Perjalanan 3 Wanita di Kamis Pagi

Perjalanan 3 Wanita setiap hari kamis jam 6 pagi.

Mulai minggu ini, perjalanan 3 wanita hanya akan menemani penonton setia nya seminggu sekali saja. Ya, acara Teropong Iman menggantikan perjalanan 3 wanita untuk hari Selasa.

Pagi ini, aku menyaksikan acara baru itu. Lucu (apalagi ada Mas Jagad in frame di tayangan itu). Konsepnya menarik mengingatkan kita pada hal-hal penting yang sering kali kita anggap sepele dalam kehidupan sehari-hari. Tapi tentunya, acara religi pagi Trans TV ga akan lengkap tanpa acara jalan-jalannya😉

Mengenai sukses atau tidaknya sebuah acara, yang berbicara adalah share dan rating. Ketika share dan rating turun, tim produksi akan disalahkan (juga hostnya). Begitu pula yang terjadi pada acara perjalanan 3 wanita.

Setiap minggu selalu ada rasa kawatir terhadap share dan rating. Kadang aku merasa Perjalanan 3 Wanita telah dikemas sedemikian rupa menjadi sangat menarik. Di balik layar sebenarnya Perjalanan 3 Wanita kaya akan tokoh-tokoh kreatif yang selalu berusaha menyajikan yang terbaik untuk pemirsanya. Tapi mengapa rating tayangan ini ga selalu bagus? Memang si, share dan rating itu hanya berasal dari satu-satu nya lembaga survey AC Nielsen yang mampu menentukan rasio penonton yang menyaksikan sebuah tayangan. Lalu ada apa dengan penonton-penonton AC Nielsen? Apakah semuanya akan lebih memilih sponge bob daripada menyaksikan keindahan alam, sejarah islam, dan budaya nusantara yang kesemuanya telah disediakan Allah untuk kita agar kita bersyukur?

Aku pun tidak tau jawabannya.

Bagiku Perjalanan 3 Wanita punya konsep menarik. Bukan hanya jalan-jalannya, tapi juga karena ada sentuhan islami di dalamnya. Membuat kita menyadari kebesaran illahi juga bersyukur pada-Nya. Dan pendapat ini bukan subjektif karena aku host nya, loh. Apakah teman-teman akan berpendapat sama seperti aku? Aku, dan teman-temen yang lain, tentunya akan sangat terbuka menerima komentar-komentar mengenai ini.

Secara pribadi, aku pun banyak belajar selama menjadi host nya. Amat banyak, mungkin akan aku bahas pada postingan lainnya, biar ga kepanjangan. Yang jelas, aku merasa perjalanan 3 wanita seperti satu keluarga buat aku. Temen-temen yang mendalangi acara ini bener-bener seru, lucu-lucu, dan hebat-hebat. Selama syuting semua dijalani dengan enjoy (ga berasa kaya kerja) walau pundengan segala keterbatasan yang ada dan amat banyak kendala yang dihadapi.

Bapak Tegil (otak tayangin ini) selalu punya solusi menghadapi permasalahan-permasalahan yang dihadapi selama syuting. Mba Fista selalu membuat rangkaian syuting menjadi lebih ceria. Mba Ade selalu bisa melihat masalah menjadi  santai dan sederhana. Mas Jagat seperti punya lebih dari miliaran kalimat (juga energi) yang membuat syuting menjadi lebih berstamina. Juga Dedeh yang membuat tayangan menjadi lebih sempurna. Dengan adanya Mas Angga, syuting selalu diliputi tawa terbahak-bahak dengan kekonyolannya. Semua itu membuat kegiatan syuting adalah satu hal yang sangat aku rindukan ketika tidak sedang syuting.

Mungkin, bagi teman-teman yang menyaksikan acara ini, hanya akan melihat sisi yang enak-enak dari tayangan ini. Tapi sebenarnya seringkali banyak hal-hal berat yang dihadapi. Badan sakit-sakit dan biru-biru, kulit luka-luka dan terbakar, banjir keringat (yang satu paket dengan bau nya), itu mah ga ada apa-apa nya. Materi syuting tak jarang menyerempet pada hal-hal yang berisiko tinggi (baca: kecelakaan). Tapi ini semua kita lakukan demi mempersembahkan tayangan yang terbaik baik pemirsa setia perjalanan 3 wanita. Alhamdulillah, sampai saat ini tim perjalanan 3 wanita merupakan tim yang tangguh dan ga gampang menyerah, karena sebenarnya kami semua masih ingin terus menemani pemirsa untuk mensyukuri nikmat illahi melalui tayangan ini.

Aku (secara personal) sering merasa terharu dengan teman-teman yang setia menyaksikan acara ini. Berkenalan dengan teman-teman baru di facebook, blog, bahkan di jalan adalah hal yang sangat berharga bagiku. Pernah berdesir  aliran darah di tubuhku ketika seorang ibu-ibu memelukku, dan bilang sangat senang dengan perjalanan 3 wanita.  Mendengar apresiasi dari mereka (pun kritikannya) membuat ku semakin termotivasi untuk selalu mempersembahkan yang terbaik untuk mereka. Mudah-mudahan motivasi dan semangat memberikan yang terbaik ini juga akan selalu ada pada diri Mas Tegil, Mas jagat, Mba Fista, Mba Ade, Dedeh, juga Dila dan Silvi.

Kami, akan terus menjelajahi  pesona nusantara bahkan hingga ke belahan dunia lain (begitulah closing episode ulang tahun yang ke 2 Perjalanan 3 Wanita). InsyAllah. Amin

*saksikan perjalanan 3 wanita, Kamis, jam 6 pagi di TRANS TV.

3 thoughts on “Perjalanan 3 Wanita di Kamis Pagi

  1. wah jadi terharu..dan memang kita adalah keluarga yang sangat harmonis yang penuh canda tawa ..he..he..wish all the best aja… insyaallah din….segalanya akan segera teratasi dengan jalannya sendiri, seiring beredarnya tata surya….kalaupun terasa tak adil pada akhirnya, tapi hakikatnya setiap ada perjumpaan ada pula perpisahan, begitu juga dengan kehidupan yang berakhir pada suatu kematian…wallahu alam bishwab

  2. Nggak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan mengerjakan sesuatu dengan hati, jiwa, dan semangat. Itulah yang selalu kami lakukan untuk program ini. Jika terlihat kekurangan pada diri kami, memang itulah sebenarnya wajah kami. Ketidaksempurnaan memang menjadi bagian dari kami.

    Teman-teman host, 2 minggu, 2 tayangan adalah waktu yang sangat singkat untuk menilai sesuatu. Tapi kami sudah berusaha, ya itu tadi, dengan jiwa, hati, dan semangat untuk keluarga kami: PERJALANAN 3 WANITA.

    Usaha tetap akan kami lakukan, over the limit!!! Never doubt of it!!! Namun, kini hanya doa yang bisa kami lakukan untuk “keluarga” kami, karena hanya Dia Yang Maha Tahu apa yang terbaik, yang paling baik bagi “keluarga” ini, hanya Dialah Sang Maha Penentu, penentu yang terbaik bagi umat, yang memohon padaNya…

  3. Menyentuh.. Aku pribadi merasa bahagia dan begitu bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Dan ga ada yang lebih menyenangkan dari mengerjakan program jalan-jalan sekaligus syiar Islam ini. Makna dari bekerja di program ini begitu mendalam. Dan ga mungkin aku bisa merelakan program sedalam ini hilang begitu saja. Tapi jangan khawatir bu, semua itu sudah ditentukan jalannya, seperti benda2 langit yang beredar menurut orbitnya. Kita akan selalu memberikan yang terbaik, gak kurang dari itu. Dan kalau yang terbaik itu ternyata tidaklah cukup, maka tidak perlu ada keseduan disitu. Berbangga dan berbahagialah, karena kita sudah memberikan apa yang kita punya, karena hasil bukanlah wewenang kita, karena nilai adalah diluar jangkauan kita. Keberhasilan dan kegagalan bukanlah beban bagi otak abu2 ini, biarkan ia tetap menjadi wewenang Sang Pemilik Mentari, karena cuma Ia yang tahu apa yang terbaik bagi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s