Bentar. Iklan Dulu.

Eits. Jangan buru-buru ganti channel. Serius, ini bukan iklan beneran.

Gak bisa tidur gini, bikin saya keabisan gaya. Ngantuk belum. Tugas nyecript, bahkan belum dimulai. Apalagi belum dapat lemparan bola hasil brainstorm dengan si bos. *manja*

Tapi, ada benernya juga gak si, waktu lagi seru nonton acara TV, eh, pas iklan kita milih untuk ganti channel. Kalau saya sih, begitu. Gak selalu, tapi hampir. Kecuali, lagi males atur-atur remote, ya gitu deh, biarin aja itu iklan liwat. Tapi, gak saya tonton juga. Itulah fungsi iklan, bisa ditangkap maksudnya, tanpa membutuhkan energi berat untuk mencernanya. Haha, malas mikir amet, yes.

Jenuh dengan blog sendiri, saya milih untuk jalan-jalan ke blog milik beberapa seleb blogger . Emang gak banyak sii, blog yang sering saya kunjungin, tapi, mendadak drop menyadari postingan mereka udah jadi postingan beriklan. Atau yaa, ituu, postingan berbayar. Continue reading

Advertisements
Posted in Oh

Bersiap-siap ke 2013

Kebetulan saya orang yang mudah lupa dengan masa lalu. Haha. Masa? Ya ga segitu lupanya, si. Kejadian-kejadian yang sangat berkesan, jelas aja gak mungkin lupa. Tapi, melongok ke beberapa teman, mereka sudah sangat siap untuk introspeksi apa saja resolusi mereka yang gagal atau kesampaian di tahun 2012 ini.

Saya? Bahkan mendadak lupa punya resolusi apa. Yang saya ingat, sebagian pasti gagal, sedikit yang berhasil. Tapi apa ya? *pura-pura lupa*

Kalau mau bikin kaleidoskop pun, asli susah banget buat dijabarkan satu per satu. Terlalu banyak kejadian yang berharga yang bisa dijadikan pelajaran, baik buat diri sendiri, atau buat orang lain. Kali, gitu. Continue reading

Posted in Oh

Indonesia-ku

Boleh dong, menyambut pergantian tahun ngomongin Indonesia, dikit aja. Bukan karena saya orang yang sangat nasionalis. Sama sekali enggak lah. Dari muka aja, orang-orang tau kalau saya separuh bule. Haha. *kaboorr*

Bukan itu intinya.

Beberapa kali, saya dapat komentar begini.

“Duh, din, nonton film Indonesia nunggu DVD nya aja deh” Itu di saat saya begitu semangatnya menunggu, kapan film A muncul di bioskop atau penyesalan karena saya ga bisa nonton beberapa film Indonesia yang udah lenyap dari bioskop.

Atau.

“Ah karaoke sama lo, mah lagunya Indonesia semua” begitu, ketika saya memilih list lagu-lagu Indonesia kesukaan saya di acara karaoke bersama teman-teman kantor. Continue reading

Posted in Oh

Tempat Kembali

Toh, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada-Nya.

Ngeri juga ya, kutipan di postingan saya kali ini. Hehe. Bukan tempat kembali ini yang pengen saya omongin di sini. Walaupun, emang sih, gak bisa dihindari, ujungnya kita akan kembali ke ‘sana’ juga. Lagi ‘eling’ atau enggak, saya kembalikan itu menjadi urusan kita masing-masing.

Belakangan, saya kehilangan sahabat saya di kantor. Sebut saja, dia pindah ke kantornya yang baru. Tempat dia menyongsong masa depannya yang lebih baik. Mudah-mudahan.  Continue reading

Posted in Oh

Punya ‘Power’ untuk Nekan

Saya kutip saja kalimat salah satu teman di BBM pagi ini. Tanpa edit – an sama sekali. Belum lagi sepenuhnya melek menghadapi Senin, saya berkerut ngomongin kekuasaan. Kekuasaan bagi ntah siapa saja yang berkuasa. Ya, itulah, mungkin yang disebut kekuasaan, punya power untuk nekan. Atau power to push kali ya? Continue reading

Posted in Oh

Sorot Mata di Teluk Jakarta

Bagaimana aku bisa lupa. Sorot mata itu. Ditujukan padaku. Aku dengan segala kesederhanaan yang rapuh meski kelihatannya tangguh.

Aku melihat sorot mata itu. Ditujukan bukan untukku. Tidak seperti waktu itu. Terbatas. Aku lihat lagi. Kupastikan lagi. Mencoba meyakinkan diriku sendiri. Ah, ini sekadar aku. Yang gak tau. Continue reading

Posted in Oh