Imim to Halmahera

Saking jarang foto bedua, foto lama aja deh, yg diupload :)Aku dilahirkan dengan memiliki saudara kembar. Memang, tidak sekembar itu, tapi pada kenyataannya, memang kembar. Di beberapa hobi, minat, dan sikap, tidak semuanya sama. Tapi juga bukan apa yang orang – orang bilang, kalau kembar biasa nya punya ikatan batin lebih kuat atau naluri indra ke enam (???) satu sama lain. Ah, kayanya enggak juga. Mungkin tidak lebih dari apa yang teman-teman (yang tidak kembar) rasakan terhadap kakak atau adik sendiri.

Beberapa menanyakan pada ku (juga kembaranku, dan kembar-kembar lainnya), gimana rasanya menjadi anak kembar. Lalu aku balik bertanya. “Well, gimana rasanya menjadi tidak kembar?” Hehe. Kita sama-sama tidak pernah merasakannya, bukan. Kamu menjadi kembar, dan aku menjadi tidak kembar.

Kita juga bukan saudara kembar yang selalu kemana-kemana bareng. Sejak TK pun kita tidak pernah sekelas. SMA sampai kuliah pun udah beda sekolah.

Tapi hari ini (1 Juni 2010), kembaran ku (entah kenapa agak males menyebut dia kembaran ya?) itu berangkat ke Halmahera, untuk sebuah pengabdian kepada Negara, PTT untuk dokter gigi maksudku. Selama enam bulan. Kalau diingat-ingat mungkin ini adalah waktu paling jauh dan paling lama kita pisah. Lebay ya? Hehehe. Dulu pernah, pas kuliah waktu aku tinggal KKP selama kurang dari 2 bulan. Tapi di hari ke 10 KKP ku, dia mengunjungiku.  Dan itu cukup, lagipula jaraknya ga jauh, Jakarta Tegal. Hahaha.

Well, sebut saja namanya Dilla. Atau kami di rumah memanggil dia Imim, adik-adik cowo ku lebih senang memanggil dia Mimbon. Mungkin di antara teman-teman telah, sedang atau bahkan belum menemukan soulmate masing-masing. Itu yang sebagian orang sebut dengan pasangan hidup. Sesekali, ketika aku cape menemukan pasangan hidup ku yang sebenarnya (baca:hopeless), lalu aku merasa, itu mungkin karena Tuhan sudah menyediakan soulmate untukku sejak lahir. Curcol dikit.

Halmahera selama enam bulan, itu jarak yang paling jauh dan akan menjadi paling lama. Yang lebih parah lagi, sinyal bakal susah banget di sana. Boro-boro blackberry, sinyal GSM aja, udah sukur banget. Begitu isunya. Padahal lihat lah sekarang, seberapa kuat blackberry telah membuat kita ketergantungan. Selama ini, aku memang gak ketemu dia setiap hari. Tapi, BBM dan komunikasi lain jalan terus. Bagi ku, cuma sama dia aku bisa sharing apa aja. Tanpa kawatir dianggap aneh, freak atau abnormal ;) Memang, sejauh ini, dia adalah tempat uring-uringan paling dapat diandalkan sepanjang hidupku. Hehe.

Lalu bagaimana dengan enam bulan ke depan, baiklah, akui saja aku memang wanita super mellow. Tapi, toh keberangkatan dia adalah untuk kebaikan dia juga. Sekalian berharap, aku punya kesempatan untuk liburan ke sana. Sekarang rasanya, mmh, ya, bagaimana jika teman-teman terpisah ‘jauh’ dan (cukup) lama dengan soulmate sendiri. Ya, begitulah rasanya.

Oke, baik-baik ya, mim. Good luck there. 6 bulan ga lama, InsyAllah. See you, soon🙂

5 thoughts on “Imim to Halmahera

  1. aku udah kenal kalian sejak SD, ya?
    dan rasanya kalian memang berbeda.😀
    eh, tp aku sempet beberapa kali sekelas sama Nieke, kembaranku.
    waktu SMP sekali, pas SMA 2 kali.

    dulu waktu pertama kali kuliah, aku dan nieke beda lokasi kampus.
    aku di grogol, dia di cemput. 2 tahun lah pisah kos.
    pas awal2 aku jg ngerasa kesepian bgt, ada yg kurang…
    tp lama2 jd terbiasa jg.😉
    sekarang pun, waktu dia udah nikah dan pindah ke semarang, aku jd gak terlalu merasa kehilangan lg.😀
    karena kadang aku jg ke sana jengukin dia, atau dia yg jengukin aku.
    yg kamu butuhkan cuma waktu, din.
    lama2 jg pasti akan terbiasa jauh dr kembaranmu sendiri. ^^

  2. Sedih deh bacanya..aku sayang kalian berduaaaaa..

    Btw,aku juga merasa udah menemukan soulmate (smoga,amin) dan sebenernya bukan kuantitasnya yang penting din..tapi kualitas..jadi walopun kalian terpisah jauh sehingga kuantitas bertemu berkurang,aku taulah kualitas hubungan kalian kaya gimana..

    Miss u din..alias kangen aku ama kaw..

  3. Dinna, tetap semangat ya…
    dan buat Dilla aka Imim juga semangat!… perjuangannya di halmahera cuma sementara kok…

    InsyaAllah cepat kembali…

    Bener tuh yang penting kualitas bukan kuantitas.
    Lagi pula anak kembar biasanya ada kontak batin…hehehehe…sinyal GSM apalagi Blackberry lewat laaah…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s