ok untuk menyenangkan hatinya. Yang kebagian foto bareng hanyalah 10 orang yang beruntung memenangkan kuis. Mendadak aku terkaget dan ingin berlinang air mata. Sekarang baru pukul 10, dan aku harus menunggu seorang Valentino Rossi hingga jam 2, dan mungkin dia cuma selewatan doang, gak ada foto-fotoan, dan menunggu di saat aku tidak membawa satu pun buku maupun laptop untuk mengatasi kejenuhanku. Juga gak ada cemilan. Oh, rasanya kalau nanti dia datang, di saat orang-orang menghujaninya dengan sorotan blitz kamera, aku ingin menghujaninya dengan air becek saja. Tapi tentu saja niat itu hanya dalam hati, karena sbenernya aku orang yang pengertian dan aseek abeeess. Bagaimana kalau suatu saat nanti aku jadi orang terkenal, tentu aku ingin semua orang menyambut hangat keberadaanku bukannya malah menghujaniku dengan sesuatu yang tak berprikemanusiaan. *ngimpi jadi orang terkenal. Layaknya kata pepatah, berbuat baiklah maka orang lain akan berbuat baik pada kita. Hukum alam, kalo ndak salah. Jangan berbuat jahat kalo kita gak mau dapet balesannya.

Ok, aku memang tidak bisa menutupi raut muka ku yang berlipat tujuh itu. Lalu, si penggemar Rossi tersebut dengan segala kemuliaan hatinya mencoba menghiburku “Jangan sedih, walaupun gak bisa foto bareng Rossi, setidak nya seneng bisa liat langsung mukanya.” Mmmh, bahkan aku gak peduli bagaimana mukanya, aku hanya ingin menemani sahabatku dan bisa mengambilkan sebuah frame foto cantik untuknya (actually, i am a reliable bestfriend😉 ). Sembari menunggu, berusaha untuk sabar, akhirnya sahabatku tersadar akan usaha yang bisa dibilang gak worth ini. Tanpa paksaan dariku, dia mengajakku pulang karena sudah mulai bosan. Basa basi sedikit dengan bilang “apa gak sayang kita udah nunggu selama ini, tapi gak ketemu Rossi?” Sahabatku dengan mantap menjawaab “enggak din, aku juga males kalo kaya gini”

Yes, akhirnya kami memutuskan untuk menyerah sebelum berperang. Bukan masalah buatku soal menyerah yang satu ini. Dengan rasa haru campur bahagia, aku dengan semangat melaju meninggalkan kawasan Istora Senayan.

Dalam perjalanan, aku bersyukur dengan sosokku yang tidak pernah terlalu fanatik terhadap idola. Aku memang suka kerispatih atau ST12 (ketauannya seleranya😉 ), tapi aku tidak pernah berpikiran untuk bela-belain nungguin dia liwat hanya untuk bisa bertemu langsung dengan mereka. Aku sudah puas hati melihat video klipnya di TV atau mendengar lagunya di iPod. Dan mudah-mudahan aku gak akan mengalami kefanatikan bodoh semacam itu.

Bdw, aku bukan menghujat bagi teman-teman yang memang punya gaya sendiri dalam mengidolai sosok yang disukai nya. Silakan, monggo. Hanya ingin berbagi pengalaman dan perasaan ku hari ini. We have our own way to love🙂

23 thoughts on “Tentang Dinna dan Valentino Rossi

  1. hahaha… iya, din. kalo aku ada di sana jg mendingan pulang. sefanatik apapun, mah…
    dan kalo suatu hari nanti jd org terkenal *cieeehhh* kynya jg ga bakal tega ngebiarin fans menunggu selama itu.😦

    untuk menjadi orang terkenal diawali dengan good will😉

  2. mh…mangtafff…
    sahabat setia setiap saat
    (milip iklan leksona bgt dah0

    *_*

    di sini dilalang iklan lo alio..😉 kalo alio sahabat setia ga? yang pasti bukan pacal setia, yah. Kata ayah, udah punya pacal balu. Udah bosen sama Susan??

  3. din, jangan samakan rossi dengan st12 lah.. hehe..

    hihi, kan kedua nya kan sama-sama public figure chik, yang sama-sama punya penggemar😉

  4. klo kita jd org top mungkin gitu juga ya.. maksud hati ga pengen gitu, tp protokoler tetep ga boleh.. ya gitu deh jd org ngetop.. mknya gini2 aja deh… bebaaaaaasss… (excuse niy.. hihihihi..). salam kenal bu..

    menjadi terkenal atau tidak, adalah pilihan, juga kesempatan, ya kan. Kalau sudah terkenal, mau jadi sombong atau rendah hati, itu juga pilihan🙂 Salam kenal meidy:D

  5. sorryy,,, q responnya telat,, buatq sebesar apapun pengorbanan itu,,, lo buat orng yg kta cintai tu hal yng wajar aja ko”,,,mending kalian bsa liat wajahnya langsung,, nah” q?????????? dlm mimpi aja”,,,,,,padahal q yakin,,, lo cinta q sama rossi lebih besar dari cinta siapapun ke dia,,,,,

    *cinta butuh pengorbanan,,sebesar apapun itu,,,akan slalu memberi kebahagiaan,,dan berharap tuhan akan menyampaikan itu padax,,,,*

  6. wa sangat kcewa ma comen lo ? wa to 46 bngt looooooh..,rossi to ga sombong,nama ku dain lo liat ja d face book aku lo pasti tau klo wa to rossi bngt.lam knal i love u fuuuuulll.bye,,,.

  7. wah klo gitu elo sama ma gueee, gue pengemar berat VALENTINO ROSSI tapi klo disuruh berjubelan demi ngeliat idola yang sebenarnya gak bisa kita deketin ,pegang atau apalagi meluk….ngapain mendingan lihat di tv sama aja lagi…cuman g klo di suruh berandai-andai klo bokap gue presiden setiap hari jadi gue(ultah bo…)gue mau ditemenin rossi seharian penuh and jalan-jalan gicuuu..dengan mtr or Kapal Pesiar dia juga gak apa-apa….(eh kok jadi ngayal ya…)he..he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s