Menjadi Pahlawan

Ada kaitannya juga sih, dengan 9 bulan belakangan, di kantor, heboh bikin program TV soal Pahlawan Indonesia. Emang gak gampang bikin parameter yang pas tentang siapa yang pantas kita beri gelar pahlawan. Apalagi Pahlawan Indonesia, skalanya nusantara.

Mengetahui beberapa nominasi Pahlawan Indonesia, bikin saya bercermin pada diri sendiri. Ah, rasanya, keberadaan saya di dunia ini gak ada apa-apanya. Dibanding mereka. Kalau kita melihat sekeliling kita aja, nih sebenarnya banyak banget yang bisa kita perbuat untuk orang sekitar kita. Ya, perbuatan yang mendatangkan manfaat. Pertanyaannya? Perbuatan macam apa itu.

Hampir pasti, mereka yang jadi nominasi Pahlawan Indonesia gak akan pernah mengira sebelumnya, bahwa mereka akan mendapat penghargaan seperti itu. Sampai merinding, bahwa masih ada orang-orang yang rela berbuat sesuatu untuk orang lain, tanpa berharap imbalan. Mau bercermin lagi, nih? Apa kita bisa seperti itu.

Kalau ngimpi jadi pahlawan, mungkin saya akan dihujat abis-abisan. Jelas-jelas, kelakuan saya gak jauh-jauh, semata untuk kepentingan diri sendiri. Makanya, saya yakin banget nih, emang gak mudah jadi pahlawan.

Tapi, apa kita perlu repot-repot jadi pahlawan. Saya pribadi, pernah si, pengen menjadi pahlawan entah setidaknya buat orang-orang terdekat aja. Tapi, tetap belum bisa. Hehe.

Ah, masing-masing kita pasti punya jiwa kepahlawanan. Optimis aja dulu. Hehe. Masih terngiang-ngiang ni, beberapa hari lalu nonton #SkyFall. Asli, itu film keren banget ya. Yang kaya gitu, mungkin udah bisa kita sebut pahlawan. Terharu ya, sama pengabdiannya M dan Bond. Lah, ini bukan resensi film kok. Cuma iklan. Hihi.

Pahlawan bisa datang dari segala bidang. Kaya nominasi Pahlawan Indonesia, tuh. Ada yang jadi pahlawan dalam bidang sosial, kesehatan, pertanian, budaya, atau pendidikan. Kita? Bisa pilih mau jadi pahlawan dari bidang apa.

Ini, nih. Pahlawan Indonesia di pegunungan Jayawijaya yang sempat saya liput. Udah 80 tahun, umur Mama Meri. Tapi seriusli, Mama Meri semangat bener ngadepin idupnya. Kalau dibandingin kita? Haduh malu kali, ya, sama semangat hidup yang rada loyo. Beliau mantri kesehatan di kampungnya. Karena daerah yang terpencil, dokter pun agak kesusahan menjangkau tempat tersebut. Jadi, beliaulah yang membantu warga kalau ada yang sakit atau mau melahirkan. Dan semuanya, tanpa dibayar. Sesekali, Mama Meri dapet imbalan ubi dari pasiennya, sebagai ucapan terima kasih. Menyambangi pasien-pasiennya? Mama Meri jalan kaki turun naik gunung, dibantu tongkat andalannya. Cerita lengkapnya? Nonton tayangannya dong. Jauh lebih seru, pokoknya.

Saya sendiri gak muluk bercita-cita jadi pahlawan. Salah-salah malah dibilang pahlawan kesiangan. Hehe. Bisa dimulai dari hal kecil kali, ya? Jadi pahlawan buat diri sendiri dulu. Wkwkw, kalau cuma buat diri sendiri bisa dibilang pahlawan ga ya? Setidaknya, kalau gak ada yang kasih penghargaan, gak ada salahnya kalau kita kasih penghargaan buat diri sendiri, toh.

Pahlawan, ya orang baik. Gak ada pahlawan yang jahat. Kalaupun jahat, pasti demi kebaikan. Ah, ini klise banget ya. Kadang ada orang yang pake alasan, gw jahat gini sebenernya buat kebaikan dia juga. Well, May I say, *prett!* Wkwkw.

Jaman sekarang, emang harus hati-hati jadi pahlawan. Jangan sampai kepahlawanan kita justru jadi ngerugiin orang lain. Karena ya itu tadi, gak semua orang bisa ‘sreg’ dengan apa yang kita lakukan. Salah-salah malah jadi risih. Kaya kisah cinta juga gitu. Ada orang yang meninggalkan pasangannya, dengan alasan, demi kebaikan. Apalagi ditambah dengan kata-kata, “mungkin gak sekarang, kamu ngerasa apa yang aku lakuin ini benar. Tapi, nanti” Uwowow. Ini puisi jaman kapan? Pahlawan versi apa lagi. Hihi.

Ya udah, jadi begimana nih, jadi pahlawan apa gak usah. Lah??

Posted in Oh

One thought on “Menjadi Pahlawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s