Tersihir Keindahan Gunung Bromo

Dinginnnnn,,, buru-buru aku masuk penginapan ketika sampai sekitar pukul 10 di penginapanyang sudah tak jauh dari lokasi wisata Gunung Bromo. Tapi kehangatan tak juga kutemukan. Tempat tidur di penginapan itu sulit dibedakan antara basah, lembab, atau basah. Saking dinginnya.

Ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka pun rasanya malas. Tak mau berlama-lama menapakkan kakiku di lantai. Aku segera menyelimuti tubuhku, agar lebih hangat. Untung ngantukku mengalah kan dingin malam itu.

Jam 3 pagi (ngaret beberapa menit) kami bersiap. Pake baju setebel-setebel nya. dan sepanjang-panjangnya. Sayangnya aku ga persiapan jaket yang agak panjang sampe separo betis atau kalo ga mau lebay di atas lutut dikit. Pokoknya sehangat mungkin. Dont wear jeans! Dingin. But i did😦 Sarung tangan dan sarung kepala it a must!

Sunrise

Sunrise

Menaiki mobil 4 wheel jeep – hardtop yang disewa dengan harga sekitar 275 ribu inc driver dan BBM untuk one Bromo Trip sampe kembali lagi ke penginapan, kami menuju ke penanjakan untuk menantikan sunrise. Saat itu, ramai sekali turis-turis asing juga lokal. Padahal bukan weekend loh..

Siaga di penanjakan sekitar pukul setengah lima – setengah enam, kita menikmati terbitnya matahari dengan semburat merah yang muncul perlahan. Subhanallah,,

Dari sana kita juga bisa melihat lautan pasir dengan hiasan 3 serangkai (Gunung Bromo, Tengger dan Semeru).P1010137

Ketika matahari sudah mulai meninggi, saatnya melihat dari dekat lautan pasir yang sedari tadi kukagumi. Kami melanjutkan perjalanan dengan kendaraan yang disewa untuk satu trip wisata bromo. Sekitar 30 menit perjalanan dengan melewati jalanan berkelok dan menurun terjal. Pantas saja, tidak sembarang mobil boleh dan mampu melewati jalan ini.

Kami sampai di lautan pasir itu. Segerombolan kuda-kuda dengan joki nya mendekati mobil kami. Menuju puncak bromo, kita bisa menyewa kuda atau kalo pengen olahraga dikit, bisa jalan kaki. Kami memilih menunggang kuda. Sewa kuda nya sekitar 80-100 ribu dan setiap kuda punya nama-nama yang unik.

Mengendarai kuda, sebenarnya tidak perlu keahlian khusus. Cuma kita harus sedikit lebih bersahabat dengan kuda tersebut. Bersahabat di sini bukan berarti harus mengemong atau sejenisnya. Justru harus di pecut biar jalan.

menuju kawah Condrodimuko

menuju kawah Condrodimuko

Dari kejauhan sudah tampak pemandangan indah menuju kawah condro dimuko. Untuk sampai ke kawah nya, kita harus menaiki sekitar 400 anak tangga.

Aku benar-benar kagum dengan keindahan Gunung Bromo. Jauh-jauh ke pelosok Indonesia, ternyata, di pulau Jawa pun ada panorama surgawi yang membuat ku tersihir.

Perjalanan pun harus berakhir karena kami harus melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya tak jauh dari kawasan wisata Gunung Bromo.

BROMO

BROMO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s