Banyak Cara untuk Sebuah Selamat Tinggal

Ada banyak cara, untuk meninggalkan sesuatu atau seseorang yang selama ini selalu ada. Sebut saja, cara untuk mengucapkan ‘selamat tinggal’

Tidak ada yang menyenangkan dari meninggalkan sesuatu yang selama ini menjadi kebiasaan. Dan, toh, membuat hari-hari menjadi menyenangkan. Tapi, kadang, ada yang harus. Mau gak mau.

Dan ini mungkin. Sedang saya, atau kamu alami. Bertahan dengan sebuah awal ‘Selamat Tinggal’. Tidak selamanya, ‘Selamat Tinggal’ itu menyisakan sedih atau sakit. Bisa jadi, itu baik. Kebersamaan selama ini, adalah pengalaman berharga yang digariskan. Tak ada yang lebih mampu menguatkan selain ikhlas.

Banyak cara. Mungkin dengan diam dan bertahan. Atau tidak mau tau. Bisa juga dengan membuang, dibuang, atau terbuang. Ya, apa saja bisa.

Sekarang, ‘Selamat Tinggal’ itu sebenarnya untuk siapa? Atau untuk apa?

Baru-baru ini, saya punya satu cara ‘Selamat Tinggal’ untuk beberapa personel isi lemari. Yang, jujur sejujurnya adalah barang-barang kesayangan. Sebagian orang, menyortir, dipaketin, kemudian disumbangin. Berhubung, saya punya sedikit semangat, saya mengucapkan ‘Selamat Tinggal’ itu dengan menyelenggarakan GARAGE SALE.

Minggu pagi, saya buka garasi mobil, menempatkan semua barang-barang lucu itu, kemudian di jual. Dengan harga sangat miring. Pembelinya gak tanggung tanggung ramainya. Senang dan semangat bergemuruh pagi itu. Tawar menawar pun alot. Harganya ditawar, se tawar-tawarnya. Pun, semangat saya gak ada itung-itungan. Lupa, kalau dulu barang-barang itu dibeli dari rupiah yang tidak sedikit.

Tapi, toh niat saya dari awal, sudah bulat. Saya harus mengucapkan ‘selamat tinggal’ pada isi lemari yang udah membludak itu. Rasanya puas, bisa membuat pembeli puas karena dapat baju-baju, tas, atau sepatu dengan harga yang mereka inginkan. Selintas, ketika deal tawar menawar itu terjadi, ada rasa tidak rela. Tapi, itu harus. Usai garage sale, saya menghitung rupiah. Hasilnya? Tak seberapa, padahal banyak BANGET yang terjual. Dan detik itu, saya sudah mengucapkan ‘Selamat Tinggal’ untuk barang-barang kesayangan itu. Senang, karena lemari kembali lengang. Siap diisi dengan yang baru? *mikir*

Bagaimana dengan ‘Selamat Tinggal’ yang lain? Ya, ada juga cara yang lebih sederhana. Sesederhana, oke, bye! Gitu. Ya, gitu aja. Sekian.

Terus, sekarang? ‘Selamat Tinggal’ yang gimana? Yang ribetan dikit?

 

Posted in Oh

One thought on “Banyak Cara untuk Sebuah Selamat Tinggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s