Menabung

Makin tua, makin adaaa aja ajakan untuk berinvestasi dengan macam cara. Beberapa telp berdatangan untuk menawarkan asuransi dengan premi ringan, jaminan hari tua, atau keuntungan berinvestasi lainnya, apa pun itu istilahnya. Saya, sebagai orang yang gampang an, selalu dengan niat baik mendengarkan berbagai promo yang ditawarkan. Sekalian itung-itung merhatiin cara orang berkomunikasi or promosi, yang menarik atau yang ga menarik. Tawaran berinvestasi tersebut masing-masing dengan nilai plus yang hampir sama. Kalau pun beda lalu ada kurang di sisi lainnya. Layaknya memilih pasangan hidup juga sebenarnya (kalau ada pilihan, hehe). Menarik sebenarnya tawaran-tawaran itu, tapi, kalau diikutin, akhirnya jumlah duit terbatas yang diterima setiap bulannya itu, abis buat investasi yang belum tau akan dipakai kapan (dan untuk apa).

Saya, jauh dari apa yang orang-orang bilang irit dan rajin menabung. Seringkali saya mengeluarkan uang (yang jumlahnya tidak seberapa itu) dengan tanpa pikir panjang untuk kebutuhan sehari-hari yang diperlu-perlu in. Menabung, sekali-kali, kalo sempet, kalo inget, dan yang paling penting kalo ada sisa.

Pikir punya pikir, untuk apa kita berinvestasi. belum tentu hidup kita masih ada besok. Wuih, serem amat yaa. hehe. Atau pikiran begini justru berbahaya kalau ternyata hidup kita masih sangat panjang, dan ga abis-abis. Sebagian memilih untuk menunda investasi, sebagian yang lain malah menjadikan investasi sebagai prioritas.

Balik lagi ke promosi investasi yang nawarin keuntungan ini itu ini itu yang banyak itu, lalu saya pun jadi bingung. Investasi macam apa yang harus saya pilih. Apalagi mengingat jumlah yang mau diinvestasiin, kadang ada (alhamdulillah) kadang ga ada. hehe. Mungkin kebingungan saya ini menjadi sasaran empuk bagi beberapa agen asuransi atau media investasi lainnya. Or malah menjadi sasaran yang ga menarik ya? Karena ga punya sisa banyak untuk diinvestasiin.

Karena bawa-bawa hati, kadang berat juga menolak tawaran-tawaran yang datang. Selain membantu kita untuk jaminan masa depan yang lebih baik, mereka juga dapat income (sejenis komisi) dari situ. Tapi, emang akhirnya harus tega juga sii, ketika ga ada spare lagi yang bisa diinvestasikan. Yang parah, kalo ada lembaga-lembaga investasi yang tujuannya nipu. Promosi nya udah oke banget padahal, eh, pas minta jaminan, malah mereka angkat tangan dengan alibi seribu cara. *sigh* Dan untuk orang yang agak careless seperti saya, ini bisa jadi kelamahan, dan saya akan sangat mudah terjebak😦

Well, okay, sejauh ini, saya masih sangat tertarik dengan menabung cara konvensional. CELENGAN. Rasanya semangaaattt banget masukin duit ke celengan dari receh yang berserakan di tas atau di karpet kamar. Celengan yang umurnya baru dua tahun itu, menurut pengamatan saya, masi ga penuh-penuh sampe sekarang😦 tapi, udah agak sesak sii. Bahkan saya sudah menyiapkan celengan cadangan yang saya beli dari anak-anak kecil yang jual celengan dari prakarya sendiri. Harganya 10 ribu, waktu itu. Beli aja deh yang baru, ga pake tawar-tawar lagi (kayanya emang ga mau ditawar juga sii). Pikir-pikir, satu aja belum penuh, padahal.

Bdw, pusing-pusing berinvestasi sana sini, ya sutralah nabung di celengan masih jadi prioritas yang menarik buat saya. Mudah-mudahan pas buka, isinya ga overexpected. Ga mau terlalu lebay sebenarnya, tapi celengan itu mmhh, errr, jadi modal saya buat nikah. Buat calon suami saya nantinya, puhliss ooh puhliss, jangan kecewa karena saya hanya bermodalkan gentong kuning kesayangan itu.😀

Posted in Oh

3 thoughts on “Menabung

  1. celengan…hmm…ntar duit kertasnya jadi lapuk, uang logamnya bakal obsolete…hehe

    nabung di bank syariah aja, tabungan haji…
    niat mulia utk masa depan abadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s