Serang, Tendang, dan Menang

Rasa rasanya hampir tidak mungkin masyarakat Indonesia tutup mata dengan gemuruh semaraknya AFF 2010. Perhelatan akbar itu menjadi sangat ditunggu tunggu, ketika Tim Nasional Indonesia berhasil memasuki final. Anyway, ini memang bukan kali pertama Timnas masuk final. Tapi untuk menjadi Juara AFF, tentu ini menjadi semangat dan harapan baru bagi mereka juga seluruh Masyarakat Indonesia.

Apalagi lawan yang dihadapi adalah Malaysia, negeri yang belakangan sering panas-panasan dan memicu emosi Bangsa kita. Berbondong bondong, kita, dengan segala cara menyempatkan untuk dapat menyaksikan secara langsung, baik itu di Bukit Djalil, Kuala Lumpur atau di Gelora Bung Karno Jakarta.

Lihat saja, ketika Away Match yang berlangsung di negeri lawan. Merah putih tak kalah bergemuruh di sana. Kebayang, sebenarnya sangat banyak masyarakat kategori ‘sangat’ mampu di negeri ini. Mereka harus membeli tiket pesawat, penginapan, juga tiket masuk untuk nonton final AFF 2010 ini. Begitu pula ketika kita harus rebutan tiket di Gelora Bung Karno. Mana pake rusuh-rusuhan segala. Setidaknya, itu menunjukkan loyaliti bangsa ini terhadap Timnas kesayangannya. Selain, juga menunjukkan manajemen PSSI yang, hem, maaf, sedikit bobrok.

Untuk pertama kali nya aku menyaksikan langsung pertandingan bola kelas nasional seperti ini. Ikut demplek demplek an bersama penonton yang lain. Biar kata judulnya VIP, kek, ga ada bedanya. Aku tidak merasa mendapatkan privilege apa pun dengan tiket berbandrol IDR 500000 itu.

Kemacetan tidak hanya terjadi di Jalanan Ibu Kota. Jalan kaki aja macet, sore ini. Kita, semua, kompak berseragam merah putih khas kaos Timnas. Dari yang harganya 30 ribuan, sampai yang satu jutaan.

Sedikit pun, aku tidak berhasil menemukan rombongan (yang rame) dari Malaysia. Gelora Bung Karno penuh peluh pendukung Indonesia. Pertandingan akan segera dimulai. Haru menyelimuti seluruh lapisan Gelora Bung Karno petang itu, ketika kita serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Belum pernah sebegini harunya. Berhubung, saya bukan bagian dari aparat negara yang setiap hari bersenandung lagu-lagu wajib nasional dan berlafaz dasar negara Pancasila, ‘paduan suara’ sebagai pembukaan Final AFF 2010 itu membuat jiwa nasionalisme ku berkobar seketika.

Sepak bola menyatukan Indonesia. Dukungan penuh disuarakan untuk Indonesia meski sebelumnya dalam Final Away yang berlangsung di Malaysia, Indonesia kalah 3 – 0. Score 3 – 0 memang merupakan tugas berat untuk Indonesia. Tapi, tetap salut untuk perjuangan TimNas Indonesia yang tetap dalam semangat menyerang sampai akhir pertandingan. Score berakhir 2 – 1, dan secara agregat Malaysia keluar sebagai pemenang AFF 2010.

Well, postinganku kali ini bukan untuk membahas sengit nya pertandingan sore itu. Hanya, sekedar berujar dengan kebanggaan sebagai warga Indonesia, setelah sekian lama lebih terkesan apatis😀 . Indonesia kalah dengan bangga. Pertandingan berlangsung tertib. Tidak ada supporter yang rusuh. Mereka antri satu per satu meninggalkan stadion Bung Karno malam itu.

Posted in Oh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s