Memori SD

Haha. Ini bukan karena saya masih gak bisa move on dari kenangan saya waktu SD kok. Meskipun, masa SD emang cukup bikin saya girang dan gemilang. Pasalnya, masa SD adalah masa-masanya kita gak perlu pusing mikirin hidup, perkara proses dan hasil. Dan serentet teori lain, yang kita terima di umur segini. Ah, ya udah, sekip, jadi curhat.

Jadi gini, beberapa hari lalu, saya survei ke salah seorang penjual kerupuk memori SD. Katanya, si, mereka yang SD nya di sekitaran Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan, pasti tau. Nah, permasalahannya adalah, SD saya bukan di Jakarta. Di seberang pulau sana. Jadi, waktu SD saya gak tau, yang namanya kerupuk memori SD ini. *penting berat*

Saya yakin kok, banyak yang tau kerupuk ini. Walaupun kerupuk ini bukan memori saya waktu SD, tapi, saya termasuk salah satu yang suka. Kalau Pak Alil, si pedagang kerupuk menyebutnya, dengan memori SD, mungkin saya bisa ganti namanya jadi kerupuk memori SMA. Haha. Karena emang kerupuk ini baru saya kenal waktu saya pindah ke Jakarta. SMA.

Kalau ada yang bingung dengan kerupuk memori SD, mungkin ada yang lebih akrab menyebutnya, kerupuk mie. Iya, itu, kerupuk kuning, yang dimakan dengan bumbu kacang. Yuhui, gak tuh?

Image

Jadi, memori SD atau memori SMA, nih? Ah, bebas. Kita ngomong tentang memori deh, kalau gitu. Liwat, kalau harus ngomongin memori blackberry yang bikin kemampuannya bekerja makin lemot. Bukan memori itu.

Waktu itu, saya lagi ngobrol sore dengan salah satu sahabat saya. Intinya begini.

“Gimana gw bisa tahan, tiap lihat barang merk ini, inget mantannya, liwat jalan ini, inget mantannya, atau denger kata-kata ini, inget mantannya”

Keluhnya soal pasangan.

Gubrak! Memang sekuat itu memori mempengaruhi kita, atau hubungan kita dengan orang lain. Kita gak bisa mangkir juga si, kalau manusia itu diciptakan dengan kemampuan otak yang luar biasa. Yah, salah satunya, memori itu. Bayangin aja, seberapa hebatnya kemampuan otak kita, kalau kita bisa inget kejadian yang udah itungan tahun atau bahkan puluhan tahun terjadi. Hah! Sebenarnya, orang biasa seperti saya gak sehebat itu. Sering banget saya lupa atas sesuatu yang menurut saya penting, menurut orang lain juga penting. Nah, tapi apa menurut hati di lubuk yang dalam itu penting? Wallahualam. Kebanyakan, memori itu begitu mudah diingat, karena kesan yang berbekas atas kejadian itu. Trus, apa karena kejadian tanpa kesan, begitu mudahnya kita lupa? gak juga. Ah, jadi begimana sih sebenarnya memori ini. Benda apa itu memori? Balik ke kerupuk memori SD aja kali, ya. *kembali galau*

Memori, ya, sah-sah aja. Tapi, no, buat bikin kita ga move on. Ya, agak ngeri juga kalau kita salah satu orang yang setag dengan yang namanya memori. Atau kenangan masa lalu. Berulang kali kita men-deny. Kenyataannya tetap enggak.

Ya itulah, memori. Satu-satunya kalimat basi, yang bisa saya bilang soal memori ya, begini, memori cuma buat kita belajar. Dan bersenang-senang. Semua orang punya memori, ntah jenisnya suram atau indah. Dari situ kita mengambil pelajaran, atau biar lebih shahdu, kita bisa mengambil hikmahnya.

So, mari kita menikmati memori-memori itu. Ah! Kenapa serius amatan sih. Hehe.

One thought on “Memori SD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s