Mundur Enam Belas November

Sama sekali aku tidak pernah membayangkan bahwa hari ini akan terjadi. Mungkin terlalu mellow jika aku menanggapi nya dengan menulis another mellow posting lagi di blog ini. Tapi memelototi blog ini adalah satu satu nya yang bisa menghiburku hari ini. Tidak sahabat sahabat ku. Tidak pacarku. Bahkan tidak juga Imim. Mereka menemaniku, penuh support. Tapi aku butuh jalan keluar sekarang. Aku butuh penyelesaian dari makian dan kata kata tolol yang dilontarkan pada ku pagi ini.

Dan akhirnya aku akan memutuskannya dengan cepat, sebelum keadaan kembali menjadi lebih rumit. Sebelum kehadiranku hanya menambah beban nya. Seperti yang dia sampaikan kepadaku. Siapa yang dapat disalahkan? Ini murni kesalahan ku. Aku tidak kabur, hanya mengalah.

Menurut teoriku, aku adalah orang yang penuh pertimbangan. Tapi kenyataannya tidak begitu. Sering kali aku gegabah, dan keputusan itu salah. Penuh pertimbangan pun, keputusan itu salah. Dan kesalahan itu aku. Selalu aku. Sore ini pun menyempurnakan kesalahan ku. Aku tak bisa berhenti terngiang dengan kalimat nya. Bagiku terlalu ketus.Dan itu memang pantas buatku. Menyakitkan memang, tapi kata orang orang banyak yang lebih parah dari itu. Oh ya, baiklah, akui saja aku memang tidak kuat. Siapa pun yang berusaha meyakinkan ku, menghiburku,  hanya sanggup kubalas dengan sepatah terima kasih.

Aku akan tetap tidak kuat.

Aku akan menghiburku dengan tagline ‘hari ini akan menjadi hari ini’. Toh akan berlalu juga. Dan berbagai rencana (tanpa pertimbangan), telah menyeruak di sebagian kepala ku, yang TOLOL ini. Katanya. Aku akan mundur, meski tidak dalam waktu yang kubayangkan sebelumnya. Kuakui, awalnya memang aku akan mundur. Tapi tidak besok, mungkin dua bulan lagi. Dan keputusan ku harus dipercepat. Aku akan mundur besok, ketika pagi itu tiba. Aku kehabisan ide, bagaimana aku bisa mundur dengan cara yang terhormat. Toh, hormat itu sudah tidak mungkin lagi bagi ku. Setelah sederet kesalahan yang ditusuknya, tepat diotakku.

Well, setelah kemarahan yang disampaikannya pada ku, aku masih sedikit berharap bahwa kemunduran ku akan menjadi hubungan pertemanan yang baik. Aku memang bukan tetangga yang baik di balik kubikel ku. Tapi aku punya sedikit ingin. Ketika di jalan, kita akan dengan ringan menyapa. Penuh kehangatan seperti dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Meski kita tidak perlu ada hubungan bisnis lagi. Kita akan berteman baik. Aku akan melupakan apa yang pernah disampaikan padaku, juga ingin dia melakukan hal yang sama. Melupakan bahwa aku pernah membuatnya begitu SUSAH. Tentu bukan hal mudah membuatnya mengerti bahwa aku tidak bermaksud begitu. Sama sekali tidak.

Tidak ada pembelaan di sini. Aku akan tetap salah. Dan menerimanya.

Tidak ada yang mudah untuk sebuah kemunduran, tapi, karena memang harus, mau apa lagi. Aku tidak pernah suka jalan pintas, tapi mungkin ini jalannya, entah harus kita sebut pintas atau tidak. Aku mundur, dengan kerendahan hati. Aku tidak bermaksud untuk kalah, aku mengalah. Dan tidak sedikit harap pun, kecuali maaf. Dan tidak ada makian dan dendam setelah ini. Hanya jangan membenci ku. Aku mundur saja, tapi kemudian kita berteman setelah ini.

Bismillah.

*untuk yang tetap bersama ku hari ini. yang menemani airmata untuk sebuah tarikan napas. untuk yang tetap membuat ku berharga. dan untuk yang minjamin laptop sore ini. Juga cokelat hangat nya. Big thanks.

One thought on “Mundur Enam Belas November

  1. Hi,,tetep tersenyum ya,,jujur aku gak tau apa,siapa dan karena apa..
    Semoga besok jadi hari yang paling cerah dan penuh ibadah buat kamu,,Amin.
    Sedikit banyak aku tahu tipikal wanita baik sepertimu,walaupun kita hanya baru bertemu dalam hitungan jam saja.

    Keep smile

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s