Kopi Segelas di Sabang Enam Belas

Jenis kehilangan apa lagi yang harus saya hadapi di awal tahun 2012 ini. Setelah masalah demi masalah datangnya berbarengan. Setelah saya harus galau tingkat dewa, merasa tidak ada lagi teman yang sanggup menjadi teman saya bercerita saya (kecuali blog ini), saya harus kehilangan a place for escape, sebuah warung kopi, yang menjadi tempat mampir saya, kapan saja saya mau.

Dan kegalauan pun dimulai. Saat warung kopi andalan saya itu, mengalami error terhadap koneksi internetnya. Saya seperti kehilangan, tempat mampir. Jadi bingung mau ke mana, saat saya butuh cetak cetik laptop untuk menumpah ruahkan segala onderdil isi kepala, air di pelupuk mata, dan sampah-sampah dalam hati.

Positifnya, saya jadi lebih cepat pulang ke rumah, sabar menghadapi jalanan yang masih tersendat, dan fokus bersujud.

Dan sampailah saya sore ini, di sini. Lokasi nya juga tak jauh-jauh, dari kantor.

Sabang 16.

Image

Untuk ukuran warung kopi, tempatnya tidak terlalu mewah dan ukurannya tidak luas. Tapi nyaman. Rasanya pas lah untuk menyebutnya sebagai tempat ngopi. Kalau cuma untuk mampir dan ngopi bareng teman-teman, yaa, tempat ini bisa jadi pilihan. Untuk penggemar kopi serius, bisa menikmati aneka kopi spesial khas Indonesia, seperti Aceh Gayo, Sumatera Lintang, Sidikalang, Bali Kintamani, Toraja Kalosi, dan Papua Nabire.

Sayangnya, sebagian penikmat kopi, biasanya memasangkan kopi dengan rokok. Dan tempat ini, tidak menyediakan tempat yang nyaman untuk merokok. Smoking Area, tersedia, cuma sedikit. Sekitar 3 bangku di luar. Berjejer rapi di pinggir trotoar. Dan, yaa, warung kopi ini, pas bagi penikmat kopi saja, tanpa rokok. Hehe.

Jika kelaparan, bukan di sini tempatnya. Karena di warung kopi ini, tidak disediakan menu-menu yang ngenyangin. Hanya tersedia camilan-camilan ringan, well, rekomendasi di sini adalah roti bakar srikayanya.

Saya pesan satu kalau begitu. Yoi. Gigitan pertamanyaaa, mmmhh, okeeeyy. Gurih. Dan manis. Boleh laahh dicoba.

Variasi menu es krimnya juga lumayan. Tapi saya tidak pesan. Berhubung lagi diet dan sudah kenyang. Menu-menu disediakan dengan sederhana, dan agak mahal untuk ukuran yang sederhana. Tapi, toh pengunjung membayar kenyamanannya. Segelas kopi pasang harga IDR 16000. Mahal ga si?

Saya. Sambil ngopi.

Yaa, setidaknya saya jadi punya pilihan kedua setelah warung kopi kesayangan saya itu. Lumayan. Saya berhasil menghabiskan separuh hari saya di sini. Berarti? Saya betah. Tempat ini mampu menjadi tempat kabur sejenak, dari betapa memuakkannya lika liku hubungan sesama manusia. Saya berada di tempat yang tepat. Memilih bertahan dengan benda-benda ini, tanpa harus merasa dimusuhi, membebani diri segala prasangka tak punya hati, dan menikmati menjadi sendiri. Di sini.

Enjoy the coffee, guys!

One thought on “Kopi Segelas di Sabang Enam Belas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s