Mana Kadonya?

Sahabat saya, teman seperjuangan saya, partner senang dan derita saya, beberapa hari lagi, akan melangsungkan pernikahannya. Hari yang ditunggu sebagian besar (atau seluruh) perempuan seusia kita.

Mungkin, dia salah satu sahabat yang bisa dibilang beruntung. Well, semua orang yang akan menikah, boleh menyandang gelar beruntung kan? Kisah cinta nya sedikit rumit pada awalnya. Tapi, rupanya Allah memudahkan jalannya. Continue reading

Blog yang Mana

Belakangan saya kehabisan ide mau walking ke blog mana. Semua seleb blog udah menggunakan blog nya sebagai ajang ‘jualan’. Ya, whatever, apa emang itu sebenarnya tujuan nge-blog? Berujung ‘jualan’.

Pengetahuan saya emang cukup sempit, di pergaulan blog-blog-an begini. Tapi, beberapa blog seleb favorit saya pun, gak bisa lagi saya andalkan buat jadi inspirasi.

Oh, words!

Jadi? Blog yang mana nih? 🙂

Posted in Oh

Lariiii!

Kalau denger kata lari, saya langsung inget istilah ‘lari dari kenyataan’

Wuidiiyy, itu seru banget. Kalau bisa. Sayangnya, kita ga bisa seenaknya toh, lari dari kenyataan. Kita masih punya tanggung jawab sebagai, siapa pun peran kita.

Belakangan saya jadi keranjingan lari. Iya, seriusli olahraga lari. Dari berbagai olahraga yang saya coba, jatuhlah pilihan saya pada lari. Bener juga kata orang, ini olahraga murah meriah.

Gak perlu beli perlengkapan apa-apa dan bayar apa-apa, kita udah bisa ikut yang namanya olahraga lari itu. Bandingkan dengan nge-gym yang per bulannya kita harus bayar 300 – 500 ribu rupiah, atau sepeda-an yang sepedanya kudu beli dulu dengan harga rupa-rupa mulai dari sejuta. Atau ada yang nemu yang lebih murah? Continue reading

Posted in Oh

Jangan Nge-twit di Metromini

Ini emang bukan pengalaman pertama saya naik metromini, tentu saja. Tapi, saya rasa pilihan untuk berangkat naik metromini sore ini adalah pilihan yang tepat.

Jalanan padat merayap sore ini. Kebayang berapa energi dan konsentrasi yang harus saya buang untuk menekan rem dan pedal gas bergantian malam mini. Dan yang gak kalah penting, berapa pertam*x yang harus terbuang, mengingat sekarang tanggal? Ya, masih 4 hari lagi menuju gajian.

Berjubel dengan penumpang yang lain gak selamanya jadi hal yang menyebalkan. Percayalah, ini baru namanya hidup. Hidup di Jakarta yang sesungguhnya. Melihat rupa-rupa orang pulang kantor, segala macam profesi. Continue reading

Posted in Oh

Banyak

Time Schedule seorang Reporter yang ___________.

Day 1 – Diskusi Tema dengan yang satu dan yang satu lagi

Day 2 – Nyari Narsum, contact narsum buat janjian

Day 3 – Riset – Ketemu narsum, kalau narsum-nya gampang ditemuin

Day 4 – Diskusi kemasan tayangan, hasil riset ketemu narsum dengan yang satu. Continue reading

Apa Rasanya?

Bukan gak bersyukur. Tapi cuma pengen meyakini bagaimana rasanya. Gelar ‘seenaknya’ mungkin sudah melekat pada saya. Tapi, kalau mau mikir dikit, beneran deh, saya gak segitunya kok.

Pertanyaan ini terngiang dalam benak saya. Cuma pengen tau aja, apa rasanya? Apa rasanya bersenang di atas penderitaan orang lain. Atau menang di atas kekalahan yang lain.

Seperti kejadian, sore lalu. Continue reading

Dua Tiga Empat

Ini bukan merk rokok. Tapi kutipan, dari obrolan saya kemarin dengan salah satu narasumber liputan. Siapa narasumbernya, mungkin kita bahas di lain postingan aja deh. Hehe. *janji palsu*

Tapi, saya kepikiran dengan pikiran orang-orang soal yang ini. Ini tuh apa sih? Iya, soal punya pikiran poligami. Wuidih. Sedap banget gak tuh. Bertambah umur, pembahasan makin berat. Haduh, kayanya nulis ginian mikin saya mikir berat deh. Gak jadi aja apa? Yah, labil.

Sumbernya begini, katanya poligami itu sunnah. Continue reading

Posted in Oh

Menjadi Pahlawan

Ada kaitannya juga sih, dengan 9 bulan belakangan, di kantor, heboh bikin program TV soal Pahlawan Indonesia. Emang gak gampang bikin parameter yang pas tentang siapa yang pantas kita beri gelar pahlawan. Apalagi Pahlawan Indonesia, skalanya nusantara.

Mengetahui beberapa nominasi Pahlawan Indonesia, bikin saya bercermin pada diri sendiri. Ah, rasanya, keberadaan saya di dunia ini gak ada apa-apanya. Dibanding mereka. Kalau kita melihat sekeliling kita aja, nih sebenarnya banyak banget yang bisa kita perbuat untuk orang sekitar kita. Ya, perbuatan yang mendatangkan manfaat. Pertanyaannya? Perbuatan macam apa itu.

Hampir pasti, mereka yang jadi nominasi Pahlawan Indonesia gak akan pernah mengira sebelumnya, bahwa mereka akan mendapat penghargaan seperti itu. Sampai merinding, bahwa masih ada orang-orang yang rela berbuat sesuatu untuk orang lain, tanpa berharap imbalan. Mau bercermin lagi, nih? Apa kita bisa seperti itu. Continue reading

Posted in Oh