Broadcast Messages, Kesempatan, Pilihan

Bertemu adalah kesempatan

Mencintai adalah pilihan

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, itu bukan pilihan. Itu kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya. Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, dan lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap mencintainya. Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, dating sebagai kesempatan dalam hidup kita.

Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah pilihan.

Mungkin adalah kesempatan mempertemukan pasangan jiwa dengan kita.

Tetapi mencintai dan tetap bersama pasngan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai, tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang belum sempurna, dengan cara yang sempurna.

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang belum sempurna dengan cara yang sempurna.

Biasanya, aku selalu ngeliwatin Broadcast Message (BM) yang masuk, bukannya sombong, tapi kadang BM BM yang masuk terasa cuma info iseng yang, mmm, maaf, cukup menganggu. Terutama kalo diterima saat jam-jam hectic. Tadinya, ga mau juga jadi orang yang ‘blagu’ merasa terganggu. Toh memang BM itu bisa aja kita cuekin. Seperti yang biasa aku lakukan, BM BM itu hanya numpang parkir di Blackberry ku.

Sesekali, menyadari, BM itu ada pentingnya. Pernah dapat “Broadcast pesan ini lalu Anda akan mendapatkan bla bla”? BM BM itulah yang rasanya ganggu. Petuah-petuah kehidupan pun, mestinya ga di publish di BBM. Akan lebih baik jika di publish di media lain, mungkin semcam blog atau twitter.

Satu hari, di hari yang rasanya random, aku bersihin BBM ku. Satu per satu yang ga penting, aku ‘end chat’. Lalu aku menemukan rangkaian kalimat di atas. Dan semakin random, rasanya. Biasanya, BM BM lain boro2 ku BM balik, selalu dicuekin. Sesekali BM penting aku copy, kemudian paste kepada orang yang menurut ku memang pantas ditujukan. Termasuk rangkaian kalimat itu. Aku paste ke seseorang, dan dia.

Di postingan sebelumnya, aku pernah bahas soal perselingkuhan. Dan teori-teori yang menyebabkan perselingkuhan itu ada, kemudian terasa mulai gak berlaku, ketika aku menemukan kejadian ini.

Begini.

Dia laki-laki, yang menurutku, baik dan pintar. Punya pacar cantik, tidak LDR, baik, dan pasti menyenangkan. Aku yakin, hubungan mereka hubungan yang nyaman. Dan pantas dipertahankan. Secara kasat mata, dia terlibat dengan seseorang lain, yang tidak LEBIH dalam banyak hal dibanding pacarnya. Lalu penemuan ku ini membuat analisa ku tentang perselingkuhan menjadi random. Kenapa harus selingkuh? Untuk senang-senangkah? Aku percaya dia baik. Pernyataan ‘brengs*k’ yang kuutarakan padanya, benar-benar tidak sungguh-sungguh.

Jenuh kah, dia mengaku bukan itu jawabannya. Kebiasaan? Lalu dia mengaku ini belum pernah terjadi selama hubungannya dengan pacarnya yang bisa dibilang CUKUP itu. Mungkin memang sulit mengakui, karena dia pun masi bingung kenapa bisa terjadi. Dia hanya sulit meninggalkan seseorang yang membuatnya tertarik itu, well, selingkuhannya itu padahal saat ini hubungannya dengan pacarnya sedang baik-baik saja. Dan aku hanya bisa menyimpulkan, dia perlu waktu yang tidak akan lama untuk meninggalkan selingkuhannya itu. Then, kenapa ya? Again, alasan basi, seperti “mungkin ini cobaan dalam hubungan yang berusia tahunan” menjadi kesimpulanku. Walaupun aku sendiri tidak yakin dengan alasan basi itu.

Apakah dia punya potensi menjadi brengs*k? ya, bukan potensi lagi. He is! Laki-laki macam apa itu? Mmmh, hampir semua laki-laki begitu bukan, yang enggak, ayo ngacung! Wkwkwkk.😀

Malam itu, matanya berkaca. Ketika dia harus bersikap. Kembali ke ‘jalan yang benar’. Dan perasaan berat itu sudah pasti. Percaya kah kamu anak muda, kalo itu hal mudah. Dia tidak punya alasan, untuk meneruskan hubungannya yang salah itu. Selingkuhannya, bahkan bukan orang yang lebih menarik dari apa yang dia punya sekarang. Apa susahnya? Hayolah, itu amat mudah.

Ketika merasa tidak tega, orang brengs*k (selingkuhannya juga brengs*k kan?) tidak mungkin menangis, dia akan menyelesaikan masalahnya, lalu melanjutkan bahagia nya. Orang yang brengs*k ga akan larut dalam kesedihannya. Mungkin dia akan kehilangan, tapi itu bukan hal penting untuk dikawatirkan. Bukan kah lebih mengkawatirkan apa yang pacarnya rasakan sekarang.  Itu benar-benar menyakitkan. Sakitnya sampe ke kepala. (curcol, hehe)

Detik ini pun dia bisa pergi, menyayangi apa yang dia punya dengan seutuhnya. Semuanya kembali baik-baik saja, bahagia.

Baik-baiklah, jadi saling mengagumi itu sudah lebih dari cukup. Kembali ke wanita beruntung itu🙂

Tentang perasaan yang sama. Bahasan Sabtu, 10 Juli 2010, dini hari.

One thought on “Broadcast Messages, Kesempatan, Pilihan

  1. in my opinion,

    kalo cowo (yg ga punya sejarah selingkuh) pindah ke lain hati, sebenernya bukan karena nyari yg lebih baik.

    tapi karena di pacarnya yg sekarang, dia ga bisa jadi dirinya sendiri. dituntut untuk selalu kuat, selalu hebat, ga bisa menunjukan sisi lemahnya, dan sejenisnya.

    jadi pas dia nemu cewe lain yg di depannya dia bisa jadi diri sendiri atau curhat bebas, apa adanya, ga perlu jaga imej, dan merasa aman ga akan di-judgje. ya pikiran sederhananya, akan wajar saja kalo berpindah ke lain hati ke orang yg mengakomodir kebutuhan dan dirinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s