Basa Basi Patah Hati

Siapa yang mau patah hati. Gak satu pun.

Waktu patah hati dulu, aku berjanji gak mau mengulangi nya lagi. Tapi ternyata, itu tetap terjadi. Saat itu aku berpikir, ah, mungkin aku belum cukup dewasa untuk mengendalikan perasaan ku. Mungkin aku masi kebawa emosi.

Lalu, saat usia ku (kurasa) sudah mulai beranjak dewasa, ternyata aku masih merasakan patah hati itu lagi. Aku merasa, apa aku seperti keledai. Mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Bukan kah orang pintar tak akan mengulangi kesalahan yang sama apa lagi sampai berkali-kali.

Tapi patah hati, layak nya cerita basi yang selalu mengisi hari-hari ku. Ketika semakin dewasa, patah hati itu terasa kian sakit. Lalu, aku kembali berjanji, ini tak akan terjadi lagi dalam fase hidup ku. Tidak akan. Berusaha keras aku mempertahankan hubungan ku yang luluh lantak itu. Aku ga mau patahhati lagi. Itu tekad ku, alasan ku, mengapa aku begitu keukeuh (mareukeuh) mempertahankannya. Mengapa aku berusaha keras merubah kepribadian ku menjadi seseorang yang diinginkannya. Orang-orang bilang, tak perlu segitunya kalau memang ga bisa. Kamu berhak bahagia, dan harus punya jati diri. Ternyata o ternyata, cinta itu bukan hanya buta, tapi juga tuli. Cinta membuatku tak mau mendengar, toh tak ada salahnya, berubah demi kebahagiaan orang yang kita cintai.

Pada akhirnya, tak ada yang bisa dipaksakan. Begitu pula cinta. Walau pun menyakitkan, keputusan itu harus diambil. Palu pun harus diketok. Meski berat.

Anyway, broken heart is not the end of the world. Hari-hari ku akan terus berjalan. Berjalan senormal yang ia bisa.

Diselimuti orkes patah hati itu, ternyata kita masih boleh percaya kalau cinta ada di mana-mana. Being single is privilege (pembelaan kaum single). Termasuk karena bisa merasakan jatuh cinta lagi. Bahkan, bisa jadi akan lebih hebat dari cinta pertama yang kita rasakan waktu SD dulu.

Lalu aku bimbang. Apa dengan jatuh cinta, aku juga harus mempersiapkan diriku untuk patah hati lagi? Apakah kisah ‘happily ever after’ itu cuma dalam dongeng? *sigh

Aku ga mau patah hati lagi. Im begging.

One thought on “Basa Basi Patah Hati

  1. Dinna, patah hati itu alamiah.
    Jatuh cinta juga alamiah.
    Memang benar kata mama ku, kalo berani jatuh cinta, harus siap patah hati.
    Ga semua keadaan bisa berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita inginkan.
    Mungkin untuk mendapatkan cinta sejati (a.k.a jodoh) itu mungkin berliku-liku. Harus negarasain patah hati dulu, dan sebagainya, dan sebagainya.
    Klise sih. Tapi itu lah hidup.
    Penuh dengan kebahagian, keharuan, dan kesedihan.
    Tetap semangat menapaki jalan ke depan.
    Oceee..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s