Satu Cerita dari Muara Gembong

Dengan deadline kerjaan yang aut-autan, hari ini kami memutuskan untuk survei ke Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bekasi? Sepintas kedengaran tidak terlalu jauh. Masih wilayah bekasi. Pasti bisa.

Kilometer, demi kilometer. Belum juga sampai. Siapa sangka, perjalanan menuju Kampung Nelayan di wilayah ini pun, terasa jauh ampun-ampunan. Kalau kata Pak Pengemudi sii, lama perjalanan begini udah bisa sampai Brebes. Wow!

Ya, bener aja. Perlu 5 jam perjalanan untuk sampai ke Muara Gembong, Kabupaten Bekasi ini. Jalanannya? Gak melulu lancar ala-ala jalanan lintas propinsi, tapi kita harus melewati itu yang namanya macet dan jalan grudukan.

Apalagi, mengarah Muara Gembong, jalanan makin ga karuan. Di sebagian sisi terlihat beberapa pekerja yang memperbaiki jalanan. Tapi, belum keliatan perbaikan hasil yang signifikan. Ya, membenahi jalanan seperti ini memang ga gampang. Belum lagi demografi kampungnya yang berada di pinggir laut. Periode waktu ketika bulan penuh, air laut naik memenuhi permukaan darat kampung ini. Jam demi Jam belum juga sampai. Tanya ke sana ke mari, akhirnya saya, ketemu juga Mas Itak. Sang informan. Ternyata, Mas Itak seorang guru Sekolah Dasar di Kampung itu. Sebelum sampai tempat tujuan, kami melewati sekolah tempat Mas Itak mengajar. Ya, memprihatinkan. Sama seperti kampung itu, sekolah pun tak bisa menghindari air laut ketika saatnya naik. Aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung sambil becek-becekan. Mas Itak, bertanggung jawab atas sekitar 70 siswa kelas tiga SD. Ya, satu guru untuk 70 anak. Luar biasa. Padahal kalau dipikir-pikir, di usia muda seperti ini Mas Itak bisa saja mengadu nasib di Ibukota, untuk mendapatkan pengalaman dan pendapatan yang lebih baik. Seperti yang kebanyakan pemuda daerah lakukan di Ibukota. Termasuk saya mungkin. Atau kamu?

Jauh-jauh ke sini, kami gak mau pulang dengan tangan kosong. Mmmh, bukan maksud hati akan borong hasil laut di kampung ini, si. Tapi, ya, kami tetap harus pulang membawa sesuatu. Perjalanan panjang ini untuk menemui seorang ustad. Apa yang beda dari Pak Ustad ini ya?

Berangkat dari Kebon Sirih, Jakarta Pusat jam setengah dua belas siang, kami sampai di Lokasi jam lima sore. Itu, udah termasuk berenti di sebuah warung nasi Padang yang rasanya lumayan, meski ayamnya kecil. hehe.

Mobil parkir di depan sekolah tempat mas Itak mengajar. Saya, Kang Rusdi (rekan kantor), dan Mas Itak berjalan menyusuri Kampung Nelayan itu. Nelayan? karena kebanyakan mata pencarian mereka adalah nelayan. Gak tanggung – tanggung kita menuju rumah Pak Ustad, di ujung Muara Gembong. Sangat ujung, sempat kewalahan juga harus jalan kaki sejauh itu, tapi ya, gak berasa karna kita melewati rumah-rumah warga.

Lahan rumah Pak Ustad Basir cukup luas. Rupanya Pak Ustad sudah menunggu kita dari tadi. Sambutan hangat dari Pak Ustad dan Istri, kami disuguhi makanan ringan seperti kacang dan keripik. Juga kopi susu hangat. Lumayann. jadi ngerepotin, deh.😉

Sudah 15 tahun Ustad Basir mengabdikan dirinya di ujung Muara Gembong ini. Gagal dari usaha tambak ikannya, Pak Ustad memilih untuk menghabiskan waktunya berbagi ilmu agama kepada anak-anak di Kampung ini yang kebanyakan anak nelayan. Meski tinggal di tepi laut, Pak Ustad tidak lagi berlayar untuk menangkap ikan. Tapi sesekali, ia mengumpulkan ikan yang ditangkap dengan alat serok. Jika hasilnya banyak, ikan dijual ke tengkulak. Jika sedang sedikit, dikonsumsi saja untuk makanan sehari-hari. Hebatnya, Pak Ustad, mampu bertahan hidup, menafkahi kebutuhan istri dan ke lima anaknya, dengan pendapatan rata-rata tujuh ribu sebulan yang didapat dari iuran orangtua dari anak-anak yang diajarnya.

Satu pelajaran untuk perjalanan panjang hari ini. Ikhlas dan bersyukur. Keliling rumah Pak Ustad, kami pun pamit. Usai adzan magrib, kami kembali ke Jakarta. Membawa satu pelajaran berharga. Sisi kehidupan yang gak pernah saya bayangkan sebelumnya. Subhanallah.

Siapin paspor, insyAllah, ke sana lagi. Bikin satu liputan penuh. Mengupas kehidupan Ustad Basir di Ujung Muara Gembong😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s