Bukan Sekadar Rumah

Berkunjung ke Panti Asuhan Darussalam , di Kawasan Caringin, Bogor, Jawa Barat, saya melihat sisi lain dari sekedar Panti. Tak hanya menjadi rumah bagi anak-anak yang sudah kehilangan orang tuanya, di sini mereka juga belajar soal peternakan dan pertanian.

Saya menemui Pak Atang, pengelola panti ini. Orangnya ramah dan rendah hati. Alhamdulillah, juga asik di ajak kerjasama. Jadinya, liputan kali ini lancar, car, carr, dehh.

Sekitar 70 anak yang tinggal di sini dari usia 3 tahunan sampai yang udah SMA. Mereka semua berkumpul, layaknya keluarga sendiri. Yang paling seru, karena di panti asuhan ini ada peternakan dan lahan pertaniannya.

Masuk ke Panti Asuhan Darussalam, saya langsung menemukan lapangan dan aula tempat anak-anak kumpul dan bermain. Kala itu, anak-anak lagi seru banget main basket, waduhh, kalau ga lagi taping, kayanya saya ikutan gabung deh, kangen banget pengen main basket, Bro.

Pak Atang dan keluarganya juga tinggal di situ. Ya, keluarganya yang besar banget itu, maksudnya. Nah, bergeserlah kita ke kawasan peternakannya. Asli, lengkap banget itu peternakan. Dari mulai segala jenis ikan, unggas, sapi, dan domba ada. Walaupun, lulusan pertanian, baru kali ini nihh, saya datang langsung dan melihat langsung budidaya lele. Hiks, payah ya? Gapapa deh, yang penting sekarang udah pernah. Haha.

Liat indukan lele, wow, wow, wow, gede bener yaa. Ga kebayang kalo lele segede itu yang kita makan. Kenyangnya kaya apa. Tapi kata Pak Atang, lele segede itu ga begitu enak dimakan, walaupun ada juga si yang makanin. Yaa, biasanya lele yang enak yang umurnya 60 hari, kaya yang biasa kita makan di warung-warung ituu. Selain untuk dimakan sendiri, lele-lele ini juga di jual. Sayangnya, permintaan lele banyak banget, jadi ga semuanya bisa dipenuhi.

Nah, sejauh ini unggas yang diternak Pak Atang masih untuk konsumsi sendiri, ada segala jenis ayam, bebek, dan angsa. Sapi yang ada di sana, khusus buat diternakkan dan diambil dagingnya, jadi, biasanya dibeli pas hari raya qurban. Nah, kalau kambing yang ada di sana justru diambil susu nya. Katanya si khasiatnya lebih bagus dari susu sapi, bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kalau di minum tiap hari, badan rasanya lebih segar. Sayangnya, saya ga begitu suka susu apalagi yang masih asli begitu hehe.

Di sana, saya juga dapat kesempatan untuk belajar gimana merah susu kambing. Merahnya harus penuh perasaan, dan yang paling penting kambingnya harus disayang terlebih dahulu. Kalo gaak, kita yang repot loh. Kambingnya bisa ngamuk. Yang ga kalah seru adalah waktu kasih makan lele nya. Yuhuiiiii, kalo liat airnya butek dan tenang, tapi tiba-tiba ikan nya jadi pada leloncatan deh, ngejar makanan. Seru!

Alhamdulillah, meski ga punya orangtua, keceriaan mereka gak hilang. Mereka keliatan enjoy banget tinggal di Panti Asuhan ini. Saya salut sama Pak Atang. Bukan perkara materi, tapi bagaimana ia rela menghabiskan hari dan usianya, untuk anak-anak di sini.

One thought on “Bukan Sekadar Rumah

  1. salam kenal, kalau boleh saya minta alamat pantinya dong mas….. kalau boleh tau, dr keluar tol puncak jauh ga posisinya?
    kebetulan sekolah anak saya ada acara kedaerah puncak, dan salah satu kegiatannya mengunjungi panti asuhan. terimakasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s