Hallo 2011

Dengan euphoria nyaris keblingsatan, kita semua akhirnya meninggalkan 2010, menyambut 2011 yang mudah-mudahan dengan sumringah. Kalau ngomong sekarang, kita semua bisa saja serentak mengatakan 2010 berlalu begitu cepat. Padahal sepanjang 2010 kemarin, bukan tidak pernah kita nyata-nyata bersaut-sautan untuk menghitung hari.

Entah itu menghitung hari, kapan bisa lulus kuliah (bagi mahasiswa tingkat akhir), kapan bisa dapat kerja (bagi para pencari kerja), kapan dilamar (bagi wanita ngebet nikah), kapan dapat pacar idaman (bagi para jomblo), kapan naik gaji (bagi pencari nafkah), kapan balik modal (bagi pengusaha), atau yang paling sering dan setiap bulan ditunggu-tunggu adalah kapan tanggal 25 tiba (bagi para penerima gaji).

Namun, percakapan dengan beberapa teman wanita tetap pada satu suara, 2010 nyaris berlalu begitu saja. Kalau kita mau sedikit berpikir, rasa-rasa nya tidak mungkin kita melewati 2010 tanpa warna apa-apa Pasti ada beberapa kejadian, setidaknya pengalaman, dari hari ke hari di Tahun 2010 yang berkesan dan tidak mungkin terulang, persis sama. Harapannya, mudah-mudahan pengalaman demi pengalaman bisa kita ambil pelajaran dibaliknya.

Tidak mau mengakui bahwa 2010 – ku berlalu begitu saja, di detik-detik menjelang pergantian tahun, aku berusaha sedikit berpikir apa saja hal dan pengalaman baru yang terjadi sepanjang 2010. Yang jelas, pacar dan nomor handphone tidak baru😀

Di awal tahun, pekerjaan baru dan kamar baru. Masih di Q1 tahun 2010, aku officially berstatus mahasiswa PGP (Post Graduate Program) Public Relation di London School. Pertengahan tahun, untuk pertama kali sepanjang dua puluh lima tahun aku di dunia, aku terpisah jarak (Jakarta – Halmahera Tengah) dan waktu (Indonesia Timur, dua jam lebih cepat dari Jakarta) dengan kembaran ku. Dan selama itu pula, aku harus menghadapi beberapa pelik persoalan hidup (jiaah) sendiri. Mengambil beberapa keputusan, sendiri. Ke-lebay-an ini semata dikarenakan sinyal komunikasi yang terbatas di sana. Hehe, ya sutralah.

Selain dari beberapa hal yang terkesan tidak begitu penting itu, tentu banyak kejadian per kejadian yang memiliki kesan tersendiri di 2010. Seperti memiliki sahabat baru, hobby baru (baca: sepedaan), dan kebiasaan buruk yang baru (really, mom, not a big deal).

Menyambut 2011, seperti sudah menjadi kebiasaan, kita disibukkan dengan mempersiapkan dua hal, sebutlah itu Resolusi dan Perayaan Tahun Baru. Soal Resolusi 2011, cukup menjadi rahasia antara aku dan diary 2011🙂 Aku tidak akan (lagi-lagi) curhat di sini mengenai resolusi itu. Lagi pula, siapa juga yang *kepo* dengan resolusi ku? haha.

Hari per hari menjelang pergantian tahun, aku masih belum menentukan secara pasti, akan seperti apa merayakan (baca:mensyukuri) pergantian tahun ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya memang tidak ada yang terlalu spesial. Ngebayangin hectic nya jalanan di pusat keramaian, tidur, sempat menjadi pilihan ku saat itu.

Dan,

Asiikk, tepat di hari Jumat, 31 Desember 2010, saat kantor masi tetap beraktivitas, aku menerima sebuah ” Undangan BBQ – an dengan Cinta ” Jiaah, ini jelas lebay. Di malam yang terbilang tidak terlalu macet itu untuk sebuah malam tahun baru, aku dan Imim, meluncur ke Rumah Ario, bermaksud untuk memenuhi undangan pacar dan keluarganya.

Perayaan sederhana yang dilebih-lebihkan ini berlangsung meriah dan disambut dengan sumringah. Tikar eh Karpet digelar di halaman rumah. Perangkat musik semacam speaker, radio, gitar-gitaran diberdayakan. Keluarga dan tetangga pun tidak disangka ikut meramaikan. Belanja an bbq – an yang tadinya cuma segenggam bakso dan setengah kilo tenderloin, jadi nambah karena ada sekitar empat ekor ayam dan dua belas ekor ikan gurame yang siap untuk dibakar. Bumbu nya pun jadi beragam. Bumbu bakar ini itu, yang aku ga apal namanya. Maklum, cuma bagian nusuk2in ke tusuk sate dan menikmati hasil bakarannya tentu saja🙂

Tepat jam dua belas, di langit mulai tampak kilat kilat cantik dari kembang api, beberapa tetangga yang juga merayakan tahun baru di rumah mereka. Kita, ga mau kalah ikutan pesta kembang api. Walaupun sempat kaget juga dengan harga kembang api yang cukup mahal, dan akan habis terbakar begitu saja. Tapi, okelah, kemeriahan pesta kembang api di rumah Ario malam itu cukup membuat kita semua terhibur.

Dan dini hari pun hampir tiba. Saatnya pulang ke rumah masing-masing. Selamat Tahun baru 2011, yaa. Bismillah, kita mulai 2011 dengan mimpi, harapan, dan nasib yang baru🙂

Thanks to you for bring me to this incredible 2010, also for the forthcoming 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s