Blackberry dan Imigrasi

Ini kejadian waktu saya bertandang ke negeri seberang.

Ngomong-ngomong soal blackberry, telepon pintar satu ini memang sudah bukan lagi barang mewah bagi banyak sekali kalangan. Kemana-mana, hampir setiap orang bawa blackberry. Bahkan, kalau kenalan sama orang baru pun, yang ditanya, ada PIN BB ga? Hampir lupa, nanya nomor kontak. Mungkin ini yang bikin kita ga bisa lepas dari blackberry. Ya, blackberry sudah menjadi  alat komunikasi wajib bagi kita.

Paham sama paham, banyak orang yang lebih senang berkutat dengan blackberry-nya, daripada bersosialisasi di dunia nyata. Hanya saja, seringkali kita (termasuk saya, dong) tidak memahami kapan saat yang tepat tidak boleh pakai blackberry.

Sejauh seinget saya, yang pasti kita ga boleh bb-an saat:

1. Nyetir 2. Ujian 3. Ngomong sama bos 4. Wawancara kerja 5. Di pesawat 6. Di pom bensin 7. Di rapat (serius) 8. Jalan kaki (boleh sii, tetep harus liat depan, kanan kiri tapi) 9. Sisanya? Saya gak tau, ada yang mau menambahkan?

Dan yang paling pasti, blackberry cukup ampuh sebagai obat antimati gaya, kapan saja di mana saja, untuk mengusir jenuh. Beberapa waktu lalu, blackberry saya sempat hilang, dan saya mencoba menjalani kesaharian saya, tanpa blackberry. Sejujurnya saya survive, loh. Tapi tetap ada yang kurang aja rasanya. Jadilah, hanya bertahan seminggu, saya tekad, harus punya blackberry lagi.

Image

Dan yang teranyar, saya baru tau, kalau ternyata ga boleh pakai blackberry di Imigrasi. Saat pengecekan paspor. Jadi, maafin, kalau itu kejadian. Pada hari itu. Saya punya alasan kuat, kenapa saya tetap bb-an saat itu, karena antri panjang untuk dapat giliran paspor di cek cukup membosankan. Beneran, deh. Belum lagi, saya pikir untuk beberapa hari ke depan, bb saya bakal ga aktif di luar negeri, jadi puas-puasin duluuu. Hehe.

Jadilah, karena sibuk sama bb sendiri, saya ditegor sama petugas imigrasi, perempuan 30 tahunan, dengan muka tanpa ekspresi.

PI (Petugas Imigrasi) : Mba, jangan main handphone di Imigrasi

S (Saya) : (ga denger, tetep main handphone)

PI: Mba, bisa tolong hargai saya ga?

S: (kaget) Kenapa, Mba?

PI: Dilarang main handphone saat imigrasi, saya ngomongnya udah pelan lo ini?

S: Ooh, maaf Mba, mungkin karena mba ngomongnya pelan saya jadi ga denger (langsung nyimpen BB)

PI: (muka keki, ngasihin paspor)

Mmmh, oke deh, mba. Saya gak tau. Lagi pula, larangan keras biasanya ada tulisannya, yaa, seperti tulisan dilarang merokok yang ditempel dimana-mana (pembelaan diri). Kalau soal dilarang main HP, saya gak tau. Seriusan deh. Dan kalau boleh nii, rasanya saya pengen tau alasan yang penting banget, kenapa kita ga boleh main HP di Imigrasi. Yaa, alasan-alasan yang bisa saya terima seperti “Larangan bb-an saat nyetir karena bisa kecelakaan atau bb-an di pesawat bisa ganggu sistem navigasi” Ada yang tau ga, kenapa. Kenapa. Kenapa.

Well, get smart with our smartphone, guys!

Posted in Oh

3 thoughts on “Blackberry dan Imigrasi

  1. hahaha..emang ga boleh din..dimana2..bukan cuma BB tapi pake HP di counter imigrasi itu ga boleh dimana2..ada kok sign-nya lumayan gede😉

    nambahin deh..jangan BB-an ato mainan hp kalo lagi ngumpul/ngobrol sama orang..as a courtessy aja sih..🙂 you wont missed anything kok tanpa smartphone..

  2. Alasannya saat di counter petugas imigrasi akan mengecek daftar cekal dan pengecekan wajah sesuai foto di paspor atau dalam daftar cekal. Larangan ini berlaku di imigrasi seluruh dunia kok. Kalau gak percaya boleh di coba saat di luar negeri. Hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s