Salah Kostum di Taman Kota

Jalur Pipa Gas Dua atau Taman Kota, Serpong.

Katanya ini jalur sepeda an yang baru. Karena termasuk cyclist baru yang masi excited, segala tempat yang mumpuni buat sepedaan dicoba. Atas promosi dari seorang teman, yang bilang kalo tempat nya asik banget buat sepedaan karena udaranya masi segar, teduh, dan ga terik kena polusi macem-macem, berangkat lah kita ke sana.

Sampai di sana, agak kaget juga, gak ada yang bawa folding bike. Dan seketika aku langsung merasa salah kostum. Wondering, di sini pasti jalur khusus buat montain bike. Padahal, sebelum berangkat, aku udah make sure dulu (cuma hasil tanya-tanya) apa jalur ini bisa buat sepeda lipet. Sebagian bilang ‘pake aja sepeda lipet, cuma yaaa, sayang sepedanya’.

Well, sepeda apa pun yang dipake gak mengurangi semangat ku untuk bersepeda, walaupun akhirnya pasrah kalo ga bisa sepedaan sepuas-puasnya di sini. Terbatas oleh track yang khusus dibuat untuk mountain bike.

Aku bersama dua partner yang keduanya pake mountain bike. Karena ga mau cuma manyun nunggu mereka, aku ngikut aja jalur mereka. Baru mulai aja, track nya udah ga compatible buat sepeda lipat. Jalannya turunan curam yang sebelahnya jurang. Atau tanjakan yang bikin napas ngos-ngosan sampe abis. Untungnya, di beberapa rute ada jalur yang bisa dipilih. Aku memilih jalur yang lebih bersahabat dengan sepeda ku. Tentunya di beberapa jalur, aku gak bisa lagi milih, karena mau ga mau harus liwat jalur itu.

Lagi-lagi aku beruntung bersama partner yang mau ngeloni sepedaku. Sesekali, partner-partnerku itu, terpaksa harus bolak balik, ngebawain sepeda ku. That’s just too sweet, actually ๐Ÿ˜‰ hehe.

Sekali, aku mendapat komen ‘wuih, baru kali ini liat sepeda lipet nyampe sini, hebat, hebat.’ Dan aku yakin itu bukan pujian. Ya, terang aja nyampe, karena dikit-dikit sepedanya dijinjing. Dan aku semakin ngerasa salah kostum.

Over all, jalur sepeda di Jalur Pipa Gas dua ini kasi jempol empat, deh. Seru buat yang suka tantangan bersepeda. Tantangannya dapet, keringatnya ngucur, gosongnya juga jadi. Dan yang paling kudu banget, next visit, harus pake mountain bike ke sini. Ke sana lagi yuuk ๐Ÿ™‚

Advertisements

What a (fun) bike!

Seperti kebanyakan ABG (ngaku-ngaku) lainnya yang selalu ngikutin trend, pas trend sepeda lagi booming, aku, salah satu yang dengan sengaja jadi ‘korban’nya.

2 tahun belakangan (atau lebih?) sempat rame istilah bike to work. Dimana orang-orang mulai membiasakan diri untuk ke kantor dengan menggunakan sepeda. Ide nya bagus, biar ga macet, ngurangin polusi dan yang paling penting bagus buat kesehatan pengendaranya.

Aku, bukan salah satu orang yang memilih untuk mengendarai sepeda ke kantor. Tapi menjadi salah satu orang yang sekarang gandrung bersepeda. Sudah 3 weekend belakangan kuhabiskan dengan bersepeda dan terbukti dengan perubahan kulitku yang berubah menjadi lebih gelap (kata orang-orang).

Kemaren, karena termasuk pesepeda yang baru dan masih semangat-semangatnya, aku dan 2 orang teman ku ikut an Funbike di Taman Bunga Mekar Sari Cibubur. Awalnya kita pikir, wah kayanya asik sepedaan keliling Taman Bunga. Pasti banyak yang bisa dilihat, bunga-bunga warna-warni dan buah-buahan segar yang ditanam diharapkan bisa menyejukkan pandangan mata saat akhir pekan.

Ternyata salah, rute funbike yang dipilih pantia bukan keliling taman wisata itu. Melainkan keliling kampung Cibubur. Awalnya santai sekedar berkomentar ‘rute apa ini? yaa, ngikut ajalah’ย  Sliweran terdengar kalo rute yang dilewati adalah sejauh 20 km. Agak kaget, ah ga mungkin, pesertanya aja dari yang lanjut usia sampe anak-anak. Rute yang dilewati pasti rute biasa yang bener-bener fun, ga bakalan terlalu cape.

Benar saja, aku hanya bisa bilang Watta a fun bike! Saat itu aku merasa mana ini garis finishnya, ga nyampe-nyampe. Kawasan Cibubur itu sama sekali ga akrab dari pandangan ku. Sekilo dua kilo tiga kilo, dan persepedaan itu ga menemukan ujungnya. Melewati jalan raya yang berdebu dan berlubang, bersaing dengan bis kota, truk, kontainer, dan mikrolet yang mengusai jalanan. Aku ketinggalan rombongan fun bike, juga meninggalkan dua orang temen ku. Sesekali aku melewati peserta lain yang beristirahat. ‘Hallo – hallo’ sebentar terus lanjut jalan lagi.

Melewati perumahan cluster, juga perdesaan. Dari jalan mulus beraspal, jalan aspal berlubang, jalan grudukan berbatu, jalan pasir berdebu, sampai jalan tanah becek an, semua ditelusuri dengan folding bike ku yang usianya belum sebulan itu (pamer sepeda baru ๐Ÿ˜‰ )

Tidak banyak berkenalan dengan peserta yang lain. Mungkin terlalu cape, maklum pesepeda pemula, baru medan segitu doang udah kecapean. Tapi seruu. Thank’s to chika dan alfamart ๐Ÿ™‚

Weekend ini sepedahan kemana??