Suka Suku Suka-Suka

Semalam aku menerima bbm (blackberry messenger) dari seorang teman. Dia mengeluhkan orangtuanya yang menginginkannya memiliki istri dari suku yang sama. Usia, materi, dan mental yang dimilikinya, menurutku, sudah cukup (matang) untuk menikah.

Memang, aku ini amat awam kalo berbicara masalah pernikahan. Entah belum cukup dewasa, entah otakku memang terlalu pendek untuk dipake mikir hal seserius itu. Bagiku menikah adalah impian indah yang menjadi nyata ketika aku datang ke setiap resepsi teman, dan mimpi buruk ketika melihat pernikahan-pernikahan yang berakhir dengan perceraian.

Saat ini, teman ku itu belum punya pacar (yang jomblo, yang jomblo, silahkan, diobral, hehe). Bukan karena ga laku, tapi karena jarang sekali dia terlibat hubungan dekat dengan wanita yang bersuku sama. Ketika sudah mulai dekat dengan yang satu, dia ingat lagi bahwa hal itu akan mengecewakan orangtuanya.

Kejadian itu tidak hanya terjadi dengan teman ku.

Ada lagi seorang teman begitu setia memintaku untuk menjadi pasangannya (baca: istri). Bayangkan, hal ini terjadi hampir sepuluh tahun. Awalnya aku berpikir, apa yang istimewa dengan ku sampai dia begitu betahnya. Merasa tidak ada yang istimewa denganku, juga hatiku. Bahkan tidak sedikit pun aku mempertahankan agar dia tetap jatuh cinta pada ku. Selama itu, aku tidak melakukan hal yang orangtua bilang jinak-jinak merpati. Dia tau apa yang aku rasakan, mengapa sejauh ini aku tidak bisa bersama nya yang pasti bukan karena hal se’prinsip’ suku – kecuali takdir menentukan lain.

Sepanjang dekade itu, bukannya dia tidak punya pacar. Aku, menjadi tempat cerita saat dia jatuh cinta atau patahhati dengan si itu dan si iti. Ujung dari ceritanya, lagi-lagi dia menyatakan ragu dengan apa yang ia jalani sekarang, dan kembali, meminta ku untuk bersamanya. Belakangan aku mulai paham, kenapa dia begitu ngotot nya dengan ku. Ternyata dari sekian petualangan cinta yang dialaminya, aku lah yang memiliki suku yang sama dengan (orangtua) nya.

Di satu sisi, kasian dengan pacarnya, dengan dia, dengan orangtua pacarnya, bahkan mungkin dengan orangtua nya sendiri. Ya, karena memang tidak ada yang bisa disalahkan. Orangtuanya sudah menjadikan kesukuan itu sebuah prinsip. Dia dan pacarnya? Siapa yang mampu membendung anugerah jatuh cinta itu. Orangtua pacarnya pun tak bisa disalahkan karena melahirkan pacarnya dengan suku tersebut. Belum jodoh kah? Atau menentang jodoh?

Kalau boleh memilih, aku pun ga mau dipilih atas dasar suku. Atau tidak dipilih karena suku. Bagaimana kalau ternyata aku tidak mewakili ‘orang Padang’ kebanyakan? Biarlah suku menjadi budaya Indonesia yang kita banggakan. Bukan malah jadi kotak-kemotak antara suku yang satu dengan suku yang lain. Tidakkah kita melihat begitu indahnya keanekaragaman suku terbentang dari Sabang- Merauke yang menjadi bukti kekayaan sejarah dan budaya.

Toh, kita semua sudah mendeklarasikan percaya bahwa kita semua berasal dari nenek moyang yang sama, Adam dan Hawa. Why so serious?

Memang, masing-masing suku punya identitas tersendiri. Tapi aku sangat menyadari, hal tersebut sama sekali tidak bisa digeneralisasikan. Pernah lihat  kehidupan rumah tangga ‘Bang Tigor dan Welas di suami-suami takut istri?’ Hal tersebut pun, bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Orang bilang, orang Padang itu suka pedes, tapi kenapa aku suka sekali kecap? Orang jawa itu lemah lembut, tapi semalam aku mendengar teman ku memaki-maki supir truk. Ada lagi yang bilang orang Padang itu pelit, mmhh, emang iya sih, aku agak pelit (dikit). Hehe.  Jadi, apakah ini perkara suku?

Tapi ya, aku yakin kita semua bisa buka mata tentang prinsip kesukuan itu. Apalagi jaman sekarang, terbuka soal suku bukan hal yang  tabu, kurasa. Yang masih kental dengan prinsip kesukuan itu, silahkan saja. Asal jangan jadi perpecahan dan membuat semakin banyak obstacles yang menimbulkan perselisihan, sakit hati, atau bahkan dendam. Naudzubillah.

Posted in Oh

One thought on “Suka Suku Suka-Suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s