Terlalu

Orang tua bilang, sesuatu yang terlalu itu gak baik. Lalu, saya memilih untuk mengungkapkannya liwat postingan di sini. Ya, tempat yang selalu bersedia menampung apa saja yang ada dalam kepala saya. Yang baca, bebas berkomentar dan berasumsi melalui pikirannya sendiri.

Karena waktu yang kita habiskan bersama itu sudah terlalu, dan tak ada titik terang. Lalu, kita memilih untuk bertahan dengan kenyamanan yang ada. Tapi, kita pun sudah tau, bahkan mungkin dari awal, kalau ini hanya bom waktu.

Hati ini mungkin bukan yang baik buat kita. Karena jika baik, mungkin saya tak akan bergeser untuk jahat. Begitu juga kamu. Ya, kita. Semuanya ini terlalu. Bahkan terlalu sulit untuk diceritakan. Saya pun memilih untuk diam dengan segala pikiran yang ada.

Terlalu ada. Dan selalu. Itu yang membuat kita sulit maju. Membuka lembaran baru. Membayangkannya, kita pun menjadi terlalu takut.

Saya, juga gak pernah tau. Apa ini benar atau salah. Tapi, ini memang buat kamu. Serius. Yang kita tau, bahwa besok akan ada cerita berbeda. Buat kamu.

Pertanyaannya apakah kita mampu? Tidak ada aturan keras yang berlaku.

Untuk semua yang telah dilewati, tak ada satu detik pun yang tak berharga. Semua tau, saya gak pernah seberani ini. Tapi, ini bukan pilihan. Tapi harus. Berapa besar hati punya nurani?

Pagi ini, senyum dan air mata. Jabat erat tanganku. Kita berdamai, dengan yang mereka mau. Selalu ada, tapi jangan terlalu.

Bismillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s