Jakarta Mencekam

MasyaAllah,,

Aku merinding dengar berita yang berseliweran di media TV, media on line, bahkan up date an status di Facebook, Yahoo Messenger dan Twitter. Pagi-pagi udah denger berita yang ga nge enakin. Berawal dari telepon adek ku, yang memastikan aku ‘yang saat itu sedang perjalanan ke kantor yang notabene masi terbilang di kawasan kuningan’ baik-baik saja. Langsung saja aku melihat up date-an berita on line, untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Saat itu baru http://tempointeraktif.com yang mengeluarkan berita nya. Salah satu media TV sempat ada yang anteng dengan acara musik yang ditayangkan, ada yang live interaktif dengan aparat tapi tidak memberitakan berita peledakan bom tersebut, dan syukurlah masih ada beberapa media yang terus meng-update perkembangan beritanya peledakan bom tersebut.

Ledakan Bom, Ritz Carlton - J.W. Marriot, Mega Kuningan, Jakarta

Ah, tentu postingan ku kali ini bukannya sedang ikutan meng update berita nya. Update an berita yang berseliweran di media tentu nya sudah mencukupi bagi kita. Tapi, kejadian ini seharusnya menjadi cambukan buat kita agar lebih waspada.

Seringkali kita sudah merencanakan tatanan kehidupan yang amat apik, tapi di satu sisi ada hal-hal yang terjadi di luar dari daya kita. Keseharian ini akan terus didatangi masalah, masalah, dan masalah, yang bisa jadi bukannya makin sedikit tapi malahan makin banyak. Memang begitulah realiti yang tidak bisa kita nafikkan.

Belum usai dengan simpang siurnya hasil perhitungan KPU untuk menentukan sosok pemimpin negeri ini, juga usaha pengkerdilan KPK oleh lembaga-lembaga negara dan para koruptor, Jakarta kembali dikejutkan dengan peristiwa peledakan Bom pagi ini yang terjadi di dua hotel mewah di Jakarta –Ritz Carlton Hotel dan J.W. Marriot Hotel- Masalah seolah tak pernah usai, seakan ada saja pihak-pihak yang membuat onar. Kita, sibuk menyalahkan. Menganalisis dari unsur politik, budaya, ekonomi, dan lain-lain.

Masalah yang datang, tumpang tindih minta diselesaikan. Tapi adakah kita berjiwa besar untuk itu? Atau hanya keluhan yang menggerogoti ucapan pada setiap detik keseharian kita? Selesai masalah yang satu, bukan lantas hari-hari kita menjadi ‘happy ending story’ Masalah akan selalu ada, karena nya kita diminta untuk kuat, ikhlas dan bersabar. Memahami, bahwa masalah-masalah itu bukan hanya kita yang memiliki. Bukan hanya negara ini yang ketiban. Orang lain, pun negara lain, punya masalah. Kita semua punya hak untuk bersedih, berduka, bahkan marah.  Aku, memilih untuk tidak menyalahkan siapa-siapa. Dengan mengedepankan hati, aku berhak untuk bersedih, berduka, dan marah.

Setiap orang berhak bahagia. Kita semua.

Turut berduka cita kepada semua korban peledakan bom di Ritz Carlton dan J.W. Marriot, Mega Kuningan, Jakarta.

*All we have to do is pray. We need to have a little faith. For, siblings: Nun, imim, belel, and denya.

Posted in Oh

One thought on “Jakarta Mencekam

  1. Alhamdullilah, ternyata dengan membaca kita bisa bertambah ilmu, aku punya problem keluarga, tapi sampai saat ini belum mendapatkan jalan keluarnya,,,,,,,,,,,ya mungkin Allah masih menguji aku… kalau boleh aku share sama kamu dan minta sedikit nasihat, syukur alhamdulillah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s