Bye 2011!

Akhirnya, kita harus segera mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2011 ini. Namanya saja pergantian tahun, semarak pergantian tahun begitu terasa di Ibu Kota. Entah, bagaimana saya harus membandingkan dengan tahun sebelumnya. Yang pasti, saya, mungkin salah satu yang tak terlalu suka hura-hura pesta pergantian tahun.

Rasanya, saya pun tak sabar agar 2011 segera berganti angka. Bukan karena saya suka angkanya tentu saja. Tapi, tahun baru tetap sebuah perubahan. Meski kalau kita cerna, apa bedanya dengan hari yang lain?

Mari kita berbicara lebih santai. Menyeragami apa saja yang biasa dibahas muda-mudi saat pergantian tahun. Resolusi? Ada yang bilang, masi percaya resolusi? Ya, boleh saja tidak percaya. Tapi, kenyataannya, kebanyakan kita menyusun resolusi di tahun 2012. Saya lebih senang menyebutnya dengan wishlist. Tentu saja, saya tak punya serentetan wishlist yang panjang di tahun 2012 ini. Karena, memang saya adalah tipikal orang yang lebih suka menjalani saja. Saya, jauh dari istilah obsesif apalagi ambisif.

Tapi, kita serasa tak hidup tanpa mimpi. Saya punya mimpi, impian, tapi malu malu untuk saya ungkapkan. Mungkin impian ini, pun, seragam pada kebanyakan wanita ‘muda’ seperti saya. Tapi ya, sutralaaah, kita semua bebas punya resolusi. Dan menyimpannya sebagai rahasia.

Setahun, menjadi tak lama, jika dihadapi dengan berbagai pelik masalah kehidupan. Saya, tak sendiri bukan? Bukan hanya saya yang pelik. Begitu juga, teman-teman semua. Toh, kita semua punya masalah sendiri.

2011, adalah tahun di mana pengalaman menjadi sebuah saksi dalam hidup, yang saya harap, tak akan terulang lagi di tahun 2012. Sederhana saja, karena kita semua ingin menjadi yang lebih baik, bukan? Mari kita tarik nafas panjang, dan menghelanya biar lega. Pengalaman pengalaman ini lah yang kini menjadi hadiah pergantian tahun yang begitu berkesan bagi saya.

Di awal tahun, saya jatuh cinta dengan profesi jurnalis. Untuk kesempatan ini, mungkin saya harus mengucap terima kasih pada seorang teman ( @sandysyafiek ), yang membuka jalan, hingga, alhamdulillah, di malam pergantian tahun ini saya masih harus berkutat dari bagian pengabdian saya terhadap profesi ini. Meski tak akan menyelesaikan tugas berjudul ‘time code’ malam ini, kenyataannya, saya tetap datang ke kantor, ‘nyicil’ kerjaan yang tak habis habis ini.

Sepanjang tahun, saya menikmati proses menjadi seorang jurnalis. Tidak mudah, dan saya menikmatinya. Jika kita bicara lelah, tak terbayar mungkin. Tapi saya menikmati setiap detilnya. Bagaimana saya bertemu banyak sekali karakter orang dalam pekerjaan ini. Entah itu, narasumber, rekan kerja, atau orang-orang lama yang kembali hadir. Saya menikmati masa-masa saya harus mengejar berita, mendapat berita tapi ga ditayangin, kebagian piket malam atau pulang ke kantor tanpa berita.

Menikmati setiap masa-masa ketika naskah yang saya kemas, dengan waktu yang amat terbatas tak terpakai atau dipandang tak kualitas. Ini adalah kala belajar yang begitu saya nikmati. Termasuk pula, menghadapi berbagai karakter rekan kerja atau atasan. Mengalami serunya punya teman-teman baru, menghadapi karakter orang-orang, bahkan merasakan apa yang biasa disebut orang-orang sikut-sikutan.

Di tahun ini, saya mendapatkan kesempatan untuk merasakan pekerjaan yang saya impikan. Menjadi presenter tapi juga mengemas naskahnya. Berat, ga boong. Tapi saya bersyukur dengan kesempatan ini. Pembelajaran ini menjadi passion hebat dalam diri saya. Entah, soal hasil. Siapa pun bebas menilai, berselera, atau punya judge sendiri. Saya, sederhana, menikmati masa-masa saya berkarya. Bahkan menikmati masa-masa mumet, kehabisan ide, atau dicap tak bermutu.

Lalu, apa lagi yang kamu liwati di tahun 2011 ini? Menjelang akhir tahun, saya punya hidup baru. Mmmhh, mungkin bukan saya tepatnya. Tapi kembaran saya. Dan ini menjadi hidup baru pula bagi saya. Terlahir kembar, membuat saya seakan punya bayangan yang tampak nyata. Kini, ia menikah. Memulai hidup barunya. Dan saya harus merelakannya.

Dan menjalani keseharian, tanpa bayangan saya itu.

Bagaimana dengan kisah cinta? Ah, ini terlalu vulgar kalo diceritakan. Kita skip saja, ya. Mending kita mulai dengan yang baru. Sudah cukup rasanya, segala macam galau dan kacau terjadi di tahun 2011 ini. Pembelajaran adalah kalimat yang bisa kita ambil.

Saya menghadapi banyak sekali karakter lelaki sepanjang 2011 ini. Bukan karena saya laku keras tentu saja, tapi karena saya senang berteman dengan siapa saja. Mengenali sisi lain kehidupan mereka, yang mungkin tak pernah saya rasakan. Dan mendapati kesimpulan yang sama. Semua laki-laki brengsek. Yang homo pun, brengsek. Haha.

Usia kian menua. Langkah maju harus tetap ditapaki. Semangat harus tetap mengalir. Dan semuanya hanya bisa datang dari diri sendiri. Tak laku lah, dari siapa pun. Semakin kita dewasa, semakin berat beban yang harus kita emban. Sendiri.

2011, saya bersyukur punya sahabat-sahabat hebat. Yang mampu, memahami, menyayangi, dan tanpa syarat. Yang tetap ada, sehingga tak haruslah saya merasa sepi. Yang tak pernah meninggalkan. Oh, thanks Bestfriend.

Lalu, malam ini kian semarak. Terompet sudah mulai ditiupkan. Kalau melihat langit, oh dia warna warni. Ya, semangat tahun baru begitu terasa. 2011 segera meninggalkan kita. Tepat hari ini pula, segala-segala yang ribet berakhir. Saya menyambut kisah yang lebih sederhana dan manusiawi di tahun 2012 nanti. Harus lega apa, saya tak ingin mengulang 2011. Pergilah, karena sudah tiba masanya.

Untuk benci, sakit hati, dan hadiah tercantik malam ini. Harus bilang apa? Ayoo! 2011 tinggal hitungan menit. Pergilah! Selamat beresolusi, teman-teman. Selamat menjalani mimpi dan keputusan. Tegas mu, sungguh memuakkan. Dan kesempatan ga akan datang lagi. Toh, 2011 sudah ditutup. Lembaran kembali baru. Sampah-sampah busuk sudah dibuang.

Mmmhh, semprot parfum malam ini. Biar wangi dan segar terasa. Tidur, yuk!

Posted in Oh

One thought on “Bye 2011!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s