Berkah Lebah

Kali ini, tentang lebah.

Dan sebelum cerita berpanjang-panjang, saya mau bersyukur dulu, karena Pak Sutiyono, pemilik Pondok Lebah yang mau diliput, orangnya baik banget. Sebagai jurnalis kemaren sore, saya selalu suka, untuk setiap narsum yang asik diajak kerjasama. Seakan dia ngerti banget, pentingnya fungsi media untuk produk dan profil dirinya. Koordinasi, bisa dibilang berjalan lancar. Tak sungkan, dia menjawab semua info yang saya gak tau.

Pernah di sengat lebah? Pasti kapok. Dibalik itu semua, lebah itu berkah.

Madu yang diambil? Tinggi khasiatnya. Kunjungan saya kali ini, ke daerah Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Kebetulan, lebah yang diternak di sini bukan pengkonsumsi madu. Tapi, pollen atau dikenal dengan serbuk sari. Jadi, yang dipanen pun tentu bukan madu, tapi bee pollen. Yaa, bee pollen itu diambil dari tanaman jagung yang ada disekitar peternakan itu.

Memasuki peternakan lebah di sana, saya diingetin dulu untuk jangan pakai wangi-wangian. Lebah, suka banget bau wangi. Jadi, saya sengaja gak semprot parfum untuk liputan kali ini. Bahkan, ssst, saya juga ga mandi. Bukan karna segitu takutnya sii, tapi karena hari itu saya harus berangkat pagi banget. Air dingin dini hari, kayanya ga asik deh kalo di siram ke tubuh. Hehe. Tanpa bau, atau sedikit bau asem, kayanya udah cukup banget deh, bikin lebah-lebah itu ogah menyengat saya. Tapii, untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama, saya tetap harus pakai pelindung muka.

Pagi-pagi, saya melihat bagaimana lebah pekerja mengambil serbuk sari, kemudian dibawa ke rumah atau ke koloninya. Kerja sama yang baik. Kata Pak Sulistiyo, lebah-lebah ini punya radius terbang 2 km. Sejak pagi, mereka bergerombol untuk mencari makanan, karena katanya, serbuk sari lagi banyak-banyaknya di pagi hari. Sebagian serbuk sari yang dibawa lebah, di ‘perangkap’ untuk dipanen. Tapi, jangan semua dipanen, karena serbuk sari adalah makanan utama lebah-lebah itu. Kalau semua diambil, terus mereka makan apa? Di sini, Pak Sulistiyo mengajarkan saya, sebagai peternak gak boleh maruk. Fresh! Saya nyobain langsung serbuk sari itu. Rasanya? hiks, manis manis sepet keset gitu. Hehe.

Berkah. Lebah kaya khasiat. Selain bee pollen? Pernah dengar royal jelly? Ya, lebah juga bisa diambil royal jellynya. Bagaimana terbentuknya? Intinya, royal jelly itu adalah kepunyaannya sang ratu lebah. Untuk menghasilkan royal jelly, adalah trik peternak untuk menghasilkan ratu lebah dalam setiap koloninya. Kudu banget itu, saya nyobain royal jelly. Rasanyaa, aseliii. Asem, gak ada enak-enaknya. Seperti madu, kental hanya saja warnanya putih. Rasanya jauh! Jadi, royal jelly emang lebih enak kalau dikonsumsi setelah dicampur madu. Cukup tertarik dengan khasiat royal jelly, yang katanya bagus untuk pertumbuhan sel tubuh. Sel kulit? Berarti bagus buat regenerasi kulit. Sel otak? Bagus buat kecerdasan bangsa. Hehe.

Bergaul dengan lebah-lebah? Kayanya ga sah, kalau saya ga disengat lebah. Eits, tapi bukan ga sengaja yaa. Ini terapi sengat lebah namanya. Putra Pak Sutiyono, Mas Rio, udah dua tahun belakangan mendalami ilmu terapi sengat lebah. Lebah penuh khasiat sampai ke sengat-sengatnya. Katanya, hampir sama seperti teknik akupuntur, lebah bisa mengobati berbagai penyakit, seperti pegal-pegal, kolesterol, pilek dan lain-lain.

Bismillah, saya disengat sekali! Asli sakitnya bukan main. Belum lagi udah parno duluan. Hehe. Yang paling sakit pas, racunnya masuk ke dalam tubuh. Sakitnya, lebih dari disuntik. Oh life. gapapa dehh, katanya bagus, bagus bisa menghilangkan pegal-pegal. Hasilnya, saya tetap berencana untuk pijet di akhir pekan. Hehe. Yaa, sebenernya terapi sengat lebah ini gak bisa sekali dua kali aja. Tapi harus rutin, periodikal tertentu, tergantung penyakitnya. Tapi? Untuk coba sengat lebah lagi? Mmmhh, coba saya pikir-pikir dulu.

Intinya, dari kunjungan saya ke Pondok Lebah kali ini? Saya paling suka madunya. Asli! Rasanya masih orijinal. Well, produk lebah banyak khasiatnya, nah, sekarang tinggal pilih nii, mau coba yang mana? Bee pollen, Royal Jelly, madu, atau sengatnya. Saya? Madu cukup.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s