Benar atau Salah

Dengan beraninya kita berbicara tentang benar atau salah. Saya benar, kamu yang salah. Memang berat mengakui kesalahan. Masing-masing ego kita mengatakan bahwa kita benar.

Kita tau kita lah yang salah, tapi siapa yang mau disalahkan. Kita pun kemudian terus-terusan membela diri, dengan dalih ini dalih itu. Kalau ketauan salah, waduh bisa ribet urusannya. Mesti tanggung jawab ini itu. ‘Lempar batu sembunyi tangan’ kalau kata pepatah. Ganti rugi, minta maaf, atau  tanggung jawab lain menjadi hal yang sulit untuk dilakukan.

Maling misalnya, sudah tau salah, tapi tetap dilakukan. Disuruh mengaku maling pun tentu mengelak, segala alasan tak masuk akal diucapkan, padahal sudah jelas barang bukti di tangan. Lalu bak drama di sinetron-sinetron kemudian mengaku, saya dijebak. “Bukan saya yang melakukannya” Ya, bisa saja yang tertuduh maling itu memang dijebak, tapi bisa jadi tidak. Bisa jadi kalau ternyata memang benar dia maling nya. Lalu kepercayaan pun sudah tidak bisa diandalkan di sini.

Kita berpikir, ada lagi. Lah kalau sudah tau salah kenapa saya lakukan. Yang saya lakukan saat ini ya karena tau ini hal benar. Itu lah lalu yang membuat kita tak mau goyah sedikit pun dengan pernyataan ‘saya lah yang benar’ dan kemudian mengaku kesalahan. Mau melunakkan hati pun rasanya susah, karena saya rasa, saya pikir, dan sudah saya renungkan lagi dari segi A, B, C, kemana-kemana, saya yang benar. Maka mengakui kesalahan untuk sesuatu yang kita anggap benar pun tentu jauh lebih susah. “Wong saya bukan maling, kok, disuruh mengaku maling”

Bagaimana dengan menjadi di antaranya. Tidak membenarkan tidak juga menyalahkan. Apatis kah? Ntah lah. Kalau tidak tau apakah seharusnya yang dibenarkan memang hal benar dan yang disalahkan memang hal salah, lalu harus apa? Diam saja? Mungkin ga juga. Cari tahu? Boleh aja. Kalau sudah tau?  Sudah tau salah, kenapa dibenarkan. Itu keterlaluan. Bagaimana jika dua-dua nya salah? Kenapa harus mati-matian membela. Katakan salah kepada keduanya. Katakan benar jika memang benar.

Kesimpulannya, siapa yang benar atau siapa yang salah? Pikir-pikir.

*ini tentang dua kubu itu. Yang sangat populer di sepanjang tahun 2009.

Posted in Oh

One thought on “Benar atau Salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s