Tari Kecak Kala Matahari Tenggelam

Sore itu, aku, dila dan silvi berkumpul di Uluwatu. Seperti kebanyakan tempat wisata di Bali, di sana pun ramai wisatawan, terutama dari mancanegara. Banyak monyet yang mengiringi perjalanan menuju Pura Uluwatu tersebut. Untuk kesana, kita harus memakai ‘selendang’ yang merupakan simbol suci. Mereka menyebut nya selendang. Tapi kalo yang aku lihat bentuk nya lebih kaya tali kain. Untuk yang memakai celana pendek, disediakan kain panjang untuk menutupi paha dan tungkai kaki. Karena di sini tempat ibadah, memang diharuskan berpakaian tertutup dan sopan.

Kami menuju tribun. Semakin sore semakin ramai. Harus buru-buru duduk Ramaiagar kebagian tempat yang nyaman. Di sini lah atraksi tari kecak akan berlangsung. Keeelokan budaya Indonesia dibuktikan di sini. Keunikan tari kecak dipadukan dengan indahnya matahari terbenam. Tarian ini tanpa diiringi alat musik. Suara-suara dari para penarinyalah yang menambah semarak atraksi ini. Luar Biasa. Gelak tawa dan ketakjuban berpadu di segala sudut pandang.

Apalagi saat lingkaran api dinyalakan. Sempet kaget juga, tapi ternyata kobaran api itu menambah keunikan atraksi tersebut. Keren. Keren.

Aku kutip cerita cerita tarian ini, ya.

Atraksi Api

Karena akal jahat Dewi Kakayi (ibu tiri) Sri Rama, putra mahkota yang sah dari kerajaan Ayodya diasingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata, dengan ditemani adik laki-lakinya ( Laksmana) serta Istrinya (Dewi Sita) yang setia. Sri Rama pergi kehutan Dandaka, pada saat mereka berada di hutan, mereka di ketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang raja yang lalim, dan Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita, Ia lalu membuat upaya untuk menculik Dewi Sita dan ia di bantu oleh Patihnya Marica. Dengan kesaktiannya, raksasa Marica menjelma menjadi kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian mereka berhasil memisahkan Dewi Sita dari Rama dan Laksmana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengkapura. Sri raman raja yang Rama dan Laksmana berusaha menolong Dewi Sita dari cengkkejam itu, atas bantuan bala tentara kera di bawah pimpinan Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Megananda, putranya sendiri. Akhirnya Sri Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s