Kado ke Tiga Puluh untuk Artur

Weekdays kemaren luar biasa banget. Tujuh hari kerja ga libur-libur cukup bikin kepala panas. Mmhh, sebagian?Mungkin biasa yaa. Tapi saya menutup hari ke tujuh dengan membaca sebuah buku berjudul Inspiring One ditulis oleh Muhaimin Iqbal. Kalau saya punya cita-cita untuk jadi seorang entrepreneur, saya gak boleh ngeluh. Karena? Bahkan entrepreneur ga akan pernah berhenti bekerja.

Oke. Tujuh hari kerja itu biasa. Hehe.

Saya sempet keribetan sendiri, mencari-cari tayangan yang udah sangat deadline harus tayang. Beberapa narasumber yang udah fixed diliput, cancel. Saya, harus mencari narasumber lain, secepat kilat, jangan sampe telat.

Ketar ketir setengah panik. Begitulah saya menghadapi pekan lalu. Tapi, hikmahnya luar biasa. Kalau tidak ada peng-cancel-an seperti itu mungkin saya tidak akan bertemu dengan narasumber ini.

Si narasumber penuh pesona.

Saya gak bisa menutupi rasa kagum saya. Bagi yang lain mungkin biasa, tapi, ya, sejujurnya saya kagum. Entah harus berbagi dengan siapa lagi, kawatir membuat kekasih hati cemburu setengah mati, atau sahabat saya berpikir bahwa saya jatuh cinta lagi? Baiknya, saya berbagi di sini saja ya.😉

Saya dapat nomor kontaknya dari seorang sahabat lama. Dia kasih saya beberapa nomor memang, mungkin ada beberapa narasumber yang bisa jadi referensi liputan. Dia bilang, “Din, ada seorang bekas pengamen jalanan yang ga ngambil job kalau ada jadwal pengajian” Tanpa pikir panjang, berhubung esok hari juga harus taping, saya langsung kontak nomor itu.

Dengan suara khas ala-ala pengamen, Artur menjawab telepon saya. Alhamdulillah, Artur ramah meski ala-ala preman. Hehe. Dengan sedikit memaksa, saya ingin meliput dia untuk keesokan harinya. Sempat protes karena dadakan, tapi saya menjanjikan bahwa liputan ini sekadar untuk meliput kesehariannya. Jadi persiapannya jangan sampai merepotkan.

Jam demi jam, saat-saat saya harus persiapan naskah kasar untuk liputan besok, dia sms saya, bahwa salah satu temannya yang se kelompok musik dengannya tidak mau diliput. Saya pun bilang, ya, dia nya aja yang ga usah kalau ga mau. Hehe. Kejam memang, tapi ayolah Mas. Saya dan tim tidak punya waktu lagi. *memohon dengan sangat*

Alhamdulillah, seribu lobi, Artur mau juga diliput. Keesokan harinya, kita ke rumah Artur.

Masih menunggu teman-temannya untuk latihan musik bareng, saya ngobrol-ngobrol dengan Artur dan ibunya. Ah, kalau saya bisa cerita semua bener-bener seru. Tapi, kehidupan pribadi orang lain, mungkin bukan konsumsi publik yaa. Bisa-bisa Artur komplen ke saya kalau kehidupan pribadinya tiba-tiba muncul di postingan saya ini.

Intinya, salut dengan kehidupan Artur. Coba deh, liat sosoknya. Gak beda dengan sosok pengamen jalanan lain. Yang bikin beda, ya, bahwa ia tidak pernah meninggalkan segala kepentingan ibadah. 4 kali dalam seminggu jadwal pengajian, tidak mau dia tinggalkan. Jika ada panggilan, dia rela menolak. Baginya, rejeki tidak akan ke mana. Ibadah dan menuntut ilmu agama tetap nomor satu. Dan ini bukan gimmick yang sengaja di-setting.

Ah, taping pun dimulai. Scene pertama, Artur dan teman-temannya latihan. Membawakan satu lagu. Haha, bak penggemar bertemu idolanya, saya pun tak bisa berpaling. Asli, suaranya keren banget. Mereka membawa musik akustik bernuansa latin. Hari itu, saya memutuskan untuk jatuh cinta dengan musik latin. Seriusan keren banget.

Berdialog dengan Artur, membuat saya banyak sekali belajar. Tentang kerja keras, hidup sederhana, dan ikhlas. Juga, soal keseimbangan di dunia dan akhirat.

Ah, saya tak mau melulu membuat Artur besar kepala nihh, yang pasti liputan kali ini, sesuatu ya. Teman-temannya Mas Artur juga ga kalah pesona. Kalau mereka udah main alat musiknya masing-masing, mendadak jadi keren semua. Hihi.

Anyway, makasih atas kerja samanya Artur, Joy, Jian dan Penjol. Selamat ulang tahun Mas Artur, sukses terus ya! Jangan lupa nonton hasil tayangannya ya di acara Di Antara Kita, Senin, 18 Juni 2012 jam 15:00, di MNCTV.

One thought on “Kado ke Tiga Puluh untuk Artur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s