Ternate, jalan pulang

Narcism Syndrome: on the TOP of TERNATE CITY

Narcism Syndrome: on the TOP of TERNATE CITY

Setelah 8 hari jalan-jalan di Propinsi Maluku Utara, hari ini aku dan tim perjalanan 3 wanita akan meninggalkan Kota Ternate, Ibukota Propinsi Maluku Utara. Tidak seperti ketika berangkat dimana penerbangan yang kami lakukan adalah penerbangan langsung dan tengah malam. Pulang ke Jakarta kali ini, penerbangan yang dipilih adalah penerbangan tengah hari atau tepatnya pukul 13.30 wit. Dan penerbangan ini tidak langsung melainkan transit dulu di Manado, kemudian Makassar, barulah tujuan akhir di Jakarta. Tumben, aku dan teman-teman sampai di bandara lebih awal, biasanya di setiap penerbangan yang kami lakukan seringkali kami sampai di pesawat detik-detik terakhir keberangkatan. Kebiasaan orang Indonesia, memang. Karena masih ada waktu sekitar satu setengah jam sebelum keberangkatan, mending santai-santai dulu di warung (kok warung ya?) minum-minum. Sambil menunggu teman-teman yang lain jumatan.

Minum tentu tidak lengkap rasanya tanpa cemilan, tapi sayang, cemilan yang tersedia secara gratis hanyalah kuaci milik Mba Aci (salah satu campers). Aku memilih tidak mecicipinya bukan karena ga doyan, tapi jujur saja aku punya kesulitan membuka kulitnya. Walaupun kata orang, disitulah nikmat nya makan kuaci.

13.00 WIT, yang jumatan udah kelar. Kita pun harus bersiap untuk boarding. Mas Angga (yang megang duit) menghampiri kami dan berinisiatif ngebayarin. D’ oh, aku shock mendengar harga semangkok indomie 18 ribu. Mahal abis, untung dibayarin (ketauan pelitnya). Lagian kita nya juga pas mesen ga nanya-nanya harganya berapa. Apalagi kalo aku bayar sendiri, aku harus membayar 2 mangkok Indomie dengan total harga 36 ribu. Bukankah itu terlalu mahal untuk dua bungkus Indomie?

Tak sempat duduk di waiting room, bus yang kami tumpangi untuk menuju pesawat sudah tiba. Menuju pesawat, jalan yang dilalui berupa turunan dan berkelok. Wah, unik nih bandara. Di Ternate, bukan perjalanan menuju desa-desanya aja yang belok-belok, turunan, dan tanjakan. Pun bandara nya.

Wah ini, untuk pertama kalinya aku naik pesawat kecil. Pesawat ini berpenumpang sedikit, sekitar 50 orang saja. Karena pesawat ini hanya akan mengudara sampai Manado dengan jarak terbang sekitar 45 menit.

Pesawat kecil

Mendarat di Manado, pukul 13. 30 wita. Hihi, unik yah, tidak bergeser dari waktu keberangkatan. Hanya saja ini adalah Waktu Indonesia Tengah, yang lebih lambat satu jam dari Indonesia timur. Kami akan transit sekitar 30 menit. Kusempatkan untuk sholat dan melihat-lihat souvenir.

Saatnya melanjutkan perjalanan. Kali ini kami ganti pesawat, yang lebih besar.

Sebelum sampai di Jakarta, kami masih harus transit dulu di Makassar. Ini kedua kalinya aku menginjakkan kaki di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar *deuh tau deh yang udah pernah ke Makassar. Di sini, kita makan KFC yang dibliin Mas Angga. Makan mulu ih, no wonder berat badan naik 2 kilo.

Setelah perjalanan panjang Ternate-Jakarta yang memakan waktu sekitar 8 jam, aku dan yang lain, alhamdulillah, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Akhirnya..

Sepanjang perjalanan di pesawat aku melewatkan waktu ku dengan tidur, ngemil, ngelamun, liat-liat laptop, chucking, dan yang pasti mendengar lagu-lagu anyar di MIMPO –mengambil istilah dari seorang teman- canggih ku.

Well, I have to say good bye to Maluku Utara. Hello Jakarta, welcome back to the real life!! *sigh

8 thoughts on “Ternate, jalan pulang

  1. What happen with your real life? Hehehe..
    Indomie kok mahal banget ya. Jadi inget sama indomie di pantai Discovery di Bali yang isinya bule semua. Satunya 15000! Untungnya berlipat-lipat.

  2. huahaha.. ktauan yak porsi makan elu din… pantes di kntor gak pernah mesen ke pak sai? malu yak ato takut sm harganya? santai din.. klo soal harga mah jauh lama d ternate itu.

  3. Salam kena…..!
    Kalo pemandu acara Perjalanan Tiga Wanita Trans TV (Silvie) pernah kontak aku via email dan komentar di blog saya ketika kalian dan Tim trans TVhendak menuju ke Ternate.

    Wah…..liputannya bagus, sangat informatif.
    Aku sempat nonton berapa episode liputan di Ternate dan sekitarnya….

    Untuk melengkapi perjalanan tiga wanita, yg belum sempat ke tempat lain di Ternate….
    mbak DINA bisa kunjungi blog saya deh…..
    di : http://www.busranto.blogspot.com atau di : http://www.ternate.wordpress.com

    Salam….!
    Me : Busranto

  4. Semoga lebih dari sekedar tugas adalah bentuk pengabdian; Ibadah Kepada Allah. batapa maha besarnya Allah mengabadikan semuanya untuk hambanya…moga kalian slalu dalam lindungannya.Amien

  5. mank s’gitu harga barang d’Ternate. Klo d’bandaranya, harganya jd berlipat2 jg mahalnya. tp tetep,, enjoy Ternate kan,,? ^___^

  6. emang din ternate itu unik, aku pernah tinggal di pulau itu kurang lebih 3 tahun, pulau kecil dengan masyarakat “semi majemuk”, aku bilang begitu karena berbagai suku nusantara ada disana.
    Masyarakat ternate yang ramah, menerima pendatang dengan tangan terbuka.

    Oh ya, sempat ke pulau kayoa ndak, pulau yang indah n unik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s