Pantai Berpasir Hitam, Sulamadaha

Minggu, 15 Maret 2009

Pantai Sulamadaha

Ah, pengen tidur aja pas denger kita mau ke pantai yang berpasir hitam *kebiasaan gampang banget merem kalau perjalanan. Udah kebayang, kok pasirnya hitam si. Karena aku sebagai penikmat keindahan pantai, punya pendapat gini, semakin putih pasir pantainya, pasti semakin indah pantainya.

Sampai di sana, fine. Pasirnya memang hitam, tapi bukan lantas aku pengen tidur lagi, kok. Adrenalin ku mulai semangat lagi, melihat saat itu pantai sedang ramai dikunjungi penduduk setempat (karena kebanyakan pengunjung yang kulihat memiliki perawakan Melanesia).

Preparation

Preparation

Mereka terlihat antusias dengan debur ombak yang menampar tubuh. Sebenarnya apa yang membuat mereka begitu ‘excited’ dengan pantai berpasir hitam ini. Ternyata, banyak hal yang bisa dilakukan di pantai ini. Bergabung bersama pengunjung lain, aku ikutan menerjang serangan ombak. Setelah merasa cukup, maen-maen dengan ombak sampe keminum air laut, saat nya meluncur dengan jetski.

Dan, ya, aku mencoba mengendarainya. Ternyata gampang kok. Lebih gampang dari mengendari sepeda motor. Hihi. Tinggal menekan tombol start, dan kemudian menarik gas (pedal gas seperti rem tangan pada sepeda) untuk jalan. Boro-boro kopling, rem-rem an juga ga ada. Kalo ingin berhenti, gas tinggal dilepas saja. Simpel banget kan.

Yang paling seru, adalah menjaga keseimbangan ketika berada di atas jetski. Beberapa kali aku dan teman-temanku harus jatuh dari jetski karena kehilangan keseimbangan. Sekedar informasi, satu jetski aku naiki bertiga bahkan sempat berempat. Yang normalnya dinaiki oleh satu atau dua orang saja. Gimana jetskinya ga keberatan beban yah. Apalagi kalau kebagian duduk paling belakang. Sebaiknya berpegangan erat. Karena ketika jetski melaju sangat kencang, kita bisa meluncur ke belakang. Selain jatuh, kecelakaan lain yang terjadi saking euphoria nya, jetski sampai terbalik. Dan itu menyebabkan jetski mogok. Sehingga meluncur di pantai dengan jetski pun berakhir di situ.

Kedatangan kami yang tadinya disambut langit berawan, beranjak tergantikan oleh mentari yang mulai pancarkan teriknya. Asik juga bersantai di pinggir pantai sambil main-main pasir. Aku dan teman-temanku mengubur tubuh dengan pasir. Berat juga badan ketimbun pasir. Aku sempet merinding, kalo inget tentang kubur mengubur dimana kita semua pasti akan bertemu dengan alam kubur itu😦

Saat nya snorkeling. Untuk itu, aku dan teman-teman ku pindah ke sisi pantai yang arusnya lebih tenang. Wah, di sini, kita tidak menemukan pasir hitam lagi, tapi kita bisa melihat tepian pantai dilapisi karang-karang putih dan batu-batu pinggir pantai. Melangkah di kerang-kerang putih membuatku ingin segera nyebur aja ke laut. Abis kaki jadi sakit, si. Aku mengharapkan karang-karang indah terlihat dengan jelas ketika aku snorkeling. Tapi aku tidak menemukan itu, hanya terlihat dasar laut dangkal dengan jenis karang yang serupa. Lalu aku meletakkan peralatan snorkelingku ke tepian. Karena mulai bosan dengan karang-karang yang relatif biasa (blagu), aku pengen berenang ke laut lepas.

Dan jadilah saat itu, aku berenang ke laut dalam tak bermodalkan life vest. Ternyata asik juga, berenang di tengah laut, menikmati ketenangan di laut lepas. Tapi, sekuat-kuatnya fisikku, aku tidak bisa bertahan terlalu lama. Kekuatan kaki mempertahan kan tubuh ku agar tidak tenggelam, tentu terbatas.

Merasa puas, aku pun memutuskan untuk mendarat saja. Brrr, dingin sekali, karena saat itu matahari pun sudah hampir tenggelam. Sambil menunggu, yang lain selesai main air-airnya, aku mendaki batu-batu tepi pantai untuk naik ke daratan. Di sana, aku menikmati segelas teh manis hangat dengan aroma kayu manis khas ternate plus indomie kuah dengan irisan lombok. Mmmmhh, memang perpaduan yang sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s