Shar’I Hari Gini

Sehari-sehari menghabiskan waktu luang dengan mengamati timeline twitter, bikin saya geregetan pengen posting, celoteh, atau, sekedar share isi pikiran saya kali ini.

Jadi, satu hari saya follow seorang Pak Ustad, yang kayanya si, namanya beken liwat twitter. Awalnya, teman saya yang re-twit salah satu status dia. Menarik, saya tergerak untuk cek timeline-nya, dan yes, saya follow. Meski berhijab, ilmu saya soal shar’i emang masih mini bangget. Makanya, lumayan kan untuk meluruskan, jadilah saya follow dia.

Menurut saya, gak ada yang salah. Mungkin teman-teman pun sependapat dengan saya. Dia getol ngomongin soal hijab dan pacaran, eh, maksud saya taarufan.

Ya, hijab dan taarufan sebenarnya emang deket banget dengan keseharian kita, ya. Seriusli, saya gak menyalahkan.

Cuma jujur aja, lama kelamaan saya berniat untuk unfollow. Well, mau di unfollow kek, apa enggak, itu gak ngaruh kan ya, sama ke-eksis-an dia. Hehe. Rupanya, bukan cuma saya yang berpikiran begini. Temen-temen saya pun, demikian. Ah, ada apa ini? Apa kita termasuk golongan yang mangkir? Naudzubillah.

Saya pribadi, bukan bermaksud dakwah melalui postingan ini kok. Ya, kalau ternyata ini diterima sebagai dakwah, gak ada salahnya dong.

Siapa yang ga mau jadi baik, dan inshAllah, saya yakin, keyakinan yang saya pegang saat ini, adalah agama yang baik. Yuk, kita bersyukur dulu. Gak semua orang lo, dikasih hidayah islam sejak lahir. Nah, soal niatan unfollow itu sebenarnya bukan tanpa maksud. Toh, kita emang bebas kan pilih siapa yang mau kita follow atau unfollow, selagi si empunya akun berkenan. Tapi perubahan itu sebuah proses menurut saya. Kita manusia biasa yang ga bisa dipaksa terlalu keras.

Gak muluk untuk menjadi baik. Tapi, ya ga bisa sakleug juga. Lalu, lalu, kampanye nya yang terlalu keras, kadang menjadi sindiran menyakitkan bagi sebagian kita. Sekali lagi, walaupun itu ada benarnya. Saya risih. Bukan berarti berpaling.

Ya, Si Pak Ustad jadi berasa ‘kekerasan’ menurut saya. Ada hal-hal yang perlu dimaafkan. Banyak cara menjadi baik yang elegan. Hihi, sedap banget ga sii, omongan saya.

Tapi, ya itulah. Saya pribadi, dalam keseharian selalu mengandalkan niat baik. Ya, pokoknya itu dulu. Gak jarang saya gagal juga, menjalankan niat baik itu. Kalau saya curhat sama Si Pak Ustad, mungkin saya udah disindir abis-abisan nih. Tegas itu perlu, tapi kudu dilihat, bagaimana si subjek dan siapa si objek. Ya, tetap beradaptasi. Kalau niat an kita gak aneh-aneh, inshAllah perlahan tapi pasti kita jadi individu yang lebih baik.

Gak semuanya tahapan dalam hidup ini harus kita paksakan. Gak ada gunanya terlalu berkeras. Punya ilmu itu hal pintar, tapi mengamalkannya harus pintar-pintar. Selama kita yakini bahwa aturan syariah itu adalah untuk kebaikan, mudah-mudahan jalan kita untuk jadi lebih baik ga akan terlalu susah.

Dan jangan menyerah. Itu penting. Istiqomah.

Siap-siap mau unfollow ni, maaf ya, Pak Ustad. Bismillah, sukses terus untuk Pak Ustad. Hehe.

Mudah-mudahan kita semua punya kelembutan hati untuk memahami ya.

Posted in Oh

2 thoughts on “Shar’I Hari Gini

  1. Wah masih eksis aja ibu satu ini..
    Semuanya berpulang pada diri masing2 aja..
    Unfollow sosoknya bukan berarti unfollow ajaran kita yakini..
    Pegangan yg jelas kan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
    Jadi lah manusia yg bijak dalam berkehidupan, Hablum minannas hablum minallah..

  2. udiiiinn…kayanya gw tau nih ustad yang lo maksud..wakakak..gw juga berniat unfollow..alesannya persis sama kaya lo..makin kesini makin ‘kekerasan’ ya sindirannya..lo yang berhijab aja berasa apalagi gw yaaa..fufufu..*bukan modus cari temen*

    well..balik ke niat masing2 individu utk menjadi lebih baik dgn berpegang pada Qur’an & hadits lah yaaa…selooowww…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s