118

Lalu dia menggenggam tangan ku. Di setiap langkah kebersamaan kita.

Dia mengenalkanku dengan bangga pada keluarga besarnya, juga teman-temannya.

Dia ingin aku menemaninya dalam setiap hari-hari nya. Kemana saja. Tak sedetik pun ingin aku meninggalkan nya.

Lalu aku bangun dari mimpiku, karena (ternyata) aku hanya wanita ke seratus delapan belas.

*malang bener nasib wanita ke 118 itu😦

2 thoughts on “118

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s