What a (fun) bike!

Seperti kebanyakan ABG (ngaku-ngaku) lainnya yang selalu ngikutin trend, pas trend sepeda lagi booming, aku, salah satu yang dengan sengaja jadi ‘korban’nya.

2 tahun belakangan (atau lebih?) sempat rame istilah bike to work. Dimana orang-orang mulai membiasakan diri untuk ke kantor dengan menggunakan sepeda. Ide nya bagus, biar ga macet, ngurangin polusi dan yang paling penting bagus buat kesehatan pengendaranya.

Aku, bukan salah satu orang yang memilih untuk mengendarai sepeda ke kantor. Tapi menjadi salah satu orang yang sekarang gandrung bersepeda. Sudah 3 weekend belakangan kuhabiskan dengan bersepeda dan terbukti dengan perubahan kulitku yang berubah menjadi lebih gelap (kata orang-orang).

Kemaren, karena termasuk pesepeda yang baru dan masih semangat-semangatnya, aku dan 2 orang teman ku ikut an Funbike di Taman Bunga Mekar Sari Cibubur. Awalnya kita pikir, wah kayanya asik sepedaan keliling Taman Bunga. Pasti banyak yang bisa dilihat, bunga-bunga warna-warni dan buah-buahan segar yang ditanam diharapkan bisa menyejukkan pandangan mata saat akhir pekan.

Ternyata salah, rute funbike yang dipilih pantia bukan keliling taman wisata itu. Melainkan keliling kampung Cibubur. Awalnya santai sekedar berkomentar ‘rute apa ini? yaa, ngikut ajalah’  Sliweran terdengar kalo rute yang dilewati adalah sejauh 20 km. Agak kaget, ah ga mungkin, pesertanya aja dari yang lanjut usia sampe anak-anak. Rute yang dilewati pasti rute biasa yang bener-bener fun, ga bakalan terlalu cape.

Benar saja, aku hanya bisa bilang Watta a fun bike! Saat itu aku merasa mana ini garis finishnya, ga nyampe-nyampe. Kawasan Cibubur itu sama sekali ga akrab dari pandangan ku. Sekilo dua kilo tiga kilo, dan persepedaan itu ga menemukan ujungnya. Melewati jalan raya yang berdebu dan berlubang, bersaing dengan bis kota, truk, kontainer, dan mikrolet yang mengusai jalanan. Aku ketinggalan rombongan fun bike, juga meninggalkan dua orang temen ku. Sesekali aku melewati peserta lain yang beristirahat. ‘Hallo – hallo’ sebentar terus lanjut jalan lagi.

Melewati perumahan cluster, juga perdesaan. Dari jalan mulus beraspal, jalan aspal berlubang, jalan grudukan berbatu, jalan pasir berdebu, sampai jalan tanah becek an, semua ditelusuri dengan folding bike ku yang usianya belum sebulan itu (pamer sepeda baru😉 )

Tidak banyak berkenalan dengan peserta yang lain. Mungkin terlalu cape, maklum pesepeda pemula, baru medan segitu doang udah kecapean. Tapi seruu. Thank’s to chika dan alfamart🙂

Weekend ini sepedahan kemana??

3 thoughts on “What a (fun) bike!

  1. buatku, sepedaan itu bukan tren jg, sih.
    soalnya udah sepedaan dr jaman SD, din.😄
    ke sekolah, ngaji ke mesjid dulu jg sepedaan dr rumah.
    kalo di jakarta, aku ga pernah sepedaan soalnya ga tahan polusinya itu. TT__TT
    yg ada bukan tambah sehat, bisa2 tambah sakit.😐
    tp sekarang karena udah pindah ke BSD, kayaknya pengen sepedaan lg deh.
    aku lg ngincer city bike! seneng sepedaan seputar jalan raya doang.😛

    wah, kayaknya seru banget ya acaranya.
    ada aditya sani jg, nggak?😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s